Memahami Tabel Routing - Jejaring Kimia

Hot

Post Top Ad

November 13, 2018

Memahami Tabel Routing

Router berfungsi untuk mengirimkan paket data dari suatu network ke network lain sekaligus menentukan jalur terbaik (best path) untuk mencapai network tujuan. Untuk menjalankan fungsi tersebut router menggunakan tabel yang disebut dengan tabel routing (routing table). Tabel routing berisikan informasi keberadaan beberapa network, baik network yang terhubung langsung (directly connected network) maupun network yang tidak terhubung langsung (remote network).

Tabel routing juga berisi informasi bagaimana cara router tersebut mencapai suatu network. Tabel routing sangat penting karena digunakan router sebagai pedoman untuk mengirimkan setiap paket data yang diterima. Informasi dalam tabel routing berupa baris-baris network address yang disebut sebagai entry route atau biasa disebut route saja. Dalam setiap entry route juga telah ada informasi tentang interface mana yang dapat digunakan router tersebut untuk mengirimkan paket data. 

Jika router menerima paket data, maka router akan memeriksa IP address tujuan (destination IP) dari paket tersebut. Router kemudian mencocokkannya dengan network address yang ada pada setiap entry di dalam tabel routing. Bila ada entry yang cocok maka router akan meneruskan paket tersebut ke interface yang digunakan untuk meneruskan paket tersebut. Interface yang digunakan untuk meneruskan paket tersebut disebut exit interface atau outgoing interface. Namun jika ternyata tidak ada entry yang cocok, maka router akan membuang paket data tersebut.

Selain melakukan routing, router juga melakukan forwading paket data. Sebuah perangkat dikatakan melakukan forwading jika perangkat tersebut meneruskan (forward) paket data yang tiba di satu interface untuk keluar di interface yang lain. Pada router paket data akan tiba pada sebuah interface (ingoing interface) untuk kemudian diolah dan akhirnya dikeluarkan pada interface yang lain (outgoing interface).

Ada 4 kategori entry dalam tabel routing, yaitu:
  • Directly Connected Network; Entry ini akan muncul pada saat interface router diaktifkan dan dikonfigurasi IP address. Beberapa jenis router status default dari interfacenya adalah disable (non aktif) sehingga perlu diaktifkan oleh administrator jaringan
  • Static Routes; Entry ini diisi manual oleh administrator jaringan, sehingga jika terjadi perubahan jaringan, maka entry ini juga harus dirubah secara manual pula
  • Dynamic Routes; Entry muncul karena hasil pertukaran informasi routing dari beberapa router. Pertukaran informasi routing akan menggunakan routing protocol. Entry ini tidak diisikan manual oleh administrator jaringan. Dalam hal ini administrator hanya perlu mengaktifkan routing protocol dan network yang akan dirouting
  • Default Routes; Entry ini digunakan untuk menentukan kemana sebuah paket akan dikirimkan jika alamat tujuan dari paket tersebut tidak terdapat pada tabel routing. Entry default routes bisa dikonfigurasikan secara manual (static) ataupun didapat dari pertukaran informasi dari routing protocol (dynamic).
Untuk dapat membaca dan memahami tabel routing dengan baik, harus dipahami terlebih dahulu tentang directly network (network yang terhubung langsung) dan remote network (network yang tidak terhubung langsung) dari sebuah router. Untuk menjangkau remote network, sebuah router memerlukan router lain sebagai next hop atau gateway.

Contoh perhatikan jaringan di bawah ini.
Tabel routing
Pada jaringan di atas, dapat diketahui directly connected network dan remote network pada masing router sebagai berikut:
  • Directly Connected Network:
    • Pada router R1:
      • Terhubung ke ether1: Network Id 192.168.10.0/24
      • Terhubung ke ether2: Network Id 192.168.40.0/30
    • Pada router R2:
      • Terhubung ke ether1: Network Id 192.168.40.0/30
      • Terhubung ke ether2: Network Id 192.168.20.0/24
      • Terhubung ke ether3: Network Id 192.168.30.0/24
  • Remote Network:
    • Pada router R1:
      • Network Id 192.168.20.0/24
      • Network Id 192.168.30.0/24
    • Pada router R2:
      • Network Id 192.168.10.0/24
Setelah mengetahui directly connected network dan remote network pada jaringan di atas, diperoleh tabel routing secara umum sebagai berikut:
Tabel routing
Tabel routing pada router R1
Tabel routing
Tabel routing pada router R2
Keterangan:
  • Network; Informasi yang ada pada kolom ini menunjukkan network tujuan (destination) yang dapat dijangkau oleh router tersebut
  • Interface; Informasi yang ada pada kolom ini merupakan interface keluar (exit interface) yang akan ditempuh oleh sebuah paket jika ditujukan untuk sebuah network tertentu.
  • Metric; Informasi yang ada pada kolom ini menunjukkan apakah entry tersebut merupakan directly connected network atau remote network.
Tabel routing di atas hanya memuat informasi network yang terhubung langsung, dan belum memuat data atau informasi terkait dengan remote network, sehingga perlu dilakukan konfigurasi static routing pada kedua router tersebut.

Referensi:
  • Konsep & Implementasi Routing dengan Router Mikrotik
  • Modul Merancang Bangun Jaringan Berbasis Luas
Rino Safrizal
Jejaring Kimia Updated at: November 13, 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad