Januari 2016 - Jejaring Kimia

Hot

Post Top Ad

Januari 30, 2016

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesetimbangan Reaksi Kimia

Januari 30, 2016
Materi Kimia – Ada tiga faktor yang mempengaruhi kesetimbangan, yaitu perubahan konsentrasi, perubahan tekanan (untuk gas), dan perubahan suhu. Pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap kesetimbangan dapat diramalkan menggunakan Asas Le Chatelier yang diusulkan oleh Henry Le Chatelier pada tahun 1888.
Jika suatu faktor luar mempengaruhi kesetimbangan, maka kesetimbangan akan bergeser untuk mengurangi pengaruh tersebut sampai diperoleh kesetimbangan yang baru.
Berikut akan dijelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi kesetimbangan.

1. Faktor Perubahan Konsentrasi

Berdasarkan Asas Le Chatelier, apabila konsentrasi pereaksi atau produk reaksi berubah, maka kesetimbangan akan bergerser untuk mengurangi pengaruh perubahan konsentrasi yang terjadi sampai diperoleh kesetimbangan yang baru.

Ada dua cara mengubah konsentrasi zat yaitu:

a. Menaikkan/menurunkan konsentrasi pereaksi atau hasil reaksi

  • Jika konsentrasi pereaksi dinaikkan, maka kesetimbangan akan bergeser ke kanan. Sebaliknya, jika konsentrasi pereaksi diturunkan, maka konsentrasi pereaksi akan bergeser ke kiri
  • Jika konsentrasi produk reaksi dinaikkan, maka kesetimbangan akan bergeser ke kiri. Sebaliknya, jika konsentrasi produk reaksi diturunkan, maka kesetimbangan akan bergeser ke kanan. 
    Kesetimbangan reaksi kimia

    b. Pengenceran

    Pengenceran (penambahan pelarut cair misalnya air) akan menurunkan konsentrasi pereaksi zat-zat terlarut di dalamnya. Untuk reaksi kesetimbangan berikut:

    aA + bB <—> cC + dD

    Pengenceran hanya akan menggeser kesetimbangan apabila:

    Total mol pereaksi ≠ Total mol produk reaksi

    Kesetimbangan reaksi kimia

    Baca juga, Arti Tetapan Kesetimbangan.

    2. Perubahan Tekanan

    Pengaruh perubahan tekanan terhadap kesetimbangan reaksi berlaku hanya untuk sistem reaksi yang melibatkan gas. Berdasarkan Asas Le Chatelier, jika tekanan suatu sistem reaksi diubah, maka kesetimbangan akan bergeser untuk mengurangi pengaruh perubahan tekanan ini.
    • Jika tekanan bertambah, kesetimbangan akan bergeser ke arah dengan total mol lebih sedikit
    • Jika tekanan berkurang, kesetimbangan akan bergeser ke arah dengan total mol lebih banyak.
    Kesetimbangan reaksi kimia
    Tekanan bertambah

    Kesetimbangan reaksi kimia
    Tekanan berkurang

    3. Perubahan Suhu

    Perubahan suhu terkait dengan pelepasan atau penyerapan kalor. Pada reaksi kesetimbangan, apabila reaksi ke kanan menyerap kalor (reaksi endoterm), maka reaksi ke kiri akan melepas kalor (reaksi eksoterm). Demikian pula sebaliknya. Meski demikian, penulisan persamaan termokimianya akan merujuk pada reaksi ke kanan seperti pada skema berikut.

    Kesetimbangan reaksi kimia

     Kesetimbangan reaksi kimia

    Baca juga, Hubungan Tetapan Laju Reaksi dengan Kesetimbangan Kimia.

    Berdasarkan Asas Le Chatelier:
    • Apabila suhu reaksi dinaikkan, maka kesetimbangan akan bergeser ke arah reaksi yang menyerap kalor (reaksi edoterm)
    • Apabila suhu reaksi diturunkan, maka kesetimbangan akan bergeser ke arah reaksi yang melepas kalor (reaksi eksoterm) 
    Kesetimbangan reaksi kimia

     Kesetimbangan reaksi kimia

      Read More
      Rino Safrizal
      Jejaring Kimia Updated at: Januari 30, 2016

      Januari 13, 2016

      Alfred Nobel Sang Penemu Dinamit (Nitrogliserin) dan Sejarah Penghargaan Nobel

      Januari 13, 2016
      Materi Kimia - Pada tanggal 5 Oktober 2010, dua Ilmuan Rusia mendapatkan penghargaan nobel (Nobel Prize) bidang Fisika atas temuanya dalam mengisolasi graphene. Graphene sendiri merupakan susunan atom karbon dalam kerangka heksagonal yang menyerupai sarang lebah yang membentuk satu lembaran setipis satu atom (Eko Widiatmoko, dalam penelitiannya tentang Graphene: Sifat, Pabrikasi, dan Aplikasinya).

      Yang akan saya jelaskan di sini adalah asal muasal penemuan nitrogliserin (atau sekarang dikenal dengan dynamite) dengan penghargaan nobel yang sering kita dengar.

      Penemuan Dynamite

      penemu dinamit
      Pada awalnya, nitrogliserin cair (C3H5O9N3) telah digunakan sebagai bahan peledak. Karena wujudnya yang cair, senyawa ini bersifat sangat tidak stabil dan mudah sekali meledak ketika mendapat tekanan atau getaran.

      Adalah seorang ilmuan bernama Alfred Nobel (1833-1896), San Remo, Stockholm, Swedia mencoba mencari solusi atas masalah ini dengan melakukan percobaan (1862) di laboratorium milik ayahnya Immanuel Nobel dengan bahan peledak cair nitrogliserin. Namun hasilnya tidak memuaskannya. Ia pun berupaya mencari bahan-bahan yang lebih efektif yang bisa "menjinakkan" sifat unsur kimia nitrogliserin.

      Lewat berbagai eksperimen yang Ia lakukan, akhirnya Alfred Nobel menemukan suatu cara agar nitrogliserin dapat dijinakkan. Wadah nitrogliserin harus dikungkung dalam sejenis tanah liat atau disebut kieselguhr untuk mencegah goncangan. Nobel mengamati bahwa cairan nitrogliserin yang bocor dari wadah dan diserap oleh kieselguhr bersifat lebih stabil dan tidak terlalu sensitive terhadap goncangan.

      Dari sini ia menyebutnya sebagai powdery mixture dynamite (campuran serbuk dinamit). Ia lalu mematenkan temuannya pada tahun 1867. Atas temuannya ini, Alfred Nobel menjadi orang kaya raya. Dynamite ternyata sangat diminati oleh pasar. Para pelaku pertambangan, konstruksi dan militer melakukan pemesanan besar-besaran. Otomasis, Nobel memperoleh keuntungan dari penjualan dinamitnya ini. Karena permintaan dynamite yang tinggi, Nobel membangun pabriknya di beberapa Negara di dunia.

      Penghargaan Nobel

      Sepertinya Alfred Nobel tidak pernah memperkirakan sebelumnya, bahwa apa yang telah ia temukan membawa malapetaka bagi sebagian umat manusia. Seorang Alfred Nobel yang cinta akan perdamaian merasa terpukul sekali dengan penggunaan dynamite yang disalahgunakan oleh beberapa pihak. Dynamite justru digunakan untuk tujuan perang dan menghancurkan umat manusia.

      Nobel sendiri sebenarnya bukan tidak pernah kena batunya. Ketika melakukan ekpserimen dinamitnya, Ia harus kehilangan sang Adik Emil, menewaskan empat pekerja lainnya, melukai Ayahnya Immanuel Nobel dan saudaranya, serta meluluhlantakkan laboratorium milik ayahnya.Pernyataan Nobel yang dipublikasikan pada 1888 sebelum wafatnya di sebuah surat kabar Prancis menyatakan bahwa dia mengutuk penemuan dinamitnya sehingga membuat dirinya memutuskan untuk meninggalkan sejumlah warisan bagi dunia seusai kematiannya. Pernyataan yang ditulis di surat kabar tersebut menyatakan “le marchand de la mort est mort” (Pedagang Kematian Meninggal) dan lebih lanjut menuliskan, "Dr. Alfred Nobel yang telah menjadi kaya raya menemukan sejumlah cara untuk membunuh manusia lebih cepat dari yang pernah ada sebelumnya itu, kemarin telah meninggal dunia."

      Pada 27 November 1895 di Klub Swedia-Norwegia di Paris, Nobel menandatangani wasiat dan pernyataan terakhirnya dengan membentuk Hadiah Nobel untuk diberikan setiap tahunnya tanpa ada perbedaan bangsa. Nobel wafat terkena stroke pada 10 Desember 1896 di Sanremo, Italia. Jumlah yang disisihkan untuk yayasan Hadiah Nobel adalah sekitar 31 juta kronor (4.200.500 USD).

      Tiga kategori pertama dari hadiah ini diberikan untuk bidang fisika, kimia dan kedokteran atau fisiologi, yang keempat untuk bidang kesusasteraan dan yang kelima diberikan pada orang atau masyarakat yang mengabdikan dirinya demi perdamaian. Begitulah sejarah seorang Alfred Nobel, sang penemu dan sang pemberi penghargaan nobel yang kita kenal sekarang.

      Beberapa informasi saya peroleh dari buku, artikel ilmiah online, dan situs indotoplist.com
      Read More
      Rino Safrizal
      Jejaring Kimia Updated at: Januari 13, 2016

      Post Top Ad