Desember 2015 - Jejaring Kimia

Hot

Post Top Ad

Desember 30, 2015

Mengenal Jenis dan Fungsi Peralatan Gelas pada Laboratorium Kimia (Bagian II)

Desember 30, 2015

11. Labu Leher Tiga (Three neck Rounded Flask)

Labu alas bulat leher tiga merupakan peralatan yang sering dipakai di laboratorium kimia organic dan biokimia. Alas labu berbentuk lubat dan mempunyai leher sebanyak tiga buah. Labu ini sering digunakan pada proses destilasi. Pada masing-masing leher biasa digunakan untuk thermometer, memasukkan bahan kimia yang akan didestilasi dan jalan uap cairan yang akan dilewatkan pada gelas pendingin.

Labu leher tiga mempunya beberapa kapasitas mulai dari 100 ml sampai dengan 2000 ml.

12. Labu Destilasi (Destillation Flask)

Labu destilasi hamper sama dengan labu alas bulat leher tiga tetapi mempunyai pipa kea rah sisi yang akan disambungkan dengan alat gelas pendingin pada saat digunakan untuk keperluan destilasi.

Labu destilasi mempunya beberapa ukuran dari 100 ml sampai dengan 1000 ml.

13. Labu Penyaring (Filtration Flask)

Labu penyaring mempunyai bentuk yang mirip dengan Erlenmeyer tetapi terdapat pipa di sisi atas pada lehernya. Labu penyaring sering digunakan untuk penyaringan Buchner berpasangan dengan corong Buchner dan pompa vakum (pompa penghisap).

Kapasitas yang tersedia untuk labu penyaring mulai dari 100 ml sampai dengan 2000 ml.
Baca juga, Mengenal Jenis dan Fugnsi Peralatan Gelas pada Laboratorium Kimia (Bagian I)

14. Labu Kjeldahl (Kjeldahl Flask)

Labu kjeldahl terbuat dari bahan gelas atau pyrex berbentuk seperti labu alas bulat tetapi mempunyai leher yang panjang. Lagu kjeldahl digunakan untuk destruksi bahan makanan pada proses penentuan kadar protein. Labu kjeldahl dikhususkan untuk desktruksi makanan yang berbentuk padatan bukan cair.

Adapun kapasitas labu kjeldahl mulai dari ukuran 10 ml sampai dengan 800 ml.

15. Pendingin Leibig (Leibig Condenser)

Pendingin leibig merupakan peralatan yang sering dipakai pada laboratorium kimia organic dan biokimia. Pendingin leibig mempunyai bentuk menyerupai pipa lurus dan rata yang dibungkus pipa lain yang lebih besar. Kegunaan pendingin leibig adalah sebagai pengembun dalam proses destilasi cairan dengan titik didih di bawah 100oC.

Kapasitas pendingin leibig yang tersedia mulai dari ukuran 150 mm sampai dengan 900 mm.

16. Pendingin Bola (Bulb Condenser)

Pendingin bola menyerupai pendingin leibig tetapi pada bagian dalam berbentuk gelembung seperti bola. Pendingin bola terbuat dari gelas yang tembus cahaya (opaque) sama halnya dengan pendingin leibig. Kegunaan dari pendingin bola adalah untuk proses refluks. Proses refluks adalah proses pemanasan untuk mempercepat reaksi kimia, akan tetapi kuantitas senyawa kimia dijaga agar tidak hilang karena penguapan. Pendingin bola yang dipasang pada proses refluks memungkinkan senyawa cair yang menguap akan terembunkan dan kembali ke labu pemanasan.

Adapun kapasitas pendingin bola mulai dari ukuran 200 mm sampai dengan 900 mm.

17. Pendingin Ulir (Coil Destilate)

Pendingin ulir mempunyai bentuk pipa yang berulir di dalam pipa pendingin. Pendingin ulir ini digunakan untuk proses refluks senyawa yang mempunyai titik didih tinggi mendekati suhu 100oC. Pendingin ulir menggunakan media air sebagai pendinginan sama halnya dengan pendingin bola dan leibig.

Adapun kapasita pendingin ulir mulai dari ukuran 150 mm sampai dengan 600 mm.

18. Pendingin Udara (Air Condenser)

Pendingin udara merupakan peralatan gelas yang menyerupai pipa biasa dan digunakan untuk proses destilasi senyawa yang mempunyai titik didih rendah. Alat ini menggunakan udara sebagai pendingin.

Ukuran pendingin udara yang tersedia mula dari 400 mm sampai dengan 1000 mm.

19. Pipet Volume (Volumetric Pipette)

Pipet volume atau sering juga disebut sebagai pipet gondok merupakan perlengkapan gelas yang berbentuk pipa tetapi terdapat cembungan pada tengah-tengah batang pipa tersebut. Pada bagian batang pipa bagian atas terdapat tanda batas cairan sedangkan pada bagian cembungan terdapat angka yang menyatakan volume pipet tersebut. Kegunaan pipet volume adalah untuk mengambil dan memindahkan cairan dengan volume tertentu yang tertera pada batang pipet gondok tersebut.

Pipet volume tersedia beberapa ukuran mulai dari 1 ml sampai dengan 100 ml.

20. Pipet Ukur (Graduated Pipette)

Pipet ukur merupakan alat gelas menyerupai pipa dengan salah satu ujungnya menyempit. Terdapat skala pada bagian batangnya. Pipet ukur berfungsi untuk menambahkan zat cair dengan volume tertentu yang dapat dilihat dari skala pada saat penambahan cairan tersebut.

Pipet ukur mempunyai beberapa kapasitas mulai dari 0,1 ml sampai dengan 25 ml.
Read More
Rino Safrizal
Jejaring Kimia Updated at: Desember 30, 2015

Identifikasi Unsur Halogen di Alam

Desember 30, 2015
Materi Kimia – Dalam system periodik unsur-unsur halogen terletak pada golongan VIIA, yaitu mempunyai 7 elektron valensi pada kulit terluarnya sehingga sangat reaktif. Unsur halogen tidak ditemukan dalam bentuk bebasnya melainkan terikat dengan unsur lain atau dengan unsur halogen itu sendiri, seperti flourin F2, klorin Cl2, bromin Br2, dan Iodin I2, dan astatin bersifat radioaktif.

Berikut dijabarkan secara ringkas identifikasi unsur halogen di alam:

Identifikasi Fluorin

Identifikasi fluorin dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain sebagai berikut:
  • Fluorin dalam air berwarna kuning muda
  • Fluorin dengan air bereaksi hebat karena air terbakar di dalam fluorin
  • Fluorin dalam gas hydrogen berekasi hebat yang disertai ledakan

Identifikasi Klorin

Identifikasi klorin dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain sebagai berikut:
  • Klorin di dalam air berwarna hijau muda
  • Klorin dalam air tidak melarut sempurna dan reaksinya lambat
  • Klorin dan gas hydrogen bereaksi cepat dan jika dikenai sinar ultraviolet akan mengakibatkan ledakan karena terjadi reaksi berantai
Baca juga, Reaksi-reaksi Halogen.

Identifikasi Bromin

Identifikasi bromin dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain sebagai berikut:
  • Bromin dalam air berwarna cokelat kemerahan
  • Bromin dalam air tidak melarut sempurna dan reaksinya lambat
  • Bromin dengan gas hydrogen bereaksi lambat
Baca juga, Reaksi identifikasi alkohol primer, sekunder, dan tersier

identifikasi unsur halogen

Identifikasi Iodin

Identifikasi iodin dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain sebagai berikut:
  • Iodin di dalam air berwana cokelat
  • Iodin tidak larut dan bereaksi dengan air
  • Reaksi iodin dengan gas hydrogen berlangsung lambat
Baca juga, Reaksi-reaksi unsur halogen di alam
Read More
Rino Safrizal
Jejaring Kimia Updated at: Desember 30, 2015

Senyawa yang Mengandung Unsur Logam Alkali dan Alkali Tanah

Desember 30, 2015
Materi Kimia – Logam alkali dan alkali tanah bersifat reaktif sehingga tidak ditemukan dalam bentuk murni melainkan dalam bentuk senyawa. Senyawa logam alkali dan alkali tanah dapat ditemukan pada mineral silikat, klorida, nitrat, maupun karbonat.

Berikut beberapa senyawa yang yang mengandung unsur logam alkali dan alkali tanah.
  • Litium terdapat dalam senyawa Li2CO3 sebagai bahan campuran dalam pengolahan aluminium
  • Natrium terdapat dalam senyawa NaCl, Na2CO3, NaOH, Na2SO4, Na2SO3, NaNO2, NaNO3, NaHCO3, dan lain-lain
  • Kalium terdapat dalam senyawa KO2, KOH, KCl, KNO3, K2CO3, dan lain-lain
  • Rubidium terdapat dalam filament sel fotolistrik yang mengubah energy cahaya menjadi energy listrik
  • Berilium terdapat dalam logam paduan agar lebih kuat dan ringan
  • Magnesium terdapat dalam senyawa MgO, Mg(OH)2, MgSO4, C2H5MgBr, dan lain-lain. Magnesium juga terdapat dalam paduan logam (aliase), terutama paduan magnesium dengan aluminium sebagai bahan konstruksi pesawat terbang dan mobil
  • Kalsium terdapat dalam kapur CaO, Ca(OH)2, CaCO3, CaSO4, CaC2, dan lain-lain
  • Stronsium terdapat dalam pemberi nyala api mercusuar dan pembuat cahaya merah pada kembang api
  • Barium terdapat dalam senyawa Ba(NO3)2, BaSO4, dan lain-lain.
Baca juga, senyawa/produk yang mengandung unsur halogen dan gas mulia.
Read More
Rino Safrizal
Jejaring Kimia Updated at: Desember 30, 2015

Desember 26, 2015

Senyawa yang Mengandung Unsur Halogen dan Gas Mulia

Desember 26, 2015
Materi Kimia – Unsur halogen merupakan unsur nonlogam paling reaktif sehingga halogen tidak ditemukan dalam keadaan bebas di alam. Unsur halogen memiliki elektron valensi yang terdiri dari fluorin, klorin, bromin, iodin, dan astatin. Halogen ditemukan di alam dalam bentuk senyawanya.

Beberapa senyawa atau produk yang mengandung unsur halogen adalah sebagai berikut:
  • Flourin terdapat dalam senyawa Freon seperti CCl2F2 dan plastik tahan panas yang dikenal dengan teflon, bentuk polimer dari C2F4
  • Klorin terdapat dalam senyawa pestisida seperti DDT, aldrin, dan dieldrin. Klorin juga terdapat dalam produk polimer seperti PVC (poli vinil klorida), yaitu bentuk polimer dari vinil klorida CH2CHCl. Klorin  juga terdapat dalam produk pelarut seperti karbon tetraklorida CCl4
  • Bromin terdapat dalam senyawa etilen dibromida C2H4Br2, sebuah komponen bensin etil pengganti senyawa timbal yang berfungsi sebagai zat anti ketukan (antiknock)
  • Iodin terdapat dalam senyawa iodoform CHI3, zat berwarna kuning dan mempunyai bau khas dan digunakan sebagai obat antiseptic untuk luka.
    Baca juga, Senyawa yang Mengandung Unsur Logam Alkali dan Alkali Tanah
    Unsur yang termasuk gas mulia adalah helium, neon, argon, krypton, xenon, dan radon. Gas mulia pada system periodik modern terletak pada golongan VIIIA. Unsur-unsur gas mulia sangat sukar bereaksi dengan unsur lain karena electron valensi yang dimiliki sudah penuh.

    Adapun senyawa/produk yang mengandung unsur gas mulia adalah sebagai berikut:
    • Krypton terdapat dalam garam krypton difluorida KrF2 dan garam kompleks seperti KrFSbF6
    • Xenon terdapat dalam senyawa garamnya seperti NaHXeO4 , CsXeF7, dan Cs2XeF8.
      aldrin
      dieldrin

      DDT
      DDT
      Read More
      Rino Safrizal
      Jejaring Kimia Updated at: Desember 26, 2015

      Mengenal Jenis dan Fungsi Peralatan Gelas pada Laboratorium Kimia (Bagian I)

      Desember 26, 2015
      Jejaring Kimia – Sebagian besar peralatan yang ada di laboratorium kimia terbuat dari bahan gelas/kaca sehingga penting sekali bagi kita untuk mengetahui jenis dan fungsi dari peralatan tersebut untuk menghindari kesalahan penggunaan dan terjadinya kecelakaan kerja pada saat melakukan praktikum.

      Berikut akan di sajikan beberapa jenis dan fungsi peralatan gelas yang ada di laboratorium kimia.

      jenis dan fungsi peralatan gelas
      1. Adaptor (Adapter)

      Adaptor adalah salah satu peralatan yang terbuat dari gelas dengan bentuk melengkung. Adaptor merupakan salah satu komponen /seperangkat peralatan destilasi sebagai penyambung pipa pendingin (condenser).

      Ujung adaptor yang  besar dihubungkan dengan ujung pipa pendingin, sedangkan ujung kecil dimasukkan ke dalam wadah/gelas penampung destilat.

      Kapasitas adaptor berbagai macam, yaitu:
      • panjang 60 mm, dengan ukuran socket 14/23 mm
      • panjang 95 mm, dengan ukuran socket 19/26 mm
      • panjang 120 mm, dengan ukuran socket 19/26 mm
      • panjang 200 mm, dengan ukuran socket 24/26 mm

      jenis dan fungsi peralatan gelas
      2. Buret (Burette)

      Buret adalah peralatan gelas yang bentuknya silidris memanjang yang mempunyai skala mm pada bagian luarnya dan terdapat kran pada sisi bawahnya. Buret sering digunakan pada titrasi asam basa. Buret digunakan untuk menambahkan larutan pereaksi di mana volume penambahan harus diketahui/dicatat.

      Kapasitas buret yang tersedia adalah:
      • ukuran 10 ml dengan sub skala 0,05 ml
      • ukuran 25 ml dengan sub skala 0,1 ml
      • ukuran  50 ml dengan sub skala 0,1 ml
      • ukuran 100 ml dengan sub skala 0,2 ml

      jenis dan fungsi peralatan gelas
      3. Botol Tetes (Dropping Bottle)

      Botol tetes terbuat dari gelas tetapi ada juga yang terbuat dari plastic tahan bahan kimia yang dilengkapi dengan penutup yang terbuat dari polietilen dan juga alat tetes. Botol tetes sering digunakan dalam laboratorium kimia analisis. Kegunaan botol tetes adalah untuk menyimpan larutan indicator yang biasanya digunakan dalam proses analisis kuantitatif dengan titrasi.

      Adapun kapasitas botol tetes yang tersedia adalah ukuran 30 ml, 60 ml, 125 ml, dan 250 ml.
      Baca juga, Mengenal Jenis dan Fugnsi Peralatan Gelas pada Laboratorium Kimia (Bagian II)

      jenis dan fungsi peralatan gelas
      4. Corong Buchner (Buchner Funnel)

      Corong bucher adalah peralatan laboratorium kimia yang digunakakan untuk penyaring dengan dipasangkan pada labu penyaring dan pompa penghisap (vacuum pump). Corong  Buchner dapat menyaring dengan cepat dibandingkan dengan corong gelas.

      Corong Buchner memiliki alas dalam datar dan terdapat pori-pori. Pada saat akan melakukan penyaringan maka pada permukaan alas dalam ini diberi kertas saring yang sudah dipotong berbentuk bulat seperti alas tersebut.

      jenis dan fungsi peralatan gelas
      5. Desikator (Desicator)

      Desikator merupakan salah satu peralatan yang sering digunakan di laboratorium kimia anorganik.

      Desikator berfungsi untuk melakukan pengeringan bahan kimia dengan menggunakan zat higroskopis (zat yang dapat menyerap uap air dari udara). Tempat bagian bawah digunakan untuk meletakkan zat higroskopis tersebut.

      jenis dan fungsi peralatan gelas
      6. Erlenmeyer (Erlenmeyer Flask/Conical Flash)

      Erlenmeyer merupakan salah satu alat gelas yang sering digunakan dalam laboratorium. Bentuk leher Erlenmeyer yang sempit berfungsi untuk mengurangi penguapan zat cair dalam pemanasan dan mencegah zat cair tumpah ketika dilakukan pengadukan. Erlenmeyer biasanya digunakan untuk analisis kuantitatif secara volumetri (titrasi) bersamaan dengan buret. Pada sisi luar tabung Erlenmeyer terdapat skala yang menunjukkan perkiraan volum cairan.

      Terdapat berbagai macam ukuran Erlenmeyer mulai dari ukuran 25 ml sampai dengan ukuarn 5000 ml.

      jenis dan fungsi peralatan gelas
      7. Gelas Beker/Gelas Piala (Beker Glass)

      Gelas beker juga banyak digunakan di laboratorium kimia. Gelas beker digunakan untuk melarutkan suatu padatan/kristal, untuk mencampurkan cairan, untuk memanaskan larutan, dan dapat juga digunakan untuk mengukur volume kasar suatu zat cair  atau larutan tertentu.

      Gelas beker berbentuk silinder dengan alas datar. Gelas beker yang dapat dipanaskan haruslah terbuat dari bahan pyrex karena tahan panas sampai suhu 150oC dan tidak mudah retak.

      Terdapat berbagai macam ukuran gelas beker mulai dari 25 ml sampai dengan ukuarn 5000 ml.

      jenis dan fungsi peralatan gelas
      8. Gelas Ukur

      Gelas ukur berbentuk pipa yang terbuat dari kaca dan/ plastic yang mempunyai kaki/dudukan sehingga dapat ditegakkan. Pada bagian atas gelas ukur terdapat bibir tuang yang berfungsi untuk menuangkan cairan atau larutan sedangkan bagian badan tabung terdapat skala ukur. Gelas ukur berfungsi untuk mengukur suatu cairan dan/ larutan dengan volume tertentu yang tidak memerlukan ketelitian tingkat tinggi.

      Gelas ukur mempunyai beberapa kapasitas mulai dari ukuran 5 ml sampai dengan 2000 ml.

      9. Kolom Kromatografi (Chromatography Column)

      Kolom kromatografi merupakan alat yang berbentuk pipa lurus dengan atau tanpa kran bada bagian bawahnya, yang berfungsi untuk memisahkan dua campuran senyawa atau lebih dengan cara melewatkan pada kolom tersebut.

      jenis dan fungsi peralatan gelas
      10. Labu Takar (Volumetric Flash)

      Labu takar merupakan peralatan yang banya digunakan pada laboratorium kimia analisis.  Labu takar berbentuk alas bulat dengan leher panjang dan mulut sempit. Pada leher tabung terdapat garis batas yang menunjukkan volume sesuai dengan yang tertera pada labu takar tersebut. Labu takar dilengkapi dengan penutup yang terbuat dari polietilen maupun gelas.

      Labu takar berfungsi untuk melakukan pengenceran sampai dengan volume tertentu sebagaimana tertera pada labu takar tersebut. Pembacaan volume larutan dilakukan pada tanda yang melingkar pada leher dengan membaca meniscus.

      Labu takar mempunya beberapa kapasitas mulai dari 5 ml sampai dengan 2000 ml. 
      Read More
      Rino Safrizal
      Jejaring Kimia Updated at: Desember 26, 2015

      Ping Blog: Cara Promosi yang Dapat meningkatkan Posisi Blog Anda

      Desember 26, 2015
      Tips Blogger - Kalau kita punya sebuah toko yang menjual berbagai jenis barang, pastinya kita ingin sekali tokoh kita tersebut diketahui banyak orang. Caranya gimana? Tentunya dengan melakukan promosi. Beberapa tehnik promosi yang bisa dilakukan diantaranya dengan memasang iklan di berbagai media cetak, elektronik, maupun radio sehingga orang lain bisa tau apa aja isi dari toko kita, dan letak toko kita tersebut. Tehnik promosi barang dan jasa yang kita punya sangat menentukan keberhasilan jenis usaha yang kita rintis. Begitu juga dengan promosi blog.

      Kaitan dengan ping blog ini apaan ya ?

      Tentunya ada kaitan antara perdagangan konvensional (dunia nyata) dengan perdagangan e-commerce (dunia maya) yang tokonya berupa blog atau web. Kaitan antara keduanya adalah sama-sama butuh promosi. Salah satu tehnik promosi jitu yang diperlukan para blogger untuk memperbanyak pengunjung toko atau blog.

      Ping blog, sama halnya seperti submit ke Search Engine. Cuma kalau kita submit url blog ke search engine cukup sekali, beda halnya dengan ping blog, harus beberapa kali.

      Lalu kapan dan bagaimana kita melakukan ping blog ?
      1. ketika Anda telah mengupdate content blog Anda
      2. mengisi url, title blog, Url RSS (optional)
      3. lakukan ping blog di berbagai situs yang melayani ping blog
      4. jika Anda tidak melakukan update, tp sering melakukan ping blog, maka blog Anda bisa di anggap spam
      5. lakukan sewajarnya dan seperlunya saja
      Situs apa saja yang melayani ping blog? Berikut ada beberapa layanan yang sering dipakai oleh para blogger untuk melakukan ping blog:
      1. Google Ping
      2. www.pingomatic.com
      3. www.mypagerank.net
      4. www.autopinger.com
      5. www.pingmyblog.com
      Read More
      Rino Safrizal
      Jejaring Kimia Updated at: Desember 26, 2015

      Post Top Ad