Tanya Jawab tentang Tugas dan Fungsi Tutor Paket A, B, dan C

1. Mata pelajaran apakah yang diakui sebagai ekuivalensi kegiatan pembelajaran/pembimbingan dalam pendidikan kesetaraan?

Mata pelajaran yang sesuai dengan sertifikat pendidik yang dimiliki oleh guru mata pelajaran tertentu.

2. Mata pelajaran apakah yang mendapat pengakuan ekuivalensi?

Mata pelajaran di SMP meliputi
  • Bahasa Indonesia,
  • Ilmu PengetahuanAlam,
  • Matematika,
  • Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan,
  • Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan,
  • Seni Budaya, dan
  • TIK.
Mata pelajaran di SMAmeliputi
  • Geografi,
  • Matematika,
  • Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan,
  • Sejarah, dan
  • TIK.
Mata pelajaran di SMK meliputi
  • Bahasa Indonesia,
  • Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan,
  • Sejarah, dan
  • TIK/Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi (KKPI).

3. Berapa jumlah kegiatan/kelas/kelompok/orang yang diakui sebagai jam ekuivalensi?

Jumlah kegiatan/kelas/kelompok/orang yang diakui sebagai jam ekuivalensi adalah berdasarkan jam pelajaran per minggu sesuai dengan mata pelajaran yang diampunya.

4. Berapa ekuivalensi beban kerja per minggu?

Sesuai dengan alokasi jam pelajaran per minggu, maksimal 6 jam pelajaran.

5. Bukti fisik apa yang diperlukan untuk perhitungan ekuivalensi?

Bukti fisik yang diperlukan adalah:
  • SK mengajar sebagai tutor.
  • Jadwal kegiatan yang ditandatangani oleh kepala PKBM/SKB.
  • Laporan pelaksanaan tugas sebagai tutor.

Tanya Jawab tentang Tugas dan Fungsi Pembina Ekstrakurikuler

1. Apakah yang dimaksud Kegiatan Ekstrakurikuler?

Kegiatan Ekstrakurikuler adalah kegiatan kurikuler yang dilakukan oleh peserta didik di luar jam belajar kegiatan intrakurikuler dan kegiatan kokurikuler, di bawah bimbingan dan pengawasan satuan pendidikan, bertujuan untuk mengembangkan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerjasama, dan kemandirian peserta didik secara optimal untuk mendukung pencapaian tujuan pendidikan.

Kegiatan ekstrakulikuler hendaknya dirancang sebagai sebuah kegiatan yang menjadikan peserta didik memiliki ruang yang cukup untuk mengekspresikan kegiatan-kegiatan yang positif khususnya berkaitan dengan pelestarian budaya setempat agar sikap kreasi dan produktivitas peserta didik lebih terarah.

Melalui kegiatan ekstrakurikuler juga diarahkan agar peserta didik dapat mengelola kekayaan budaya lokal, mengekspresikan kegiatan sesuai dengan kekinian (misalnya penggunaan teknologi informasi dan komunikasi), dan hidup lebih mandiri sesuai dengan minat dan bakatnya. Melalui kegiatan ekstrakurikuler, peserta didik tidak diajari menjadi ilmuwan saja, tetapi lebih menekankan kepada pembentukan karakter yang lebih sesuai dengan kondisi dan situasi peserta didik khususnya dalam pelestarian budaya, penyesuaian dengan kemajuan zaman, dan menjadikan peserta didik lebih mandiri.

2. Apa saja bentuk Kegiatan Ekstrakurikuler?

Pembinaan peserta didik dalam kegiatan ekstrakurikuler dapat dijadikan wahana untuk lebih mengenalkan peserta didik kepada pendidikan karakter (character building), pengembangan ilmu dan pengetahuan yang lebih praktis dan tepat guna, pembinaan olah raga, pembentukan kepribadian, dan tentu saja pelestraiaan budaya bangsa. Secara rinci kegiatan ekstrakurikuler hendaknya berfokus pada hal-hal berikut ini.

Krida, misalnya: Kepramukaan, Latihan Kepemimpinan Siswa (LKS), Palang Merah Remaja (PMR), Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra), dan lainnya; Karya ilmiah, misalnya: kegiatan ilmiah remaja (KIR), kegiatan penguasaan keilmuan dan kemampuan akademik, penelitian, dan lainnya; Latihan olah-bakat latihan olah-minat, misalnya: pengembangan bakat olahraga, seni dan budaya, pecinta alam, jurnalistik, fotografi, teater, debat, bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya, teknologi informasi dan komunikasi, rekayasa, dan lainnya; Keagamaan, misalnya: pesantren kilat, ceramah keagamaan, baca tulis alquran, retreat, perayaan idul qurban, penyiapan sesaji untuk keperluan perayaan galungan dan kuningan, persiapan perayaan waisak, dan lain-lain; Bentuk kegiatan lainnya, seperti penyiapan lomba Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N), cerdas cermat empat pilar negara, dan lain-lain

3. Apakah Lingkup Kegiatan Ekstrakurikuler?

Lingkup kegiatan ekstrakurikuler meliputi:
  • Individual, yakni kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti oleh peserta didik secara perorangan.
  • Berkelompok, yakni kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti oleh peserta didik secara:
  • Berkelompok dalam satu kelas (klasikal). d. Berkelompok dalam kelas parallel
  • Berkelompok antar kelas.

4. Bagaimana tahapan Pengembangan Kegiatan Ekstrakurikuler pilihan di satuan pendidikan?

Tahapan Pengembangan Kegiatan Ekstrakurikuler melalui: (1) analisissumber daya yang diperlukan dalam penyelenggaraan kegiatan ekstrakurikuler; (2) identifikasi kebutuhan, potensi, dan minat peserta didik; (3) menetapkan bentuk kegiatan yang diselenggarakan; (4) mengupayakan sumber daya sesuai pilihan peserta didik atau menyalurkannya ke satuan pendidikan atau lembaga lainnya; (5) menyusun Program Kegiatan Ekstrakurikuler.

5. Komponen apa saja yang terdapat dalam Program Kegiatan Ekstrakurikuler?

Komponen Program Kegiatan Ekstrakurikuler sekurang-kurangnya memuat:
  • rasional dan tujuan umum;
  • deskripsi setiap Kegiatan Ekstrakurikuler;
  • pengelolaan;
  • pendanaan; dan 
  •  evaluasi

6. Bagaimana penyusunan jadwal Kegiatan Ekstrakurikuler?

Penjadwalan kegiatan ekstrakurikuler pilihan dirancang di awal tahun pelajaran oleh pembina di bawah bimbingan kepala sekolah/ atau wakil kepala sekolah. Jadwal kegiatan ekstrakurikuler diatur agar tidak menghambat pelaksanaan kegiatan intra dan kokurikuler.

7. Komponen apa saja dalam menyusun jadwal kegiatan ekstrakurikuler?

Jadwal kegiatan ekstrakurikuler terdiri dari jadwal latihan rutin dan jadwal yang bersifat insidental
Jadwal latihan rutin
Jadwal yang bersifat insidental sesuai dengan kebutuhan.

8. Penilaian seperti apa yang dilakukan dalam kegiatan ekstrakurikuler?

Penilaian kegiatan ekstrakurikuler berupa penilaian dan dideskripsikan dalam raport. Kriteria keberhasilannya meliputi proses dan pencapaian kompetensi peserta didik.

9. Unsur apa saja yang terlibat dalam pengembangan Kegiatan Ekstrakurikuler?

Unsur-unsur yang terlibat dalam pengembangan kegiatan ekstrakurikuler adalah:
  • Satuan Pendidikan,
  • Komite Sekolah
  • Orangtua,
  • Dunia usaha dan dunia industri.

10. Berapa banyak Kegiatan Ekstrakurikuler bagi guru mata pelajaran terkait ekuivalensi?

Bagi guru yang memilih untuk membina kegiatan ekstrakurikuler sebagai ekuivalensi kegiatan pembelajaran/pembimbingan untuk memenuhi beban mengajar minimal 24 jam tatap muka per minggu, guru yang bersangkutan maksimal melaksanakan tiga kegiatan ekstrakurikuler yang berbeda sesuai dengan kemampuannya.

11. Berapa jam yang diakui bagi guru mata pelajaran yang membina kegiatan ekstrakurikuler?

Guru mata pelajaran yang membina kegiatan ekstrakurikuler sebagai bagian dari pemenuhan beban mengajar guru dengan beban mengajar paling banyak 2 (dua) jam pelajaran per minggu.

Tanya Jawab tentang Tugas dan Fungsi Guru Piket

1. Berapa jumlah minimal dan maksimal guru piket yang diperbolehkan? dan rasio perhitungannya?

Ekuivalensi guru piket adalah 1 jam pelajaran.
Satuan pendidikan dapat mengangkat guru piket berdasarkan rombongan belajar.
  • 1 rombongan belajar sampai dengan 9 rombongan belajar diangkat satu guru piket
  • 10 rombongan belajar sampai dengan 18 rombongan belajar diangkat dua guru piket
  • 19 rombongan belajar sampai dengan 27 rombongan belajar diangkat tiga guru piket
  • Lebih dari 27 rombongan belajar diangkat 4 guru piket.

2.Adakah kriteria tertentu yang dijadikan dasar untuk menentukan guru piket selain kekurangan beban mengajar akibat Kurikulum 2013 kembali ke Kurikulum Tahun 2006 ?

Tidak ada kriteria, khusus yang penting sehat jasmani dan rohani dan dapat bertugas penuh dalam 1 hari sesuai jadwal

3. Adakah format isian yang diperlukan untuk ekuivalensi?

Ada.
Format isian ekuivalensi dapat dilihat dan diunduh pada laman Direktorat PTK terkait

4. Bagaimana cara menghitung jam piket untuk dapat diekuivalensi?

Jam piket dihitung dari jam pertama sampai dengan jam terakhir (sesuai jadwal yang berlaku di sekolah) minimal 1 hari dalam seminggu.

5. Jika kekurangan beban mengajar 5 jam, dapatkah kekurangan ini diatasi dengan 5 hari sebagai guru piket?

Tidak bisa, yang diakui adalah pelaksanaan tugas piket 1 hari atau lebih dalam seminggu yang dihitung dalam satu bulan, kemudian baru diekuivalensikan dengan 1 jam mengajar.

6. Berapa lama masa berlaku SK Guru Piket?

SK berlaku selama 1 (satu) semester.

7. Dapatkah diperhitungkan sebagai ekuivalensi, jika guru tidak dapat menjalankan tugas sebagai guru piket sehari penuh sesuai dengan jadwal piket (dari jam pertama sampai jam terakhir)?

Tidak dapat diekuivalensikan.
Proses Ekstraksi Logam Alkali Tanah

Proses Ekstraksi Logam Alkali Tanah

Jejaring Kimia - Logam alkali tanah adalah unsur-unsur gologan IIA yang mempunyai kereaktifan tinggi setelah unsur golongan alkali. Logam alkali tanah dapat diperoleh melalui proses ekstraksi dari senyawanya menggunakan metode reduksi dan metode elektrolisis. Berikut uraian ringkas proses ekstraksi beberapa unsur logam alkali tanah.

Berilium (Be)

Metode reduksi berilium
Sumber utama Be adalah beril [Be3Al2(SiO6)3]. Beril dipanaskan pada suhu 700oC dengan Na2SiF6 untuk menghasilkan BeF2, selanjutnya BeF2 direduksi untuk menghasilkan logam Be.
BeF2 + Mg --> MgF2 + Be (suhu 1.300oC)

Metode Elektrolisis
Be dapat diekstraksi dari lelehan BeCl2 yang telah ditambah NaCl. Penambahan NaCl dikarenakan BeCl2 tidak dapat menghantarkan listrik dengan baik. Reaksinya adalah sebagai berikut:
Katode: Be2+(l) + 2e- --> Be(l)
Anode: 2Cl-(l) --> Cl2(g) + 2e-

Magnesium (Mg)

Metode elektrolisis magnesium
Sumber utama logam Mg adalah air laut. Mg dalam air laut diperoleh dengan mereaksikan air laut dengan CaO.
CaO + H2O --> Ca2+ + 2OH-
Mg2+ + 2OH- --> Mg(OH)2
Selanjutnya, Mg(OH)2 direaksikan dengan HCl untuk membentuk MgCl2
Mg(OH)2 + 2HCl --> MgCl2 + H2O
Mg dapat diperoleh dari elektrolisis lelehan MgCl2 sebagai berikut:
Katode: Mg2+(l) + 2e- --> Mg(l)
Anode: 2Cl-(l) --> Cl2(g) + 2e-

Metode reduksi magnesium (disebut juga proses kalsinasi)
Sumber Mg lainnya adalah dolomit [MgCa(CO3)2]. Dolomit dipanaskan sehingga terbentuk MgO.CaO. Lalu, MgO.CaO dipanaskan dengan FeSi untuk menghasilkan Mg.
2[MgO.CaO] + FeSi --> 2Mg + Ca2SiO4 + Fe

Kalsium (Ca)

Metode elektrolisis logam kalsium
Sumber utama logam kalsium adalah batu kapur (CaCO3). CaCO3 direaksikan dengan HCl untuk membentuk CaCl2 melaui reaksi:
CaCO3 + 2HCl --> CaCl2 + H2O + CO2
Ca dapat diperoleh dari elektrolisis lelehan CaCl2 sebagai berikut:
Katode: Ca2+(l) + 2e- --> Ca(l)
Anode: 2Cl-(l) --> Cl2(g) + 2e-
CaCl2 juga dapat diperoleh sebagai produk samping dari pembuatan Na2CO3 dengan proses solvay

Metode reduksi logam kalsium
Logam Ca juga dapat dihasilkan dari reduksi CaO oleh Al atau reduksi CaCl2 oleh Na.
Reduksi CaO oleh Al: 6CaO + 2Al --> 3Ca + Ca3Al2O6
Reduksi CaCl2 oleh Na: CaCl2 + 2Na --> Ca + 2NaCl

Stronsium (Sr)

Metode elektrolisis stronsium
Sumber utama stronsium adalah selestit (SrSO4). Senyawa ini diproses menjadi SrCl2. Sr dapat diperoleh dari elektrolisis lelehan SrCl2 sebagai berikut:
Katode: Sr2+(l) + 2e- --> Sr(l)
Anode: 2Cl-(l) --> Cl2(g) + 2e-

 

Barium (Ba)

Metode elektrolisis barium
Sumber utama logam barium adalah barit (BaSO4). Senyawa ini diproses menjadi BaCl2. Ba dapat diperoleh dari elektrolisis lelebah BaCl2 sebagai berikut:
Katode: Ba2+(l) + 2e- --> Ba(l)
Anode: 2Cl-(l) --> Cl2(g) + 2e-

Metode reduks barium
Logam barium juga dapat diperoleh dengan reduksi BaO oleh Al dengan reaksi sebagai berikut:
6BaO + 2Al --> 3Ba + Ba3Al2O6

Radium (Ra)

Metode elektrolisis radium
Logam radium diperoleh dari elektrolisis lelehan RaCl2 sebagai berikut:
Katode: Ra2+(l) + 2e- --> Ra(l)
Anode: 2Cl-(l) --> Cl2(g) + 2e-
Di sini digunakan katode Hg yang memberikan senyawa radium amalgam. Logam radium kemudian dipisahkan dari Hg dengan destilasi.

Tanya Jawab tentang Tugas dan Fungsi Pembina OSIS


1. Berapa jumlah pembina OSIS pada setiap satuan pendidikan yang dapat diberikan nilai ekuivalensi?

Ekuivalensi pembina OSIS adalah 1 jam pelajaran.
Ketentuan jumlah pembina OSIS yang diakui sebagai kegiatan ekuivalensi sebagai berikut.
  • 1 rombongan belajar sampai dengan 9 rombongan belajar diangkat satu pembina OSIS.
  • 10 rombongan belajar sampai dengan 18 rombongan belajar diangkat dua pembina OSIS.
  • 9 rombongan belajar sampai dengan 27 rombongan belajar diangkat tiga pembina OSIS.
  • Lebih dari 27 rombongan belajar diangkat 4 Pembina OSIS.

2. Siapa saja yang boleh menjadi Pembina OSIS terkait dengan Ekuivalensi?

Hanya guru yang mengalami kekurangan jam mengajar yang diakibatkan oleh perubahan kurikulum 2013 ke kurikulum 2006.

3. Bagaimana sistematika penyusunan program pembinaan OSIS yang dapat dijadikan bukti fisik?

Sistematika penyusunan program pembinaan OSIS antara lain: Cover, kata pengantar, daftar isi, daftar lampiran, Maksud dan Tujuan, Manfaat, Ruang Lingkup kegiatan, Tempat, Strategi pelaksanaan, Jadwal Kegiatan, Peserta, Indikator Keberhasilan, Pendanaan, Sarana Prasarana yang dibutuhkan, Penutup.

4. Bagaimana sistematika penyusunan laporan hasil kegiatan pembinaan OSIS yang dapat dijadiikan bukti fisik?

Sistematika penyusunan program pembinaan OSIS antara lain: Cover, kata pengantar, daftar isi, daftar lampiran, Maksud dan Tujuan, Manfaat, Ruang Lingkup kegiatan,Tempat, Strategi pelaksanaan, Jadwal Kegiatan, Peserta, Indikator Keberhasilan, Pendanaan, Sarana Prasarana yang dibutuhkan, Hasil Pelaksanaan kegiatan, Dampak Kegiatan, Hambatan pelaksanaan, Solusi atas hambatan pelaksanaan Penutup, Kesimpulan, Rekomendasi, dan Lampiran-lampiran.

5. Bolehkah saya mendapatkan jam tambahan ekuivalensi sebagai Pembina OSIS di satuan pendidikan lain?

Tidak boleh.

6. Mengapa membina OSIS dapat dijadikan salah satu untuk penambahan jam ekuvalensi?

Karena guru Pembina OSIS melakukan bagian dari tugas pokok guru dalam rangka membimbing.

Pembina OSIS biasanya merupakan pihak yang dekat dengan peserta didik dan juga dunia luar di luar lingkungan sekolah. Pembina OSIS bisa menjadi jembatan antara sekolah dengan masyarakat, dunia usaha, dan dunia industri. Dalam hal pengembangan motivasi siswa dalam entrepreneurship misalnya, pembina OSIS dapat melakukan kerjasama dengan dunia usaha dan dunia industri.

Pembina OSIS hendaknya merancang program agar peserta didik memiliki ruang yang cukup untuk mengekspresikan budaya setempat agar sikap kreasi dan produktivitas peserta didik lebih meningkat lagi. OSIS harusnya menjadi salah satu tempat bagi peserta didik untuk dapat hidup mandiri dan mengelola kekayaan budaya lokal baik melalui kegiatan ekstrakurikuler maupun melalui kegiatan lainnya.

Pentingnya Pendidikan Lingkungan Hidup Sebagai Salah Satu Mata Pelajaran di Sekolah

Jejaring Kimia - Manusia terdiri atas pikiran dan rasa dimana keduanya harus digunakan. Rasa menjadi penting digerakkan terlebih dahulu, karena seringkali dilupakan. Bagaimana memulai pendidikan lingkungan hidup? Pendidikan Lingkungan Hidup harus dimulai dari HATI. Tanpa sikap mental yang tepat, semua pengetahuan dan keterampilan yang diberikan hanya akan menjadi sampah semata.

Untuk membangkitkan kesadaran manusia terhadap lingkungan hidup di sekitarnya, proses yang paling penting dan harus dilakukan adalah dengan menyentuh hati. Jika proses penyadaran telah terjadi dan perubahan sikap dan pola pikir terhadap lingkungan telah terjadi, maka dapat dilakukan peningkatan pengetahuan dan pemahaman mengenai lingkungan hidup, serta peningkatan keterampilan dalam mengelola lingkungan hidup

Mengapa budaya cinta lingkungan hidup ini penting dikembangkan melalui dunia pendidikan? Ya, karena jutaan anak bangsa kini tengah gencar menuntut ilmu di bangku pendidikan. Merekalah yang kelak akan menjadi penentu kebijakan mengenai penanganan dan pengelolaan lingkungan hidup yang baik. Menanamkan nilai-nilai budaya cinta lingkungan hidup kepada anak-anak bangsa melalui bangku pendidikan sama saja menyelamatkan lingkungan hidup dari kerusakan yang makin parah. Dan itu harus dimulai sekarang juga. Kemendikbud yang memiliki wewenang untuk menentukan kebijakan harus secepatnya “menjemput bola” agar dunia pendidikan kita mampu melahirkan generasi masa depan yang sadar lingkungan dan memiliki kepekaan terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat dan bangsanya.

Pendidikan lingkungan Hidup (Environmental Education - EE) adalah suatu proses untuk membangun populasi manusia di dunia yang sadar dan peduli terhadap lingkungan total (keseluruhan) dan segala masalah yang berkaitan dengannya, dan masyarakat yang memiliki pengetahuan, keterampilan, sikap dan tingkah laku, motivasi serta komitmen untuk bekerja sama, baik secara individu maupun secara kolektif, untuk dapat memecahkan berbagai masalah lingkungan saat ini, dan mencegah timbulnya masalah baru.

Pendidikan lingkungan hidup dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk membangun ketrampilan yang dapat meningkatkan “kemampuan memecahkan masalah”.

Beberapa ketrampilan yang diperlukan untuk memecahkan masalah adalah sebagai berikut ini.
  • Berkomunikasi: mendengarkan, berbicara di depan umum, menulis secara persuasive,desaingrafis;
  • Investigasi (investigation): merancang survey, studi pustaka, melakukan wawancara, menganalisa data;
  • Ketrampilan bekerja dalam kelompok (group process): kepemimpinan, pengambilan keputusan dan kerjasama.
Pendidikan lingkungan hidup dapat mempermudah pencapaian ketrampilan tingkat tinggi (higher order skill) seperti :
  • Berfikir kritis
  • Berfikir kreatif
  • Berfikir secara integratif
  • Memecahkan masalah.
 Pendidikan lingkungan hidup dapat:
  • Merupakan suatu proses yang berjalan secara terus menerus dan sepanjang hidup, dimulai pada jaman pra sekolah, dan berlanjut ke tahap pendidikan formal maupun non formal
  • Mempromosikan nilai dan pentingnya kerjasama lokal, nasional dan internasional untuk mencegah dan memecahkan masalah-masalah lingkungan; Secara eksplisit mempertimbangkan/memperhitungkan aspek lingkungan dalam rencana pembangunan dan pertumbuhan;
  • Memampukan peserta didik untuk mempunyai peran dalam merencanakan pengalaman belajar mereka, dan memberi kesempatan pada mereka untuk membuat keputusan dan menerima konsekuensi dari keputusan tersebut;
  • Menghubungkan (relate) kepekaan kepada lingkungan, pengetahuan, ketrampilan untuk memecahkan masalah dan klarifikasi nilai pada setiap tahap umur, tetapi bagi umur muda (tahun-tahun pertama) diberikan tekanan yang khusus terhadap kepekaan lingkungan terhadap lingkungan tempat mereka hidup;
  • Membantu peserta didik untuk menemukan (discover) gejala-gejala dan penyebab dari masalah lingkungan;
  • Memberi tekanan mengenai kompleksitas masalah lingkungan, sehingga diperlukan kemampuan untuk berfikir secara kritis dengan ketrampilan untuk memecahkan masalah.
  • Memanfaatkan beraneka ragam situasi pembelajaran (learning environment) dan berbagai pendekatan dalam pembelajaran mengenai dan dari lingkungan dengan tekanan yang kuat pada kegiatan-kegiatan yang sifatnya praktis dan memberikan pengalaman secara langsung (first - hand experience).
Pendidikan lingkungan hidup sangat berpengaruh tehadap kependudukan, diantaranya:

a. Aspek Kognitif

Pendidikan lingkungan mempunyai fungsi terhadap kognitif yakni untuk meningkatkan pemahaman terhadap permasalahan lingkungan kependudukan, selain itu meningkatkan daya ingat, penerapan, analisis, sintesis dan evaluasi terhadap kondisi yang terjadi dalam lingkungan sekitarnya.

b. Aspek Afektif

Sementara itu, Pendidikan lingkungan hidup berfungsi juga dalam aspek afektif, yakni dapat meningkatkan penerimaan, penilaian, pengorganisasian dan
karakteristik kepribadian dalam menata kehidupan dalam keselarasan dengan alam. Sehingga, adanya penataan terhadap kependudukan dilingkungan hidupnya.

c. Aspek Psikomotor

Dalam aspek psikomotor, fungsi Pendidikan Lingkungan Hidup cukup berperan dalam peniruan, manipulasi, ketetapan, artikulasi, dan pengalamiahan dalam tentang lingkungan yang ada disekitar kita, dalam upaya ningkatkan hajanah kebudayaan misalnya.

d. Asepek Minat

Dalam aspek terakhir ini juga, fungsi dari pendidikan lingkungan terhadap kependudukan, yang dalam hal ini adalah penduduknya meningkat dalam minat yang tumbuh dalam dirinya. Minat tersebut, digunakan untuk meningkatkan usaha dalam menumbuhkan kesuksesan kependudukan yang ada.

Proses belajar mengajar sebaiknya dilakukan dengan Pendekatan Lingkungan Alam Sekitar (PLAS). Dasar filosofis mengajar dengan mengimpelementasikan pendekatan lingkungan alam sekitar adalah dari Rousseau dan Pestalozzi.

Jean Jacques Rousseau (1712-1788), mengatakan bahwa kesehatan dan aktifitas fisik adalah faktor utama dalam pendidikan anak-anak. Rousseau percaya bahwa “anak harus belajar langsung dari pengalaman sendiri, dari pada harus mendengarkan dari penjelasan buku”. Disini lingkungan sangat berperan penting dalam proses pembelajaran.

Johann Heinrich Pestalozzi (1716-1827), seorang pendidik berkebangsaan Swiss, dengan konsep “Home School”nya, menjadikan lingkungan alam sekitar sebagai objek nyata untuk memberikan pengalaman pertama bagi anak-anak. Pestalozzi juga mengajarkan ilmu bumi dan alam sekitar kepada anak didiknya dengan fasilitas yang ada dilingkungan sekitarnya dan menanamkan rasa tanggung jawab pada diri anak akan dirinya sendiri juga lingkungan agar tetap seimbang. Tanpa adanya campur tangan manusia, lingkungan hidup belum tentu dapat terawat.

Oleh karena itu pendidikan lingkungan hidup yang terpisah dan tidak di integrasikan dengan mata pelajaran lain diharapkan bisa mengubah perilaku dan pola pandang peserta didik ke arah yang positif terhadap masalah Lingkungan Hidup. Contoh keberhasilan Singapura melahirkan pemimpin - pemimpin yang memiliki kepedulian lingkungan tinggi semata-mata adalah buah manis pengelolaan pendidikan lingkungan hidup secara khusus, mulai dari sekolah dasar hingga menengah.

Referensi
Sumber 1
Sumber 2

Tanya Jawab tentang Tugas dan Fungsi Wali Kelas di Sekolah

1. Kegiatan apa saja yang menjadi tugas wali kelas?

Tugas wali kelas antara lain:
  1. pengelolaan kelas,
  2. berinteraksi dengan orang tua/wali peserta didik,
  3. penyelenggaraan administrasi kelas,
  4. penyusunan dan laporan kemajuan belajar peserta didik,
  5. pembuatan catatan khusus tentang peserta didik,
  6. pencatatan mutasi peserta didik,
  7. pengisian dan pembagian buku laporan penilaian hasil belajar,
  8. dan lain lain tugas kewalikelasan.

2. Kegiatan apa saja yang termasuk dalam pengelolaan kelas?

Kegiatan yang termasuk dalam pengelolaan kelas antara lain:
  1. Memastikan ketersediaan sarana prasana penunjang kelas, diantaranya kelengkapan kelas, jadwal pelajaran, papan tulis, ATK, media pembelajaran, listrik, pengaturan sirkulasi udara, kebersihan dan kesehatan ruangan,
  2. Pembentukan pengurus kelas dan tugas-tugas lainnya disertai rincian tugas dan kewenangannya,
  3. Membuat jadwal piket kelas,
  4. Mengatur posisi duduk peserta didik sesuai dengan karakteristik mereka

3. Apakah yang dimaksud dengan interaksi antara wali kelas dengan orang tua/wali peserta didik?

Hal-hal yang termasuk dalam interaksi antara lain:
  1. Interaksi antara wali kelas dengan orang tua/wali peserta didik adalah pertemuan yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan peserta didik,
  2. Interaksi dapat dilakukan minimal tiga kali pertemuan dalam satu semester.
  3. Selain tiga pertemuan, interaksi dapat juga dilakukan melalui telepon, SMS, media group online (WA, email, BB, line) maupun media cetak (brosur, buletin, majalah dinding kelas),
  4. Pertemuan dapat dilakukan dengan mengundang orang tua/walipeserta didik ke sekolah atau mengunjungi kediaman peserta didik,
  5. Pertemuan dapat dilakukan secara individu, kelompok, atau seluruh orang tua/wali peserta didik.

4. Apa saja yang dibicarakan dalam pertemuan antara wali kelas dengan orang tua/wali peserta didik?

Hal-hal yang dibicarakan dalam pertemuan antara wali kelas dengan
orang tua/wali peserta didik antara lain:
  1. Kegiatan /pertemuan rutin antara wali kelas dengan orang tua/wali peserta didik
  2. Kebijakan dan program kegiatan sekolah dan kelas dalam bulanan, semester, dan tahunan
  3. Kondisi, potensi, tantangan, dan peluang di kelas dan peserta didik,
  4. Perkembangan peserta didik baik akademis maupun keperibadiannya,
  5. Hasil laporan koordinasi dengan BK/Wkl Kepala sekolah Bidang Kesiswaan, dan/atau pihak terkait lainnya.

Dalam pertemuan wali kelas dengan orang tua/wali peserta didik hendaknya didiskusikan antara lain hal-hal yang berkaitan dengan perlunya keterlibatan bersama antara sekolah dengan rumah mengenai:
  1. pembentukan karakter building;b. menjunjung tinggi budaya bangsa;
  2. hormat kepada orang tua;
  3. pendidikan seks yang sesuai dengan norma dan agama;
  4. bahaya Narkoba bagi anak-anak;
  5. cinta lingkungan hidup; g. kerukunan umat;

5. Langkah apa yang dilakukan jika ada peserta didik memiliki permasalahan dalam hal belajar, interaksi sosial, dan yang lainnya?

Langkah yang dilakukan jika ada peserta didik memiliki permasalahan dalam hal belajar, interaksi sosial, dan yang lainnya antara lain:
  1. Memanggil peserta didik yang bermasalah.
  2. Mencatat permasalahan dalam buku pembinaan peserta didik.
  3. Berkoordinasi dengan guru BK atau pihak terkait.
  4. Berkomunikasi dengan orang tua/wali peserta didik.
  5. Melaksanakan bimbingan dan tindak lanjut hasil pertemuan wali kelas dan peserta didik.
Hal yang paling penting ketika wali kelas menemukan permasalahanpeserta didik adalah bagaimana guru dapat berlaku sebagai motivator dan dapat melibatkan pihak-pihak terkait agar peserta didik menjadi insan yang baik.

6. Bagaimana mengerjakan administrasi kelas?

Kegiatan yang harus dilakukan dalam mengerjakan administrasi kelasadalah mengisi buku jurnal kelas, agenda kelas, buku penghubung, dan daftar hadir.
Yamaguchi Esterification

Yamaguchi Esterification

Schematic of the Yamaguchi esterification. Reagents: carboxylic acid, Et3N, Yamaguchi reagent, DMAP, alcohol. Product: ester.
The Yamaguchi esterification is an organic reaction used to convert a carboxylic acid and an alcohol to an ester using triethylamine, the Yamaguchi reagent, and DMAP. The mechanism begins with deprotonation of the carboxylic acid by Et3N to form a carboxylate anion which then attacks the Yamaguchi reagent. The resultant acid anhydride get attacked by DMAP to form a better leaving group which is then displaced by the alcohol reagent. A final deprotonation step results in the ester product
Mechanism:

Mechanism of the Yamaguchi esterification.

Membuat Kuis, Survey, dan Poling di Blog dengan Quibblo

Tips Blogger - Bagi Anda yang ingin membuat kuis, survey maupun poling lalu ingin memasangnya di postingan blog ataupun sidebar bisa memanfaatkan layanan yang ditawarkan oleh Quibblo. Quibblo memberikan kelebihan dari segi kemudahan dalam membuat quis maupun survey, serta bisa di rating oleh orang lain.

Jika berminat, mari ikuti tutorialnya berikut ini:

1. Silakan klik di sini untuk melakukan registrasi. Sorotkan mouse Anda ke pojok kanan atas, pilih Join a member, setelah Anda klik tampilannya bisa Anda lihat seperti di bawah ini

Ada banyak pilihan mode registrasi, jika Anda mempunyai akun facebook, twitter, google,myspace, maupun yahoo, Anda pilih “connect to..” bagian kanan, jika Anda tidak ingin menghubungkan dengan akun yang saya sebutkan di atas, buatlah akun yang baru. Masukkan username, password, seperti kebanyakan proses registrasi lainnya, lalu klik create your profile.

2. Jika berhasil, silakan login ke email yang Anda gunakan untuk mendaftar, lalu konfirmasi. Nantinya akan muncul form profil Anda mulai dari nama, sampai alamat pemilik akun (screenshotnya ga saya tampilkan di sini)

3. Setelah berhasil silakan login kembali dengan akun yang Anda gunakan, tampilan seperti pada gambar di bawah ini.
Jika Anda mendaftar menggunakan akun facebook, twitter, myspace, google, dan yahoo, klik sesuai dengan icon akun Anda, jika tidak pilih opsi sebelah kiri yaitu masukkan email dan password Anda.

4. Setelah Anda berhasil login maka tampilan halaman akan seperti di bawah ini. Jika Anda ingin memulai proyek membuat poling, survey maupun kuis, silakan klik “create”
5. Pada halaman create ini, Anda akan dibawa kepada berbagai pilihan, mulai dari poling sampai ke kuis. Pilih sesuai dengan keinginan Anda.
6. Di sini saya akan mencontohkan prosedur pembuatan kuis. Kuis seperti ini sangat bermanfaat bagi guru yang ingin menerapkan pembelajaran e-learning kepada muridnya, bisa jadi dengan metode seperti ini, murid akan termotivasi untuk belajar karena di sini skor bisa dilihat langsung oleh si murid setelah menyelesaikan kuis tersebut.

7. Jika Anda memilih scored kuiz, maka tampilannya akan seperti di bawah ini. Isikan judul kuis Anda, gambar (jika ada), dan petunjuk dalam pengisian kuis. Selanjutnya tuliskan soal/pertanyaan Anda, jika kuis yang Anda buat lebih dari satu, tambahkan dengan mengklik add another questions sesuai dengan kebutuhan. Untuk pilihan optionnya, bisa Anda atur sesuai dengan keinginan Anda, jika menambahkan kolom answer pilih add an answer. Klik bulatan kolom yang jawabannya benar. Tekan continue untuk lanjut, atau save to draft untuk menyimpan.
8. Setelah semua soal berhasil dituliskan, langkah selanjutnya adalah mengisi form seperti di bawah ini. Lalu klik preview my quiz.
9. Jika berhasil, tampilan kuis akan seperti di bawah ini
10. Lanjutkan dengan mengklik create my quiz, lalu pilih “embed” untuk memposting kuis ke dalam artikel maupun meletakkannya di sidebar blog
11. Kopi dan pastekan kode html ke dalam blog Anda.

12. Proses pembuat kuis di blog sudah selesai sampai tahap ini, jika berhasil maka kuis akan munculkan di postingan Anda.

Selamat mencoba, semoga tutorial sederhana ini bermanfaat bagi Anda.
Jangan lupa komentarnya,,


Unsur Golongan Alkali Tanah

Jejaring Kimia - Logam alkali tanah dalam sistem periodik terletak pada kolom ke 2 sebelah kiri, mengapit unsur golongan IA atau disebut unsur golongann alkali. Alkali tanah merupakan golongan unsur logam paling reaktif kedua setelah unsur logam alkali. Apakah kalian tahu mengapa unsur ini disebut basa? Ketia senyawa logam alkali tanah dicampur dengan suatu pelarut air, ia akan cenderung membentuk larutan dengan pH lebih dari 7 yang merupakan karakteristik dari suatu larutan basa.

Gambaran singkat unsur golangan alkali tanah

Kalsium karbonat merupakan senyawa terbentuk dari salah satu golongan unsur alkali tanah yaitu kalsium. Unsur apa saja yang termasuk ke dalam golongan alkali tanah ini? Adapun anggota unsur logam alkali tanah meliputi: berilium (Be), magnesium (Mg), kalsium (Ca), stronsium (Sr), barium (Ba) dan radium (Ra). Kesemua unsur tersebut (kecuali radium) mempunyai kemiripan sifat satu sama lain terutama dalam hal kereaktifan. Dari unsur berilium sampai unsur radium kereaktifan akan semakin tinggi karena jarak elektron terluar ke inti atom semakin besar.

Walaupun energi ionisasi golongan alkali tanah cukup rendah, tetapi Unsur ini tidak sereaktif tetangganya yaitu unsur golongan alkali. Unsur golongan alkali tanah akan melepas 2 elektron pada kulit terluar untuk berikatan dengan unsur lain yaitu unsur non logam (misalnya golongan VI A maupun gologan halogen) membentuk ikatan ion, sehingga senyawa yang dibentuknya disebut sebagai senyawa ion. Contoh ikatan antara logam kalsium dan flour membentuk senyawa kalsium flourida (CaF2), atau dengan unsur oksigen membentuk senyawa kalsium oksida (CaO). Prinsip ikatan ion adalah serah terima elektron dari unsur logam (golongan alkali/alkali tanah) ke unsur non logam (misalnya golongan VIA dan halogen) sehingga elektron pada kulit terluar mememenuhi aturan oktet maupun duplet.

Unsur logam alkali tanah sangat mudah ditemukan, contohnya adalah senyawa Mg(OH)2 digunakan dalam pasta gigi untuk menetralisis asam, senyawa Mg juga terdapat pada kembang api memberikan nyala warnya putih. Kalsium dapat ditemukan pada tulang, gigi, kulit kerang. Stronsium digunakan pada kembang api dengan nyala warna merah. Demikian informasi singkat tentang unsur golongan alkali tanah, akan diperjelas pada kesempatan lainnya.

Optimasi SEO dengan On Page Hidden Keyword

Tips Blogger - Saya tidak ingin berbicara panjang lebar di sini, karena saya bukan ahlinya di bidang manipulasi SEO (Search Engine Optimization). Yang ingin saya sampaikan adalah optimasi SEO dengan onpage hidden keyword dan beberapa stragegi SEO lain telah meningkatkan trafik blog saya 2 kali lipat dari sebelumnya. Untuk itu saya ingin berbagi dengan Anda. Optimasi SEO dengan onpage hidden keyword bisa dibilang cara yang kurang disukai oleh google, atau biasa disebut strategi black hat SEO. Karena tidak disukai oleh google, ada konsekuensi yang harus Anda tanggung nantinya jika terjadi sesuatu pada blog atau trafik Anda. Jika Anda memilih strategi onpage hidden keyword ini, silakan ikuti langkah-langkahnya::

  • Login ke akun blog Anda, atau klik di sini. Lalu masuklah ke menu Edit HTML
  • Backup dulu template blog Anda, sapa tau terjadi kesalahan bisa di seting ulang nantinya
  • Masukkan tag html berikut ini, dan letakkan di atas </head> atau di atas ]]></b:skin>. Biar nyarinya cepat, pake ctrl + F lalu masukkan tag tersebut.
Berikut tag html yang harus Anda masukkan nantinya.

<a name=”top”></a>

<div align=left><font face-verdana, arial size=1>

<a href=http://www.domainAnda.com/ title=” keyword1”>keyword1</a> |

<a href=http://www.domainAnda.com/ title=” keyword2”>keyword2</a> |

<a href=http://www.domainAnda.com/ title=” keyword3”>keyword3</a> |

<a href=http://www.domainAnda.com/ title=” keyword4”>keyword4</a> |

Ubahlah warna merah dengan url blog Anda, dan warna biru dengan keyword blog Anda. Usahakan tidak lebih dari 20 keyword yang berbeda biar tidak dianggap spam oleh google. Keyword yang pertama benar-benar menggambarkan isi dari blog Anda. Selamat mencoba, mudah-mudahan tutorial singkat dan sederhana ini bisa membantu Anda.

Tanya Jawab tentang Ekuivalensi Kegiatan Pembelajaran/Bimbingan Guru pada SMP/SMA/SMK (Bagian 2)

11. Berapa banyak kegiatan pembelajaran/pembimbingan yang dapat diekuivalensikan?

Ada 5 jenis kegiatan ekivalensi pembelajaran/pembimbingan yang dapat dipilih oleh guru sesuai dengan kebutuhannya, yaitu guru menjadi:
  1. walikelas,
  2. pembina OSIS,
  3. guru piket,
  4. membina kegiatan ekstrakurikuler, seperti OSN, Keagamaan, Pramuka, Olah raga, Kesenian, UKS, PMR, PencintaAlam, dan KIR, atau
  5. menjadi tutor PaketA, Paket B, Paket C, Paket C Kejuruan, atau program pendidikan kesetaraan.

12. Kegiatan pembelajaran/pembimbingan apa saja yang diakui untuk diekuivalensikan dan bagaimana pengakuan ekuivalensinya?

Kegiatan pembelajaran/pembimbingan yang diakui untuk diekuivalensikan dan pengakuan ekuivalensinya dijelaskan sebagai berikut.

Wali Kelas


Pembina Osis

Guru Piket

Membina Ekstrakurikuler


Menjadi Tutor Paket A, B, dan C

13. Apakah beban mengajar guru minimal 24 jam tatap muka per minggunya dapat dipenuhi dari kegiatan ekuivalensi seluruhnya? Berapa pengakuan maksimalnya?

Tidak.
Ekuivalensi kegiatan pembelajaran/pembimbingan diakui paling banyak 25% dari beban mengajar minimal 24 jam tatap muka per minggu atau 6 jam tatap muka per minggu yang dibuktikan dengan bukti fisik.

14. Berapa banyak kegiatan ekuivalensi pembelajaran/pembimbingan yang dapat dipilih oleh guru?

Dapat lebih dari 1 kegiatan ekuivalensi, namun jumlah jam yang diakui paling banyak adalah 25% dari beban mengajar minimal 24 jam tatap muka per minggu atau 6 jam tatap muka per minggu.

15. Mengapa hanya kegiatan-kegiatan tesebut yang dapat diekuivalensikan dalam pemenuhan beban kerja tatap mukaguru SMP/SMA/SMK?

Karena 5 kegiatan ekuivalensi tersebut merupakan kegiatan yangberinteraksi langsung atau tatap muka dengan peserta didik, sehinggasangat bermanfaat dalam kegiatan pembelajaran/pembimbingan/pendidikan di satuan pendidikan.

16. Bagaimana cara melakukan ekuivalensi kegiatan pembelajaran/pembimbingan untuk memenuhi beban mengajar guru?

Cara melakukan kegiatan ekuivalensi:
  1. Kepala sekolah melakukan pemetaan jumlah guru dan jumlah jam mengajar di satuan pendidikan.
  2. Kepala sekolah membagi tugas kegiatan ekuivalensi dengan memprioritaskan guru yang bersertifikat pendidik yang masih kekurangan beban mengajar pada SMP/SMA/SMK yang mengajar mata pelajaran tertentu pada rombongan belajar yang melaksanakan Kurikulum 2013 pada semester pertama menjadi Kurikulum Tahun 2006 pada semester kedua tahun pelajaran 2014/2015.
  3. Guru memilih kegiatan ekuivalensi pembelajaran/ pembimbingan berdasarkan Lampiran Permendikbud yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya dan diketahui oleh kepala sekolah.
  4. Guru yang melakukan kegiatan ekuivalensi tersebut menyerahkan bukti fisik berupa surat tugas, program dan jadwal kegiatan yang ditandatangani oleh kepala sekolah, dan laporan hasil kegiatanpembelajaran/ pembimbingan.

17. Apa yang harus dilakukan agar guru yang mengekuivalensi kegiatan pembelajaran/pembimbingan dapat dibayarkan tunjangan profesinya?

Tahapan bagi guru yang melakukan ekuivalensi agar mendapatkan tunjangan profesi:
  1. Guru merencanakan program kegiatan ekuivalensi yang ditugaskan oleh kepala sekolah.
  2. Guru melaksanakan kegiatan ekuivalensi dan menyiapkan bukti fisik/dokumen kegiatan ekuivalensi yang diperlukan.
  3. Kepala sekolah melegalisasi bukti fisik/ dokumen kegiatan ekuivalensi.
  4. Kepala sekolah menyampaikan bukti fisik/dokumen yang sudah dilegalisasi ke dinas pendidikan kabupaten/kota/provinsi sesuai dengankewenangannya untuk diverifikasi.
  5. Dinas pendidikan kabupaten/kota/provinsi sesuai dengan kewenangannya melaporkan hasil verifikasi ke Direktorat terkait yang menangani guru sebagai dasar penerbitan Keputusan Penerima Tunjangan Profesi Guru.

18. Apakah dengan melakukan kegiatan ekivalensi pembelajaran/pembimbingan, guru matapelajaran yang telah bersertifikat pendidik tersebut dapat memenuhi beban mengajar minimal tatap muka per minggunya dan akan mendapatkan SK Tunjangan Profesi?

Guru yang melakukan kegiatan ekuivalensi tidak otomatis mendapatkan SK Tunjangan Profesi karena harus memenuhi persyaratan lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

19. Apa kewajiban Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/ Kota sesuai dengan kewenangannya terkait dengan pelaksanaan kegiatan ekuivalensi?

Kewajiban Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota sesuai dengan kewenangannya melakukan:
  1. penataan dan pemerataan guru agar tidak terjadi kelebihan guru di sekolah-sekolah tertentu;
  2. verifikasi bukti fisik ekivalensi kegiatan pembelajaran/ pembimbingan yang disampaikan oleh kepala sekolah; dan
  3. pemantauan dan pengendalian dalam pembinaan kepada guruguru di wilayahnya.

20. Apakah kegiatan pembelajaran/pembimbingan yang diekuivalensi ini bersifat permanen?

Tidak.
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2015 tentang Ekuivalensi Kegiatan Pembelajaran/Pembimbingan bagi Guru yang Bertugas pada SMP/SMA/SMK yang Melaksanakan Kurikulum 2013 pada Semester Pertama Menjadi Kurikulum Tahun 2006 pada Semester Kedua Tahun Pelajaran Tahun 2014/2015, kegiatan ekuivalensi hanya berlaku sampai dengan tanggal 31 Desember 2016.

Tanya Jawab tentang Ekuivalensi Kegiatan Pembelajaran/Bimbingan Guru pada SMP/SMA/SMK (Bagian 1)

1. Mengapa Kemdikbud melakukan ekuivalensi kegiatan pembelajaran/pembimbingan?

Pada tahun 2013-2014, Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menetapkan pelaksanaan Kurikulum 2013 di seluruh sekolah di Indonesia dalam 2 (dua) tahap yaitu tahap1 pelaksanaan terbatas pada tahun pelajaran 2013/2014, dan tahap II pelaksanaan pada seluruh sekolah di Indonesia pada tahun pelajaran berikutnya (2014/2015).

Pada tahun 2014 Pemerintah mengevaluasi pelaksanaan Kurikulum 2013 dan salah satu kebijakan yang diambil adalah menerapkan perubahan kurikulum secara bertahap. Langkah yang dilakukan adalah menunda pelaksanaan kurikulum baru pada sekolah yang baru melaksanakan selama 1 (satu) semester dan sekolah tersebut diharuskan kembali menggunakan Kurikulum Tahun 2006. Lalu secara bertahap Pemerintah menyiapkan sekolah dan mengimplementasikan kurikulum baru.

Dengan adanya kebijakan untuk kembali pada Kurikulum Tahun 2006 berdampak pada terjadinya sebagian guru tidak terpenuhi beban mengajar 24 jam tatap muka per minggu berdasarkan Kurikulum Tahun 2006. Akibatnya adalah mereka tidak akan memperoleh SKTP sebagai dasar untuk memperoleh tunjangan profesi.

Untuk mengatasi kondisi pemenuhan beban mengajar - agar mereka memperoleh tunjangan profesi - dibuat Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang terkait dengan ekivalensi kegiatan pembelajaran pembimbingan di luar tatap muka sebagai bagian dari pemenuhan beban kerja tatap muka minimal 24 jam per minggu. Khusus untuk jenjang SMP, hanya rombel yang terdaftar pada data dapodik semester pertama tahun ajaran 2014/2015 sebagai rombel yang melaksanakan kurikulum 2013.

2. Bagi siapa saja ekuivalensi itu berlaku?

Kegiatan pembelajaran/pembimbingan di luar tatap muka yang dapat diekuivalensikan sebagai bagian dari pemenuhan beban kerja tatap muka minimal 24 jam per minggu, diperuntukkan bagi guru SMP/SMA/SMK yang mengajar mata pelajaran tertentu pada rombongan belajar yang melaksanakan Kurikulum 2013 pada semester pertama menjadi Kurikulum Tahun 2006 pada semester kedua tahun pelajaran 2014/2015.

3. Apa tujuan dilakukannya ekuivalensi?

Mengatasi permasalahan guru yang bersertifikat pendidik yang mengajar mata pelajaran tertentu pada rombongan belajar di SMP/SMA/SMK yang sebelumnya menggunakan kurikulum 2013, kemudian menggunakan kurikulum tahun 2006 untuk memenuhi beban mengajar minimal 24 jam tatap muka per minggu.

4. Apakah ekuivalensi dimaksud berlaku untuk semua guru di semua rombel?

Tidak. Ekuivalensi berlaku hanya bagi guru SMP/SMA/SMK yang mengajar mata pelajaran tertentu pada rombongan belajar yang melaksanakan Kurikulum 2013 pada semester pertama tahun pelajaran 2014/2015 menjadi Kurikulum Tahun 2006 pada semester kedua tahun pelajaran 2014/2015. Sebagai contoh, seorang guru mata pelajaran matematika yang mengajar pada rombel kelas 7/8 dan 9 atau rombel kelas 10/11 dan 12, ketika semua rombel tersebut kembali ke Kurikulum Tahun 2006, guru tersebut dapat melakukan ekuivalensi pembelajaran/pembimbingan hanya untuk rombel kelas 7/8 dan kelas 10/11. Adapun bagi rombel kelas 9 dan 12 tidak dapat diberlakukan ekuivalensi pembelajaran/pembimbingan karena belum pernah melaksanakan Kurikulum 2013 pada tahun pelajaran 2014/2015.

5. Mata pelajaran apa saja yang boleh dilakukan ekuivalensi pembelajaran/pembimbingan untuk pemenuhan beban mengajar guru dan pada jenjang pendidikan apa?

Bukan mata pelajaran yang diekuivalensikan kegiatan pembelajarannya,tetapi guru SMP/SMA/ SMK yang mengajar mata pelajaran tertentu pada rombongan belajar yang melaksanakan Kurikulum 2013 pada semester pertama menjadi Kurikulum Tahun 2006 pada semester kedua tahun pelajaran 2014/2015 yang dapat melakukan ekuivalensi kegiatanpembelajaran/ pembimbingan di luar tatap muka sebagai bagian dari pemenuhan beban kerja tatap muka minimal 24 jam per minggu. Mereka yang terkena dampak adalah yang mengajar:

a. Mata pelajaran di SMP meliputi:

  1. Bahasa Indonesia,
  2. Ilmu Pengetahuan Alam,
  3. Matematika,
  4. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan,
  5. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan,
  6. Seni Budaya, dan
  7. TIK.


b. Mata pelajaran di SMA meliputi:

  1. Geografi, 
  2. Matematika, 
  3. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, 
  4. Sejarah, dan 
  5. TIK. 
c. Mata pelajaran di SMK meliputi:

  1. Bahasa Indonesia, 
  2. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, 
  3. Sejarah, dan 
  4. TIK/Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi
    (KKPI).

6. Dari uraian mata pelajaran tersebut, mengapa guru-guru di Sekolah Dasar tidak terkena dampak?

Guru di sekolah dasar merupakan guru kelas, yang beban kerjanya sudah bisa mencukupi 24 jam tatap muka per minggu dan bahkan bisa lebih dari itu berdasarkan struktur program kurikulum.

7. Bagaimana dengan guru mata pelajaran Pendidikan Agama dan guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan di Sekolah Dasar?

Alokasi waktu mata pelajaran Pendidikan Agama dan guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan dalam struktur kurikulum SD berdasarkan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Tahun 2006 tidak mengalami perubahan, sehingga tidak ada masalah dalam pemenuhan beban mengajar minimal 24 jam tatap muka per minggu jika rombongan belajarnya mencukupi. Apabila rombongan belajarnya tidak mencukupi, guru-guru mata pelajaran tersebut, terutama yang telah bersertifikat pendidik tidak hanya dapat mengajar di sekolahnya, namun juga bisa mengajar di SD lain, SMP, SMA, atau SMK untuk mata pelajaran yang sama dengan sertifikat pendidiknya. Dengan demikian tidak diperlukan kegiatan ekuivalensi dalam pemenuhan beban mengajarnya.

8. Apa dasar pemikirannya bahwa hanya mata pelajaran tertentu saja di SMP/SMA/SMK yang dapat dilakukan ekuivalensi?

Adanya perbedaan alokasi waktu pada mata pelajaran tertentu di SMP/SMA/SMK antara Kurikulum 2013 dengan Kurikulum Tahun 2006, dimana secara umum jumlah alokasi waktu pada mata pelajaran tertentu pada kurikulum 2013 lebih banyak dibandingkan dengan kurikulum tahun 2006, misalnya dari 38 jam pelajaran menjadi 32 jam pelajaran dengan bobot yang berbeda pada setiap mata pelajarannya.

9. Mengapa hanya mata pelajaran tersebut dan tidak bisa untuk mata pelajaran lain?

Pada mata pelajaran tertentu tersebut dalam struktur Kurikulum Tahun 2006 alokasi waktu jam pelajaran per minggunya lebih kecil daripada yang terdapat di dalam struktur program Kurikulum 2013, sedangkan mata pelajaran lainnya tidak ada perubahan yang signifikan. Artinya, karena tidak ada perubahan jumlah jam beban belajar peserta didik maka tidak akan berdampak pada guru dalam memenuhi beban mengajarnya.

10. Bagaimana dengan guru mata pelajaran lain yang memiliki kekurangan beban mengajar guru?

Itu bisa saja terjadi, dan kondisinya disebabkan karena kelebihan guru di sekolah dan tidak dilakukan penataan dan pemerataan guru di daerahnya. Di sinilah letak koordinasi antara sekolah dengan Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota sesuai dengan kewenangannya dalam melakukan penataan dan pemerataan kebutuhan guru. Jadi, kekurangan jam mengajar pada guru mata pelajara lain yang tidak terkena dampak perubahan kurikulum, mengikuti aturan yang berlaku. Untuk memperoleh tunjangan profesi guru, mereka harus memenuhi beban mengajar minimal 24 jam tatap muka per minggu.

GET NEW INFORMATION

SOCIAL NETWORK

CB Blogger