Maret 2015 - Jejaring Kimia

Hot

Post Top Ad

Maret 31, 2015

Prediksi Soal UN Kimia SMA 2014-2015

Maret 31, 2015 31
Jejaring Kimia - Bagi para siswa SMA yang akan menghadapi ujian nasional april mendatang, Anda dapat mendownload prediksi soal Ujian Nasional Kimia SMA tahun pelajaran 2014-2015 berdasarkan SKL terbaru. Screenshotnya dapat Anda lihat di bawah ini.


Try Out UN Kimia 2011-2012



Tertarik, silakan Anda download di sini.

Bagi para guru kimia SMA, sangat efektif jika kita membahas soal ujian nasional kimia dengan memanfaatkan media pembelajaran salah satunya powerpoint. Di bawah ini saya menyajikan screenshoot PowerPoint Prediksi Soal UN Kimia tahun pelajaran 2014-2015 seperti yang saya tampilkan di atas.


Prediksi soal UN Kimia SMA 2011-2012



Jika Anda tertarik untuk mendownload Powerpoint Soal Prediksi UN Kimia SMA Tahun Pelajaran 2014-2015, silkan klik di sini.

Jangan lupa, berikan komentar Anda berkaitan dengan konten ini. Terima kasih telah memanfaatkan konten ini sebagai referensi belajar Anda.
Read More
Rino Safrizal
Jejaring Kimia Updated at: Maret 31, 2015

Maret 27, 2015

Mengenal Berbagai Jenis Karbohidrat

Maret 27, 2015 7
Karbohidrat adalah polihidroksi aldehid atau keton atau senyawa yang menghasilkan senyawa-senyawa ini bila dihidrolisa. Molekul karbohidrat terdiri atas atmo-atom karbon, hidrogen dan oksigen. Pada senyawa yang termasuk karbohidrat terdapat gugus –OH, gugus aldehid atau gugus keton.

Penggolongan Karbohidrat

Terdapat tiga golongan utama karbohidrat, yaitu :
  • Monosakarida, atau disebut gula sederhana, terdiri dari satu unit polihidroksi aldehid atau keton.
  • Oligosakarida, terdiri dari rantai pendek unit monosakarida yang digabungkan bersama-sama oleh ikatan kovalen.
  • Polisakarida, terdiri dari rantai panjang yang mempunyai ratusan atau ribuan unit monosakarida.

Karbohidrat Glukosa

jenis karbohidratGlukosa adalah suatu aldoheksosa dan sering disebut dekstrosa karena mempunyai sifat dapat memutar cahaya terpolarisasi ke arah kanan. Di alam glukosa terdapat dalam buah-buahan dan madu lebah. Dalam alam glukosa dihasilkan dari reaksi antara karbondioksida dan air dengan bantuan sinar matahari dan klorofil dalam daun.

Karbohidrat Fruktosa

jenis karbohidratFruktosa adalah suatu ketoheksosa yang mempunyai sifat memutar cahaya terpolarisasi ke kiri dan karenanya disebut juga levulosa. Fruktosa mempunyai rasa lebih manis dari pada gula tebu atau sukrosa. Fruktosa dapat dibedakan dari glukosa dengan pereaksi seliwanoff, yaitu larutan resorsinol (1,3 dhidroksi-benzena) dalam asam clorida.

Karbohidrat Galaktosa

jenis karbohidratUmumnya berikatan dengan glukosa dalam bentuk laktosa, yaitu gula yang terdapat dalam susu. Galaktosa mempunyai sifat memutar bidang cahaya terpolarisasi ke kanan. Pada proses oksidasi oleh asam nitrat pekat dan dalam keadaan panas galaktosa menghasilkan asam musat yang kurang larut dalam air bila dibandingkan dengan asam sakarat yang dihasilkan oleh oksidasi glukosa.
Baca juga, Analisa Kuantitatif Karbohidrat

Karbohidrat Laktosa

jenis karbohidratLaktosa memiliki gugus karbonil yang berpotensi bebas pda residu glukosa. Laktosa adalah disakarida pereduksi. Selama proses pencernaan, laktosa mengalami proses hidrolisis enzimatik oleh laktase dari sel-sel mukosa usus.

Karbohidrat Sukrosa

jenis karbohidratSukrosa atau gula tebu adalah disakarida dari glukosa dan fruktosa. Sukrosa dibentuk oleh banyak tanaman tetapi tidak terdapat pada hewan tingkat tinggi. Sukrosa mempunyai sifat memutar cahaya terpolarisasi ke kanan. Hasil yang diperoleh dari reaksi hidrolisis adalah glukosa dan fruktosa dalam jumlah yang ekuimolekular.

Karbohidrat Amilum

Amilum dapat dihidrolisis sempurna dengan menggunakan asam sehingga menghasilkan glukosa. Hidrolisi dapat juga dibantu dengan bantuan enzim amilase.

Uji Positif pada Karbohidrat

Karbohidrat secara kualitatif dapat dikenali dengan melakukan beberapa uji. Karbohidrat memberikan reaksi positif dengan uji molish. Prinsip reaksi ini adalah dehidrasi senyawa karbohidrat oleh asam sulfat pekat. Dehidrasi heksosa menghasilkan senyawa hidroksi metil furfural, sedangkan dehidrasi pentosa menghasilkan senyawa fulfural. Uji positif jika timbul cincin merah ungu yang merupakan kondensasi antara furfural atau hidroksimetil furfural dengan -naftol dalam pereaksi molish.
Baca juga, Penggolongan dan Identifikasi Karbohidrat

Uji Benedict Karbohidrat

Uji benedict merupakan uji umum untuk karbohidrat yang memiliki gugus aldehid atau keton bebas, seperti yang terdapat pada laktosa dan maltosa. Uji benedict berdasarkan reduksi Cu2+ menjadi Cu+ oleh gugus aldehid atau keton bebas dalam suasana alkalis, biasanya ditambahkan zat pengompleks seperti sitrat atau tatrat untuk mencegah terjadinya pengendapan CuCO3. uji positif ditandai dengan terbentuknya larutan hijau, merah, orange atau merah bata serta adanya endapan.

Uji Seliwanoff Karbohidrat

Uji seliwanoff merupakan uji spesifik untuk karbohidrat yang mengandung gugus keton atau disebut juga ketosa. Pada pereaksi seliwanoff, terjadi perubahan oleh HCl panas menjadi asm levulinat dan hidroksilmetil furfural. Jika dipanaskan karbohidrat yang mengandung gugus keton akan menghasikan warna merah pada larutannya.

Uji Iodine Karbohidrat

Pada uji iodine, kondensasi iodine dengan karbohidrat, selain monosakarida dapat menghasilkan warna yang khas. Amilum dengan iodine dapat membentuk kompleks biru, sedangkan dengan glikogen akan membentuk warna merah.
Read More
Rino Safrizal
Jejaring Kimia Updated at: Maret 27, 2015

Maret 21, 2015

MENGENAL BERBAGAI JENIS POLIMER

Maret 21, 2015 11
Merupakan moleku besar yang terbentuk dari molekul-molekul kecil yang terangkai secara berulang. Molekul-molekul kecil penyusun polimer disebut monomer. Reaksi pembentukan polimer disebut reaksi polimerisasi

Dua jenis polimerisasi:

1. Polimerisasi adisi: polimer yang terbentuk melalui reaksi adisi dari berbagai monomer

Contoh polimer adisi:
jenis karbohidratYang termasuk ke dalam polimer adisi adalah polistirena (karet ban), polietena (plastik), poliisoprena (karet alam), politetraflouroetena (teflon), PVC, dan poliprepilena (plastik).

2. Polimerisasi kondensasi: polimer yang terbentuk karena monomer-monomer saling berikatan dengan melepaskan molekul kecil.

Contoh: pembentukan plastik stirofoam tersusun dari dua monomer berbeda yaitu urea dan metanal. Dua molekul metanal bergabung dengan satu molekul urea menjadi suatu molekul disebut dimer. Dimer-dimer ini selanjutnya berpolimerisasi.
jenis karbohidratYang termasuk ke dalam polimer kondensasi adalah bakelit, poliuretan, poliamida, (melamin), poliester (nilon), teteron, dan protein.

Perbedaan antara polimerisasi adisi dan kondensasi adalah bahwa pada polimerisasi kondensasi terjadi pelepasan molekul kecil seperti H2O dan NH3, sedangkan pada polimerisasi adisi tidak terjadi pelepasan molekul.

Penggolongan polimer

Berdasarkan asal polimer:

  1. Polimer alam: polimer yang tersedia secara alami di alam. Contoh: karet alam (dari monomer-monomer 2-metil-1,3-butadiena/isoprena), selulosa (dari monomer-monomer glukosa), protein (dari monomer-monomer asam amino), amilum
  2. Polimer sintetik: polimer buatan hasil sintetis indukstri/pabrikan. Contoh: nilon (dari asam adipat dengan heksametilena), PVC (dari vinil klorida), polietilena, poliester (dari diasil klorida dengan alkanadiol)

Berdasarkan jenis monomer:

  1. Homopolimer: terbentuk dari monomer-monomer sejenis. Contoh: polisterina, polipropilena, selulosa, PVC, teflon.
  2. Kopolimer: terbentuk dari monomer-monomer yang tak sejenis. Contoh: nilon 66, tetoron, dakron, protein (dari berbagai macam asam amino), DNA (dari pentosa, basa nitrogen, dan asam fosfat), bakelit (dari fenol dan formaldehida), melamin (dari urea dan formaldehida)

Berdasarkan penggunaan polimer:

  1. Serat: polimer yang dimanfaatkan sebagai serat. Misalnya: untuk kain dan benang. Contoh: poliester, nilon, dan dakron.
  2. Plastik: polimer yang dimanfaatkan untuk plastik. Contoh: bakelit, polietilena, PVC, polisterina, dan polipropilena.

Berdasarkan sifatnya terhadap panas:

  1. Polimer termoplas/termoplastis: polimer yang melunak ketika dipanaskan dan dapat kembali ke bentuk semula. Contoh: PVC, polietilena, polipropilena
  2. Polimer termosetting: polimer yang tidak melunak ketika dipanaskan dan tidak dapat kembali ke bentuk semula. Contoh: melamin, selulosa

Beberapa polimer disajikan dalam tabel berikut:


jenis polimer

Lihat juga faktor-faktor yang mempengaruhi sifat-sifat polimer di sini
Read More
Rino Safrizal
Jejaring Kimia Updated at: Maret 21, 2015

Maret 19, 2015

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Sifat-sifat Polimer

Maret 19, 2015 6

Karakteristik Polimer

Sebagian makromolekul (termasuk diantaranya karbohidrat, protein, dan lemak) mempunyai struktur yang lebih teratur, yakni tersusun dari unit-unit terkecil dengan struktur yang karakteristik berulang, mulai dari 50 sampai ribuan unit. Makromolekul yang dimekian disebut dengan polimer dan unit-unit terkecilnya disebut dengan monomer. Berikut analogi suatu polimer beserta monomer-monomer penyusunnya.
sifat-sifat polimer

Contoh homopolimer adalah polietilena dengan 1 jenis monomer yaitu etena, sedangkan contoh kopolimer adalah SBR dengan monomer stirena dan butadiene.

Sifat-sifat Polimer

Sebelum membahas tentang faktor yang mempengaruhi sifat-sifat polimer, berikut akan dijelaskan terlebih dahulu tiga sifat polimer yang harus kita ketahui.

1. Termoplas

Termoplas bersifat lunak jika dipanaskan dan dapat dicetak kembali menjadi bentuk lain. Hal ini dikarenakan termoplas memiliki banyak rantai panjang yang terikat oleh gaya antar molekul yang lemah. Contoh polimer yang memiliki sifat termoplas adalah PVC, polietena, nilon 6,6 dan polistirena

2. Termoset

Termoset mempunyai bentuk permanen dan tidak menjadi lunak jika dipanaskan. Penyebabnya adalah termoset memiliki banyak ikatan kovalen yang sangat kuat diantara rantai-rantainya. Ikatan kovalen akan terputus serta terbakar jika dilakukan pemanasan yang tinggi. Polimer yang memiliki sifat termoset adalah bakelit

3. Elastomer

Elastomer merupakan polimer yang elastic atau dapat mulur jika ditarik, tetapi kembali ke awal jika gaya tarik ditiadakan. Penyebabnya adalah tumpang tindih antara polimer yang memungkinkan rantai-rantai ditarik, dan ikatan silang yang akan menarik kembali rantai-rantai tersebut ke susunan tumpang tindihnya. Contoh elastomer adalah karet sintetis SBR.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Sifat-Sifat Polimer

Sifat-sifat polimer seperti yang dipaparkan di atas ditentukan oleh beberapa faktor, yaitu sebagai berikut:

1. Panjang rantai/jumlah monomer

Kekuatan polimer akan bertambah dengan semakin panjangnya rantai/jumlah monomer karena terdapat semakin banyak gaya antar molekul antara rantai-rantai penyusunnya.

2. Susunan rantai satu terhadap lainnya

Susunan rantai satu terhadap lainnya dapat bersifat teratur membentuk daerah kristalin dan acak membentuk daerah amorf. Polimer yang membentuk daerah kristalin akan lebih kuat karena rantai-rantainya tersusun rapat, meski kurang fleksibel. Sedangkan polimer yang membentuk daerah amorf akan bersifat lemah dan lunak.

3. Tingkat percabangan pada rantai

Ketidakteraturan rantai-rantai polimer disebabkan oleh banyak cabang sehingga akan mengurangi kerapatan dan kekerasan polimer itu sendiri, namun akan menaikkan fleksibilitasnya. Terdapat dua contoh polimer yang dibedakan berdasarkan fleksibilitasnya yaitu LDPE (low density polyethene) dan HDPE (high density polyethene). Sesuai dengan namanya LDPE lebih fleksibel tapi kurang tahan panas dengan titik didih 105oC, sendangkan HDPE lebih kaku, tetapi kuat dan tahan panas pada kisaran suhu 135oC.

4. Gugus fungsi pada monomer

Adanya gugus fungsi polar seperti hidroksida - OH dan amina - NH2 pada monomer dalam polimer akan mengakibatkan terbentuknya ikatan hydrogen. Akibatnya, kekuatan gaya antar molekul polimer meningkat dan akan menaikkan kekerasan polimer.

5. Ikatan silang (cross linking) antar rantai polimer

Termoplas tidak memiliki cross linking, hanya gaya antar molekul yang lemah sehingga bersifat lunak. Sebaliknya termoset memiliki cross linking yang kuat berupa ikatan kovalen sehingga bersifat keras dan sulit meleleh. Sementara itu sifat elestomer dipengaruhi selain oleh tumpang tindih rantai, juga cross linking yang lebih sedikit disbanding termoset.

6. Penambahan zat aditif

Sangat sedikit polimer yang digunakan dalam bentuk murninya, kebanyakan ditambah zat aditif untuk memperbaiki atau memperoleh sifat yang diinginkan. Zat plastis (plasticizer) yang digunakan untuk melunakkan polimer pada jenis polimer termoset; zat pengisi/penguat untuk menaikkan kekuatan polimer; stabilitator untuk menaikkan ketahanan terhadap dekomposisi oleh panas, sinar UV, dan oksidator; pigmen untuk pewarnaan; dan penghambat nyala api yang digunakan untuk mengurangi sifat mudah terbakar dan materi.
Beragam jenis polimer berdasarkan jenis reaksinya dapat Anda lihat di sini
Read More
Rino Safrizal
Jejaring Kimia Updated at: Maret 19, 2015

Maret 17, 2015

Persamaan Reaksi Kimia (Reaksi Pembakaran Hidrokarbon)

Maret 17, 2015 15

Pengertian Persamaan Reaksi Kimia

Persamaan reaksi merupakan cara untuk menggambarkan suatu reaksi kimia yang terdiri dari pereaksi (reaktan) dan hasil reaksi (produk reaksi). Persamaan reaksi harus mengikuti hukum perbandingan massa yaitu massa zat sebelum bereaksi dengan hasil reaksi harus sama. Untuk memenuhi hukum kekekalan massa, maka jumlah atom sebelum dan sesudah reaksi haruslah sama.

Rumus Persamaan Reaksi Kimia

Persamaan reaksi kimia secara umum dapat dituliskan sebagai berikut:

a Ax + b By --> c Cz
 
Beberapa komponen yang harus diketahui dalam mempelajari persamaan reaksi kimia adalah sebagai berikut:
A, B, dan C adalah zat-zat pereaksi (A dan B) dan hasil reaksi (C)
x, y, dan z adalah indeks (jumlah atom zat)
a, b, dan c adalah koefisien reaksi
+ artinya bereaksi
Tanda --> artinya menghasilkan

Perhatikan dua reaksi pembentukan H2O berikut:

Reaksi 1: H2 + O2 --> H2O
Reaksi 2: 2 H2 + O2 --> 2 H2O

Di mana letak perbedaan reaksi di atas? Pada reaksi pertama jumlah atom O sebelum reaksi dan sesudah reaksi berbeda (tidak memenuhi hukum perbandingan massa), sedangkan pada reaksi 2 jumlah atom H dan O sebelum dan sesudah reaksi adalah sama (memenuhi hukum perbandingan massa). Reaksi 1 kita kenal sebagai reaksi belum setara, sedangkan reaksi 2 kita kenal sebagai reaksi sudah setara.

Langkah-langkah Penyetaraan Reaksi Kimia

Secara umum, langkah-langkah dalam menyetarakan persamaan reaksi kimia adalah sebagai berikut:
  1. Tuliskan persamaan reaksi yang belum setara
  2. Tentukan jumlah atom-atom di ruas kiri dan kanan panah
  3. Setarakan jumlah atom setiap unsure atau senyawa di ruas kiri dan kanan
  4. Periksa kembali jumlah atom di ruas kiri dan kanan
  5. Berikan wujud zat/materinya (padat, cair, gas, maupun larutan).

Contoh Persamaan Reaksi Kimia berdasarkan Jenis Reaksinya.

Berikut saya akan menyajikan beberapa contoh penyetaraan reaksi kimia berdasarkan jenis reaksi kimia yang terjadi.

a. Reaksi pembakaran gas

Reaksi pembakaran gas adalah reaksi antara hidrokarbon dengan oksigen menghasilkan CO2 (jika oksigen cukup) dan H2O (uap air).

Prosedur dalam menyetarakan reaksi pembakaran gas adalah sebagai berikut:
  1. Tuliskan persamaan reaksi belum setara
  2. Setarakan jumlah C
  3. Setarakan jumlah H
  4. Terakhir setarakan jumlah O
  5. Tuliskan persamaan reaksi setara beserta wujud masing-masing zat

Contoh 1:

Pembakaran gas propana C3H8 dengan gas Oksigen berlebih menghasilkan gas karbon dioksida dan uap air. Tuliskan persamaan reaksinya!
 
C3H8 + O2 --> CO2 + H2O (reaksi belum setara)

Tahap pertama: setarakan jumlah atom C (kiri 3; kanan 1), agar jumlahnya sama dengan ruas kiri, maka persamaan reaksi menjadi:

C3H8 + O2 --> 3 CO2 + H2O

Tahap kedua: setarakan jumlah atom H (kiri 8; kanan 2), agar jumlahnya sama dengan ruas kiri, maka persamaan reaksi menjadi:

C3H8 + O2 --> 3 CO2 + 4 H2O (4 x 2 atom H pada H2O)

Tahap ketiga: setarakan jumlah atom O (kiri 2; kanan 3 x 2 atom O pada CO2, dan 4 x 1 atom O pada H2O sehingga menjadi 10 ), agar jumlahnya sama dengan ruas kiri, maka persamaan reaksi menjadi:

C3H8 + 5 O2 --> 3 CO2 + 4 H2O (5 x 2 atom O pada O2)

Dari ketiga tahapan di atas maka dapat ditulis persamaan reaksi setara sebagai berikut:

C3H8 + 5 O2 --> 3 CO2 + 4 H2O

Terakhir menambahkan wujud dari masing-masing zat, sehingga menjadi:

C3H8(g) + 5 O2(g) --> 3 CO2(g) + 4 H2O(g)
 

Contoh 2:

Pembakaran gas butena dengan oksigen menghasilkan gas Carbon monoksida dan uap air. Tuliskan persamaan reaksinya!
 
1. Tuliskan persamaan reaksi belum setara

C4H8 + O2 --> CO + H2O

2. Setarakan jumlah C

C4H8 + O2 --> 4 CO + H2O

3. Setarakan jumlah H

C4H8 + O2 --> 4 CO + 4 H2O

4. Setarakan jumlah O

C4H8 + 4 O2 --> 4 CO + 4 H2O

5. Terakhir tuliskan reaksi setara serta wujud zat

C4H8(g) + 4 O2(g) --> 4 CO(g) + 4 H2O(g)

 
Persamaan reaksi kimia antara larutan asam dan basa, klik di sini.
Read More
Rino Safrizal
Jejaring Kimia Updated at: Maret 17, 2015

Maret 06, 2015

Kuis Senyawa Turunan Alkana

Maret 06, 2015 0
Jejaring Kimia - Pada kesempatan ini saya akan mengajak rekan-rekan siswa untuk mengasah pengetahuan rekan tentang materi senyawa turunan alkana. Alkana merupakan senyawa hidrokarbon jenuh dengan rumus umum CnH2n+2. Salah satu atom Hidrogen pada rantai alkana dapat diganti oleh atom atau gugus atom lain sehingga membentuk senyawa baru. Senyawa baru ini lah yang kita sebut sebagai Senyawa Turunan Alkana.

Kuis senyawa turunan alkana ini disajikan dalam bentuk teka teki silang, tujuannya adalah untuk menarik minat siswa dalam belajar kimia. Selamat mengerjakan.


Read More
Rino Safrizal
Jejaring Kimia Updated at: Maret 06, 2015

Maret 03, 2015

Belajar Kimia Menyenangkan dengan Mahjong Chemistry

Maret 03, 2015 17
Siapa bilang pelajaran kimia itu membosankan ? Jika Anda menemukan game yang satu ini, maka pendapat bahwa kimia itu sulit dan membosankan adalah tidak benar. Di sini, belajar kimia serasa bermain, bagaimana tidak, tampilannya yang menarik persis seperti mahjong yang ada pada game-game komputer umumnya.

Ya, inilah Mahjong Chemistry, pembelajaran yang terintegrasi dengan sebuah permainan yang begitu menarik untuk dimainkan. Banyak pilihan yang bisa Anda mainkan di sini. Perhatikan screen shoot berikut ini.

Mahjong Chemistry #1

Menjodohkan Senyawa dan ion monoatomik maupun poliatomik dengan bilangan oksidasinya

belajar kimia dengan mahjong chemistry

Mahjong Chemistry #2

Menjodohkan Rumus ion poliatomik dengan nama ion yang benar

belajar kimia dengan mahjong chemistry

Mahjong Chemistry #3

Menjodohkan senyawa elektrolit dengan elektrolit kuat (SE), elektrolit lemah (WE), dan non elektrolit (NE)

belajar kimia dengan mahjong chemistry

Mahjong Chemistry #4

Menjodohkan senyawa dengan bentuk molekulnya

belajar kimia dengan mahjong chemistry

Mahjong Chemistry #5

Menjodohkan atom maupun ion dengan konfigurasi elektron yang benar.

belajar kimia dengan mahjong chemistry

Mahjong Chemistry #6

Menjodohkan larutan asam/basa dengan kekuatan asam/basa: asam kuat (SA), asam lemah (WA), basa kuat (SB), dan basa lemah (WB)

belajar kimia dengan mahjong chemistry

Mahjong Chemistry #7

Menjodohkan senyawa elektrolit dengan faktor Van't Hoff (Materi Sifat Koligatif Larutan)

belajar kimia dengan mahjong chemistry

Mahjong Chemistry #8

Menjodohkan lambang unsur dengan nama unsur yang benar

belajar kimia dengan mahjong chemistry


Masih ada beberapa pilihan menarik lainnya yang bisa Anda mainkan, termasuk versi mahjong asli. Jika Anda sulit menemukannya, Anda dapat menggunakan bantuan dengan menekan tombol "Show Hint". Apabila Anda ingin mengganti kategorinya, Anda tinggal pilih pada bagian "Game" lalu klik tombol "New Game".

Bagaimana, apakah Anda tertarik untuk memainkan game Mahjong Chemistry? Jika Anda punya rasa penasaran sama seperti saya, silakan klik di sini.
Read More
Rino Safrizal
Jejaring Kimia Updated at: Maret 03, 2015

Post Top Ad