Reaksi Saponifikasi pada Pembentukan Sabun

Jejaring Kimia – Siapa yang tidak mengenal sabun , benda yang satu ini sangat akrab sekali dalam kehidupan manusia. Tapi apakah kita mengenal lebih jauh bagaimana proses terbentuknya sabun ini? Ternyata sabun dibuat dari bahan dasar lemak dan basa kuat melalui proses reaksi substitusi. Reaksi substitusi merupakan reaksi penggantian atom/gugus atom oleh atom/gugus atom yang lain. Reaksi substitusi banyak terjadi pada senyawa turunan alkana . Contonya pada pembentukan senyawa alkil halide dari alcohol berikut ini.

CH3 CH2 – OH + H – Cl --> CH3 CH2 – Cl + H – OH

Gugus - OH pada alkohol di substitusi oleh atom Cl yang berasal dari asam clorida sehingga membentuk etil klorida serta air.
Reaksi di atas serupa dengan reaksi saponifikasi yang akan di bahas berikut ini.

Klik gambar untuk memperjelas

Pembentukan Sabun

Sabun dapat dibuat melalui reaksi substitusi lemak dengan basa kuat seperti yang diuraikan sebelumnya. Reaksinya dapat dituliskan sebagai berikut:


RCOONa yang merupakan garam dari natrium karboksilat dapat menjadi sabun apabila R (gugus alkil) yang diikat merupakan gugus alkil yang besar seperti – C15H31 dan – C 16H33. Hal ini terjadi karena gugus alkil yang besar memiliki sifat nonpolar, tidak seperti gugus alkil berantai pendek yang lebih bersifat polar. Apabila sabun larut dalam air akan terbentuk ion RCOO- dengan gugus R yang bersifat nonpolar dan COO- yang bersifat polar. Gugus R yang terbentuk akan mengikat pengotor yang umumnya berbentuk lemak yang bersifat nonpolar dan selanjutnya pada saat air dialirkan, air yang bersifat polar akan menarik gugus nonpolar dari sabun dan kotoran sehingga kotoran tersebut lepas dari tubuh kita. Karena sabun dibuat dari bahan baku alami yang berupa lemak, limbahnya tidak berbahaya terhadap lingkungan karena mudah diuraikan oleh mikroorganisme.

Deterjen memiliki fungsi dan mekanisme kerja yang sama dengan sabun, tetapi memiliki struktur yang berbeda. Deterjen dibuat dengan bahan baku asam benzene sulfonat (ABS) sehingga memiliki rumus struktur ABS – Na (natrium alkil benzene sulfonat) sebagai garamnya. Limbah dari deterjen berbahaya bagi lingkungan karena dapat menyebabkan pencemaran lingkungan terutama pencemaran air. Hal ini dikarenakan asam benzene sulfonat merupakan bahan kimia sintetis yang sukar diuraikan oleh mikroorganisme.
Ekstraksi Gas Helium dari Alam

Ekstraksi Gas Helium dari Alam

Di alam, gas mulia berada dalam bentuk monoatomik karena bersifat tidak reaktif. Oleh karena itu, ekstraksi gas mulia umumnya menggunakan pemisahan secara fisis.
Gas alam mengandung hidrokarbon dan zat seperti CO2, uap air, Helium dan pengotor lainnya. Untuk mengekstraksi helium dari gas alam digunakan proses pengembunan (liquiefaction).
Pada tahap awal, CO2 dan uap air terlebih dahulu dipisahkan, hal ini dikarenakan pada proses pengembunan CO2 dan uap air dapat membentuk padatan yang menyebabkan penyumbatan pipa. Kemudian gas alam diembunkan pada suhu di bawah suhu pengembunan hidrokarbon tetapi di atas suhu pengembunan gas helium. Dengan demikian, diperoleh produk berupa campuran gas yang mengandung ± 50% He, N2, dan pengotor lainnya. Selanjutnya, helium dimurnikan dengan proses sebagai berikut :

Proses Kriogenik (menghasilkan dingin)

Campuran gas diberi tekanan lalu didinginkan dengan cepat agar N2 mengembun sehingga dapat dipisahkan. Sisa campuran dapat dilewatkan melalui arang teraktivasi yang akan menyerap pengotor sehingga diperoleh helium yang sangat murni.

Proses Adsorpsi

Campuran gas dilewatkan melalui bahan penyerap (adsorbent bed) yang secara selektif menyerap pengotor. Proses ini menghasilkan helium dengan kemurnian 99,997% atau lebih.

Animasi Kimia: Materi Unsur-Unsur Halogen (Golongan VIIA)

Animasi Kimia: Materi Unsur-Unsur Halogen (Golongan VIIA)

Standar Kompetensi

3. Memahami karakteristik unsur-unsur penting, kegunaan dan bahayanya, serta terdapatnya di alam

Tujuan Kegiatan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, diharapkan siswa dapat:
  1. Menguraikan sifat-sifat fisik unsur-unsur halogen antara lain jari-jari, titik didih, titik leleh, kekerasan, warna, dan sifat khusus lainnya.
  2. Menguraikan sifat-sifat kimia unsur-unsur halogen seperti kereaktifan, kelarutan, dan sifat fisik lainnya melalui percobaan atau diskusi.
  3. Merancang dan melakukan percobaan tentang daya pengoksidasi halogen dan daya pereduksi halida

Deskripsi singkat tentang materi Unsur-unsur Halogen

Nama halogen yang merupakan nama lain dari unsur-unsur golongan VIIA diambil dari bahasa Yunani yang bearti "Pembentuk Garam". Halogen merupakan unsur yang sangat reaktif, mudah sekali bereaksi dengan unsur-unsur logam terutama dengan unsur yang sangat elektropositif seperti golongan alkali dan alkali tanah membentuk garam. Karena sifatnya yang sangat reaktif, banyak senyawa yang dapat dihasilkan dari reaksi halogen ini. Lebih lengkapnya, silakan mainkan animasi materi di bawah ini.

Apa saja yang disajikan di sini?

Beberapa sub pokok materi yang disajikan melalui media flash di bawah ini adalah sebagai berikut:
  1. Sifat unsur-unsur halogen
  2. Senyawa halogen
  3. pembuatan senyawa halogen
  4. kegunaan unsur dan senyawa halogen


Lihat video animasi pembelajaran kimia lainnya, klik di sini. Anda juga dapat mendownload Animasi Kimia: Materi Unsur-Unsur Halogen (Golongan VIIA) dengan mengklik di sini.
PowerPoint: Kumpulan Soal Asam Basa dan Stoikiometri Larutan

PowerPoint: Kumpulan Soal Asam Basa dan Stoikiometri Larutan

Standar Kompetensi

4. Memahami sifat-sifat larutan asam-basa, metode pengukuran, dan terapannya.

Kompetensi Dasar

4.1 Mendeskripsikan teori-teori asam basa dengan menentukan sifat larutan dan menghitung pH larutan.
4.2 Menghitung banyaknya pereaksi dan hasil reaksi dalam larutan elektrolit dari hasil titrasi asam basa.

Deskripsi Singkat Materi Asam Basa dan Stoikiometri Larutan

Asam basa merupakan senyawa penting yang peranannya begitu besar dalam kehidupan manusia. Asam dan basa sangat mudah ditemukan di sekitar kita, misalnya cuka makan, berbagai jenis buah-buahan, air aki, maupun asam lambung yang ada di tubuh kita merupakan senyawa asam. Berbagai jenis basa dapat kita temukan pada pasta gigi, obat maag, sabun, maupun air kapur.

Tetapi apa sebenarnya Asam dan basa? Anda dapat mendownload materinya di sini.

Berikutnya stoikiometri larutan. Banyak reaksi kimia dalam kehidupan sehari-hari yang berlangsung dalam larutan, dengan pelarut air. Bagaimana kita dapat mengetahui jumlah mol pereaksi dan produk reaksi yang terlibat jika reaksi berlangsung dalam larutan? Perhitungan kimia untuk reaksi yang berlangsung dalam larutan kita kenal sebagai stoikiometri larutan. Di dalam stoikiometri larutan, digunakan suatu konsep yang disebut konsep kemolaran.

Untuk siapa media pembelajaran dalam bentuk power point ini dibuat?

  1. Bagi Anda guru kimia dapat menggunakan media ini untuk mengasah kemampuan peserta didik tentunya didukung dengan perangkat multimedia
  2. Bagi mahasiswa pendidikan kimia yang ingin belajar tentang teknik pembuatan media pembelajaran yang baik maupun ingin menggunakannya dalam praktek pengenalan lapangan (PPL)
  3. Bagi siswa tentunya sangat baik membantu mengasah pemahaman tentang materi kimia khususnya tentang asam basa dan stoikiometri yang diajarkan di kelas XI semester genap.

Apa yang Anda lakukan untuk menjawab soal-soal yang tersedia disini?

  1. Bentuk soal adalah pilihan ganda sebanyak 20 soal
  2. Pilih nomor soal sesuai urutan
  3. Pilih jawaban yang menurut Anda benar dengan mengklik option yang tersedia
  4. Setelah mengetahui hasilnya, klik tombol panah kiri untuk menjawab soal yang lain
  5. Jika Anda telah menyelesaikan semua soal yang tersedia, hitunglah jawaban yang benar

Anda dapat melihat screenshot berikut sebagai pertimbangan apakah layak untuk Anda download atau tidak.







Merasa bermanfaat bagi Anda? klik di sini untuk mendownload media pembelajaran PowerPoint: Kumpulan Soal Asam Basa dan Stoikiometri Larutan.


Lihat juga materi yang berhubungan denga Soal Asam Basa:

GET NEW INFORMATION

SOCIAL NETWORK

CB Blogger