Agustus 2012 - Jejaring Kimia

Hot

Post Top Ad

Agustus 31, 2012

Reaksi Identifikasi Alkohol (Alkanol) dan Eter (Alkoksi Alkana)

Agustus 31, 2012
Jejaring Kimia - Alkohol dan eter merupakan senyawa turunan alkana yang saling berisomer fungsi dengan rumus molekul CnH2n+2O. Karena mempunyai rumus molekul yang sama, perlu suatu cara untuk membedekan antara alcohol dengan eter yang itu dengan suatu pereaksi khas. Berikut disajikan secara ringkas reaksi-reaksi yang digunakan untuk membedakan antara alcohol dan eter yang saling berisomer fungsi.

Reaksi dengan logam reaktif

Alcohol dapat bereaksi dengan logam reaktif melepaskan gas hydrogen, sementara eter tidak dapat bereaksi. Contoh logam reaktif adalah Natrium.

Alcohol: 2R - OH + 2Na --> 2R - ONa + H2
Eter: R - O - R’ + Na --> tidak dapat bereaksi
Baca juga, Identifikasi alkohol primer, sekunder, dan tersier
Contoh etanol dan dimetil eter yang saling berisomer fungsi:

2C2H5 - OH etanol + 2Na --> 2C2H5 - ONa + H2
CH3 - O - CH3 dimetil eter + Na --> tidak dapat bereaksi

Gugus fungsi yang kurang reaktif pada eter menyebabkan eter sukar bereaksi/tidak dapat bereaksi dengan logam natrium. Tapi eter sangat mudah terbakar karena sangat mudah menguap. Hal ini disebabkan karena titik didihnya yang rendah serta kepadatan uapnya lebih tinggi jika dibandingkan dengan udara.

Reaksi dengan PCl5

Alcohol bereaksi dengan PCl5 membebaskan gas HCl; sedangkan eter tidak melepas gas HCl melainkan membentuk dua alkil clorida


Alcohol: R - OH + PCl5 --> R - Cl + POCl3 + HCl
Eter: R - O - R’ + PCl5 --> R - Cl + R’ - Cl + POCl3
Baca juga, Identifikasi kation dengan uji endapan
Contoh:

C2H5 - OH + PCl5 --> C2H5 - Cl + POCl3 + HCl
CH3 - O - CH3 + PCl5 --> CH3 - Cl + CH3 - Cl + POCl3
Read More
Rino Safrizal
Jejaring Kimia Updated at: Agustus 31, 2012

Agustus 26, 2012

Hubungan Antara Tetapan Kesetimbangan dengan Laju Reaksi

Agustus 26, 2012
Untuk menjawab pertanyaan ini dapat mengambil contoh reaksi pembentukan dan peruraian H2O pada suhu 25oC atau 298 K.

Reaksi pembentukan H2O adalah sebagai berikut:

2H2(g) + O2(g) <--> 2H2O(g) Kc = 9,1 x 1080 mol/L

Pada reaksi pembentukan H2O di atas, nilai Kc sangat besar yang menandakan bahwa reaksi berlangsung hampir tuntas. Akan tetapi reaksi pembentukan H2O ini tidak berlangsung spontan atau laju reaksinya sangat lambat. Mengapa bisa demikian?

Baca juga, Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesetimbangan Reaksi.
Hal ini dikarenakan energy pengaktifan Ea reaksi tersebut sangat besar. Akibatnya, sebagian besar partikel-partikel H2 dan O2 tidak mempunyai energy kinetic yang cukup untuk mengatasi halangan Ea ini.

Jika di atas menjelaskan tentang pembentukan H2O, bagaimana halnya dengan peruraian H2O menjadi H2 dan O2?
laju reaksi vs tetapan kesetimbangan
Diagram energi potensial untuk
kesetimbangan reaksi : 2H2(g) + O2(g) <--> 2H2O(g)
klik gambar untuk memperjelas diagram 

Reaksi peruraian H2O dapat ditulis sebagai berikut:

2H2O(g) <--> 2H2(g) + O2(g) Kc = 1,1 x 10-81 mol/L

Terlihat
Kc untuk reaksi peruraian H2O sangat kecil, artinya reaksi hanya sedikit sekali membentuk produk reaksi. Hal ini dikarenakan energy aktivasi peruraian H2O juga sangat besar walaupun lebih kecil jika dibandingkan dengan energy aktivasi pembentukan H2O, reaksi juga berlangsung sangat lambat.
Dari penjelasan kedua reaksi di atas, sekarang dapat dipahami mengapa pencampuran H2 dan O2 dapat dikatakan tidak menghasilkan uap air H2O. demikian pula dengan uap air H2O yang pada suhu ruang dapat dikatanan tidak terurai menghasilkan H2 dan O2.
Baca juga, Arti Tetapan Kesetimbangan.
Jadi dapat disimpulkan bahwa
tetapan kesetimbangan Kc (baik besar maupun rendah) tidak memberikan informasi tentang laju reaksi tersebut, karena berdasarkan penjelasan di atas reaksi berlangsung lambat untuk Kc sangat besar dan Kc sangat kecil.
Read More
Rino Safrizal
Jejaring Kimia Updated at: Agustus 26, 2012

Agustus 25, 2012

PERBEDAAN SIFAT LOGAM TRANSISI DENGAN LOGAM UTAMA

Agustus 25, 2012
Logam transisi memiliki konfigurasi electron yang berbeda dengan logam utama, (non transisi). Hal ini menyebabkan kecendrungan perbedaan sifat periodic dengan logam utama. Pada logam transisi, sifat unsur ditentukan oleh electron di subkulit terluar ns dan sub kulit sebelumnya (n-1)d. sedangkan pada logam utama, hanya ditentukan oleh subkulit ns. Berikut perbedaan antara logam transisi dan logam utama ditinjau dari beberapa sifat fisik yang membedakan keduanya.

1. Kerapatan, titik leleh, dan titik didih

A. Logam transisi

Memiliki kerapatan, titik leleh, titik didih yang lebih tinggi. Hal ini dikarenakan ikatan logamnya yang lebih kuat karena memiliki lebih banyak electron-elektron dari subkulit ns dan (n-1)d yang terlibat dalam ikatan logamnya.

B. Logam utama

Memiliki kerapatan, titik leleh, titik didih yang relative lebih rendah. Hal ini dikarenakan ikatan logamnya hanya melibatkan electron-elektron di subkulit ns sehingga sedikit sekali electron yang terlibat dalam membentuk ikatan logam.

2. Tingkat oksidasi/biloks

A. Logam transisi

Memiliki berbagai bilangan oksidasi, karena dapat melepas electron baik di subkulit ns maupun di subkulit (n-1)d 

B. Logam utama

Memiliki bilangan oksidasi yang terbatas, karena hanya dapat melepas electron di subkulit ns saja.

3. Kereaktifan

A. Logam transisi

Bersifat kurang reaktif. Hal ini terkait dengan jumlah electron di subkulit ns dan (n-1)d nya yang lebih banyak dibanding logam utama. Akibatnya lebih besar energy yang dibutuhkan untuk melepas electron-elektron blok d dibanding blog s pada periode yang sama. Hal ini tampak dari perbandingan nilai energy ionisasi kedua logam.

B. Logam utama

Bersifat sangat reaktif karena jumlah elektronnya lebih sedikit, sehingga nilai energy ionisasinya lebih rendah.

4. Warna

A. Logam transisi

Cenderung membentuk senyawa atau ion kompleks yang berwarna. Hal ini terkait dengan eksitasi electron yang terjadi di subkulit d melibatkan energy yang setara dengan energy cahaya tampak, yakni antara 170 - 290 kJ/mol atau setara dengan panjang gelombang = 700 - 400 nm.

B. Logam utama

Cenderung membentuk senyawa tidak berwarna. Hal ini dikarenakan eksitasi electron yang terjadi melibatkan subkulit s dan p di mana perbedaan tingkat energinya lebih besar dari energy cahaya tampak dan setara dengan energy sinar UV.

5. Ion kompleks

A. Logam transisi

Cenderung membentuk berbagai ion kompleks, karena muatan positif intinya yang lebih besar sehingga cenderung menarik spesi-spesi yang kaya akan electron.

B. Logam utama
Hanya membentuk beberapa ion kompleks, karena muatan intinya lebih kecil.

Jika tertarik untuk mempelajarinya lebih lanjut, kli di sini.
Read More
Rino Safrizal
Jejaring Kimia Updated at: Agustus 25, 2012

Agustus 15, 2012

Memahami Pembentukan Ikatan Ion

Agustus 15, 2012
Jejaring Kimia - Ikatan ion mempunyai beberapa pengertian yaitu sebagai berikut:
  1. Ikatan ion adalah ikatan yang terjadi antara unsur-unsur logam dengan unsur-unsur non logam
  2. Ikatan ion adalah ikatan yang terjadi antara ion positif/kation dengan ion negative/anion.
  3. Ikatan ion adalah ikatan yang terjadi akibat dari serah terima electron
Senyawa yang terbentuk dari ikatan ion disebut dengan senyawa ion. Contoh beberapa senyawa ion adalah NaCl, CaF2, MgCl2, berbagai jenis garam termasuk juga ke dalam senyawa ion.
Ikatan ion terjadi pada unsur-unsur yang mudah melepaskan electron pada kulit terluar (energi ionsiasi rendah) sehingga membentuk ion positif dan unsur-unsur yang mudah menerima elektron (afinitas electron tinggi) sehingga mementuk ion negatif.

Baca juga, Ikatan kimia dan kestabilan atom

Mari kita pahami lebih dalam pembentukan ikatan ion berdasarkan pengertian-pengertian di atas.

Simak beberapa ikatan yang terjadi antara unsur-unsur berikut:

1. Kalium 19K dengan Oksigen 8O

Konfigurasi:
19K : 2 8 8 1 --> K+ : 2 8 8 + 1e | melepas 1 elektron
8O : 2 6 + 2e --> O2- : 2 8 | menerima 2 elektron
K cenderung melepas 1 elektron membentuk ion K+ sementara O cenderung menerima 2 elektron membentuk O2-. Untuk membentuk senyawa ion yang netral, maka diperlukan 2 ion K+ dan 1 ion O2- (jumlah electron pada kedua ion dibuat sama).
Reaksi:
K --> K+ + 1e | x 2
O + 2e --> O2- | x 1
----------------------- +
2K --> 2K+ + 2e
O + 2e --> O2-
----------------------- +
2K + O --> 2K+ + O2- --> K2O

2. Kalsium 20Ca dengan Oksigen 8O

Konfigurasi:
20Ca : 2 8 8 2 --> Ca2+ : 2 8 8 + 2e | melepas 2 elektron
8O : 2 6 + 2e --> O2- : 2 8 | menerima 2 elektron
Reaksi:
Ca --> Ca2+ + 2e
O + 2e --> O2-
----------------------- +
Ca + O --> Ca2+ + O2- --> CaO

3. Aluminium 13Al dengan Oksigen 8O

Konfigurasi:
13Al : 2 8 3 --> Al3+ : 2 8 + 3e | melepas 3 elektron
8O : 2 6 + 2e --> O2- : 2 8 | menerima 2 elektron
Reaksi:
Al --> Al3+ + 3e | x 2
O + 2e --> O2- | x 3
----------------------- +
2Al --> 2Al3+ + 6e
3O + 6e --> 3O2-
----------------------- +
2Al + 3O --> 2Al3+ + 3O2- --> Al2O3  

4. Natrium 11Na dengan Klor 17Cl

Konfigurasi:
11Na : 2 8 1 --> Na+ : 2 8 + 1e | melepas 1 elektron
17Cl : 2 8 7 + 1e --> Cl- : 2 8 8 | menerima 1 elektron
Reaksi:
Na --> Na+ + 1e
Cl + 1e --> Cl-
----------------------- +
Na + Cl --> Na+ + Cl- --> NaCl

5. Magnesium 12Mg dengan Klor 17Cl

Konfigurasi:
12Mg : 2 8 2 --> Mg2+ : 2 8 + 2e | melepas 2 elektron
17Cl : 2 8 7 + 1e --> Cl- : 2 8 8 | menerima 1 elektron
Reaksi:
Mg --> Mg2+ + 2e | x 1
Cl + 1e --> Cl- | x 2
----------------------- +
Mg --> Mg2+ + 2e
2Cl + 2e --> 2Cl-
----------------------- +
Mg + 2Cl --> Mg2+ + 2Cl- --> MgCl2  

6. Aluminium 13Al dengan Klor 17Cl

13Al : 2 8 3 --> Al3+ : 2 8 + 3e | melepas 3 elektron
17Cl : 2 8 7 + 1e --> Cl- : 2 8 8 | menerima 1 elektron
Reaksi:
Al --> Al3+ + 3e | x 1
Cl + 1e --> Cl- | x 3
----------------------- +
Al --> Al3+ + 3e
3Cl + 3e --> 3Cl-
----------------------- +
Al + 3Cl --> Al3+ + 3Cl- --> AlCl3
Baca juga, Jenis-jenis ikatan kimia

Dapatkah Anda menyederhakan ikatan ion yang terjadi pada contoh di atas?

Jika Anda perhatikan, unsur-unsur yang saling berikatan merupakan unsur yang berada pada golongan IA (11Na dan 19K), IIA (12Mg dan 20Ca), IIIA (13Al), VIA (8O), dan VIIA (17Cl). Unsur-unsur yang berada pada golongan IA - IIIA lebih mudah untuk melepaskan elekron terluarnya sehingga membentuk ion positif, sedangkan unsur-unsur yang berada pada golongan VIA dan VIIA lebih mudah untuk menerima electron sehingga membentuk ion negative.
Tabel berikut menyajikan senyawa ion yang dihasilkan jika golongan-golongan di atas saling bereaksi tanpa melalui prosedur contoh di atas.
Jika:
Golongan IA = A; Golongan IIA = B; Golongan IIIA = C; Golongan VIA = D; dan Golongan VIIA = E; maka diperoleh senyawa ion berikut.
Unsur / Gol
D / VIA
E / VIIA
A / IA
A2D
AE
B / IIA
AD
AE2
C / IIIA
A2D3
AE3

Apakah ikatan ion hanya terjadi pada ion-ion monoatomik seperti yang dijelaskan pada contoh di atas?

Ikatan ion tidak hanya terbatas pada unsur-unsur yang mudah melepas dan menerima electron, tapi juga bisa terjadi pada ion-ion poliatomik. Beberapa contoh ion-ion poliatomik adalah ammonium NH4+ ; nitrat NO3-; sulfat SO42-; karbonat CO32-; fosfat PO43-, dsb. (Berbagai jenis kation dan anion dapat Anda lihat di sini atau langsung mengunduh filenya di sini).
Contoh pembentukan ikatan ion antara ion monoatomik dengan ion poliatomik:

1. Ion Kalium K+ dengan Ion Nitrat NO3-

K+ | melepas 1e
NO3- | menerima 1e
Sehingga senyawa ion yang terbentuk:
K+ + NO3- --> KNO3  

2. Ion Kalsium Ca2+ dengan Ion Nitrat NO3-

Ca2+ | melepas 2e | x 1
NO3- | menerima 1e | x 2
Sehingga senyawa ion yang terbentuk:
Ca2+ + 2NO3- --> Ca(NO3)2  

3. Ion Natrium Na+ dengan Ion Sulfat SO42-

Na+ | melepas 1e | x 2
SO42- | menerima 2e | x 1
Sehingga senyawa ion yang terbentuk:
2Na+ + SO42- --> Na2SO4  

4. Ion Magnesium Mg2+ dengan Ion Karbonat CO32-

Mg2+ | melepas 2e
CO32- | menerima 2e
Sehingga senyawa ion yang terbentuk:
Mg2+ + CO32- --> MgCO3  

5. Ion Litium Li+ dengan Ion Pospat PO43-

Li+ | melepas 1e | x 3
PO43- | menerima 3e | x 1
Sehingga senyawa ion yang terbentuk:
3Li+ + PO43- --> Li3PO4  
Pahami lebih dalam materi ini? Klik di sini untuk mendownload materi tentang ikatan ion.
Read More
Rino Safrizal
Jejaring Kimia Updated at: Agustus 15, 2012

Agustus 12, 2012

PowerPoint: Kumpulan Soal Ikatan Kimia

Agustus 12, 2012

Standar Kompetensi

1. Memahami struktur atom, sifat-sifat periodik unsur, dan ikatan kimia

Kompetensi Dasar

1.2. Membandingkan proses pembentukan ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan koordinasi, dan ikatan logam serta hubungannya dengan sifat fisika senyawa yang terbentuk

Deskripsi Materi

Unsur-unsur yang ada di alam pada umumnya tidak terdapat dalam bentuk bebas. Contoh logam besi Fe terdapat dalam mineral hematite Fe2O3, magnetit Fe3O4, maupun Limonit HFeO2. Contoh lain adalah logam tembaga Cu terdapat dalam mineral kalkopirit CuFeS2, logam Cobalt Co dalam mineral cobaltit CoAsS, logam Litium dalam mineral spodumen LiAlSi2O6, dan logam natrium dalam air laut maupun NaCl.

Tidak hanya logam, non logam juga terdapat dalam bentuk mineralnya seperti:
  1. belerang S dalam kelompok mineral sulfat (contoh mineral gypsum CaSO4. 2H2O)
  2. fosfor F dalam kelompok mineral fosfat (contoh mineral chlorapatite Ca5(PO4)3(OH,F,Cl)
  3. Chlorine dalam kelompok mineral halida (contoh mineral carnalite KMgCl3. 6H2O) dsb.

Dari penjelasan singkat di atas maka timbul pertanyaan seperti ini “Mengapa unsure jarang ditemukan dalam bentuk bebas?”Selengkapnya dapat Anda simak di sini.

Untuk siapa media pembelajaran dalam bentuk power point ini dibuat?

  1. Bagi Anda guru kimia dapat menggunakan media ini untuk mengasah kemampuan peserta didik tentunya didukung dengan perangkat multimedia
  2. Bagi mahasiswa pendidikan kimia yang ingin belajar tentang teknik pembuatan media pembelajaran yang baik maupun ingin menggunakannya dalam praktek pengenalan lapangan (PPL)
  3. Bagi siswa tentunya sangat baik membantu mengasah pemahaman tentang materi kimia khususnya tentang asam basa dan stoikiometri yang diajarkan di kelas XI semester genap.

Apa yang Anda lakukan untuk menjawab soal-soal yang tersedia disini?

  1. Bentuk soal adalah pilihan ganda sebanyak 20 soal
  2. Pilih nomor soal sesuai urutan
  3. Pilih jawaban yang menurut Anda benar dengan mengklik option yang tersedia
  4. Setelah mengetahui hasilnya, klik tombol panah kiri untuk menjawab soal yang lain
  5. Jika Anda telah menyelesaikan semua soal yang tersedia, hitunglah jawaban yang benar
Anda dapat melihat screenshot berikut sebagai pertimbangan apakah layak untuk Anda download atau tidak.

Kumpulan Soal Ikatan Kimia
Merasa bermanfaat bagi Anda? klik di sini untuk mendownload media pembelajaran PowerPoint: Kumpulan Soal Ikatan Kimia
Read More
Rino Safrizal
Jejaring Kimia Updated at: Agustus 12, 2012

Post Top Ad