Juli 2012 - Jejaring Kimia

Hot

Post Top Ad

Juli 31, 2012

TITRASI BEBAS AIR

Juli 31, 2012 2
Titrasi Bebas air atau Titrasi Non-Aqua adalah titrasi yang menggunakan pelarut organik sebagai pengganti air. Dengan pelarut organik tertentu, kekuatan asam atau basa lemah dapat diperbesar sehingga memungkinkan suatu titrasi yang tidak memuaskan dalam pelarut air. Dibidang farmasi teknik kini banyak dipakai karena banyak obat bersifat asam atau basa lemah yang sukar larut dalam air. Dengan memilih pelarut yang tepat, penetapan kadar dari komponen campuran asam atau basa juga dimungkinkan.
Download versi lengkapnya DI SINI

Read More
Rino Safrizal
Jejaring Kimia Updated at: Juli 31, 2012

Juli 29, 2012

KARAKTERISTIK DAN JENIS KERTAS SARING DALAM PENELITIAN ILMIAH

Juli 29, 2012 9
Kertas saring biasa digunakan pada penelitian yang berhubungan dengan sampel lingkungan. Tujuan utama penyaringan sampel lingkungan, khususnya media cair adalah untuk memisahkan zat padat terlarut dan zat padat tersuspensi. Zat padat terlarut merupakan zat padat yang dapat melewati kertas saring berpori dengan ukuran tertentu, sedangkan zat padat tersuspensi merupakan zat padat yang tertahan pada kertas saring tersebut. kertas saring mempunyai ukuruan pori yang berbeda-beda, tetapi pada umumnya ukuran standar pori yang sering digunakan adalah 0.45 μm.
Karena kertas saring terdapat dalam berbagai ukuran pori, maka pemilihan kertas saring harus disesuaikan dengan jenis parameter yang akan diuji. Kesalahan pemilihan kertas saring akan menghasilkan ketidak akuratan pada hasil analisis karena terjadi kontaminasi positif dan kontaminasi negative.

Kontaminasi positif terjadi karena penambahan bahan kimia ke dalam sampel, sedangkan kontaminasi negative terjadi karena adsorpsi atau absorpsi parameter di dalam sampel atau penguapan parameter tersebut.

Persyaratan Umum Kertas Saring

Untuk mendapatkan hasil yang representative, akurat, dan presisi kertas saring harus memenuhi beberapa persyaratan umum sebagai berikut:
  1. mempunyai ukuran pori yang uniform dan reproductive
  2. mampu menyaring dengan cepat dan tidak mudah tersumbat
  3. Tidak higroskospis
  4. mampu menahan partikel yang disaring di permukaannya
  5. mempunyai kandungan debu (ash content) yang rendah untuk mencegah kontaminasi sampel dan memungkinkan analisis parameter dalam zat padat tersuspensi melalui destruksi kertas saring
  6. dapat larut secara kimia dalam pelarut organic, seperti kloroform (CHCl3) atau tetra kloro metan(CCl4)
  7. tidak mengadsorpsi zat atau parameter uji selama penyaringan
  8. harus kuat sehingga tidak rusak sewaktu dipakai
  9. tidak terjadi elusi pada zat yang terkandung di dalamnya sehingga sampel tidak terkontaminasi
  10. tidak terjadi kerusakan pada sel plankton yang tertahan di kertas

Jenis-jenis Kertas Saring yang Umum dipakai dalam Penelitian Lingkungan

Berikut akan disajikan berbagai jenis kertas saring yang memiliki berbagai ukuran pori yang berbeda-beda serta dari bahan baku yang berbeda pula.
  1. Selectron BA 85 : Bahan solulosa nitrat (0.45 μm)
  2. Selectron OE 67 : Bahan solulosa asetat (0.45 μm)
  3. Selectron GF : Bahan Borosilikat gelas (1 μm)
  4. Selectra 589/3 : Bahan 95% @ selulosa, linters (- μm)
  5. Selectra G : Bahan borosilikat gelas (1 μm)
  6. Macherey-Nagel 640 dd : Bahan 95% @ selulosa, linters ( - μm)
  7. Millipore HA : Bahan campuran selulosa ester (0.45 μm)
  8. Membranfilter Ges : Bahan Solulosa asetat (0.45 μm)
  9. Nucleopore : Bahan polikarbonat (0.45 μm)
  10. Flotronic silver : Bahan perak (0.45 μm)
  11. Gelman A : Bahan borosilikat gelas ( 0.3 μm dan 1.6 μm)
  12. Whatman GF/B : Bahan borosilikat gelas (1.0 μm)
  13. Whatman GF/C : Bahan borosilikat gelas (1.2 μm)
  14. Whatman GF/D : Bahan borosilikat gelas (2.7 μm)
  15. Whatman GF/F : Bahan borosilikat gelas (0.7 μm)
  16. Whatman WTP : Bahan Teflon (0.5 μm)
Bila bahan bakunya tidak diketahui, sebelum dipakai sebaiknya dilakukan analisis terlebih dahulu. Misalnya, untuk menganalisis kadar logam berat pada air laut, kandungan logam berat kertas saring harus diketahui terlebih dahulu. Kandungan logam berat kertas saring harus lebih rendah daripada kandungan logam berat air laut.
Read More
Rino Safrizal
Jejaring Kimia Updated at: Juli 29, 2012

Juli 27, 2012

Mari Mengenal Struktur Atom

Juli 27, 2012 12
struktur atom
Atom merupakan komponen dasar dalam mempelajari ilmu kimia. Atom  merupakan dasar untuk segala sesuatu di alam semesta. Semua benda yang ada di sekitar kita maupun alam semesta (kita menyebutnya sebagai materi) terdiri dari sekumpulan atom. Menurut Dalton atom merupakan materi yang tidak bisa dibagi lagi tetapi masih punya sifat yang sama seperti aslinya. Analogi untuk pernyataan yang dikemukakan oleh Dalton adalah: jika Anda membagi kertas menjadi dua bagian, lalu dari tiap bagian tersebut dibagi dua lagi sehingga diperoleh bagian terkecil yang tidak bisa lagi untuk dibagi tetapi masih berupa kertas.  

Apakah ada yang lebih kecil dari sebuah atom?

struktur atom
Apakah ada bagian dari suatu materi yang lebih kecil dari atom? Tentu ada. Hal ini terungkap oleh J.J Thomson yang menemukan suatu partikel yang lebih kecil dari atom yaitu elektron melalui percobaan yang ia lakukan dengan Tabung Crookes (hampa udara). Perkembangan berikutnya ditemukan inti atom oleh Rutherford, partikel proton oleh Goldstein, dan neutron oleh Chadwick. Jadi sebuah atom terdiri dari 3 partikel kecil yaitu proton dan neutron yang merupakan penyusun inti atom, serta elektron yang berpurar mengelilingi inti atom.



Jadi dapat di simpulkan bahwa:
  1. atom merupakan penyusun utama suatu materi
  2. atom terdiri dari tiga partikel yaitu elektron, proton, dan neutron
  3. atom terdiri atas inti atom yang berisi proton dan neutron, dan elektron yang berputar mengelilingi inti atom melalui lintasan-lintasannya (kulit).

Lebih lengkap tentang struktur atom, klik di sini ya.. !!
Read More
Rino Safrizal
Jejaring Kimia Updated at: Juli 27, 2012

Juli 24, 2012

Analisa Kuantitatif Karbohidrat (Analisa Kadar Glukosa dalam Urin)

Juli 24, 2012 3
Glukosa adalah salah satu dari monosakarida yang mempunyai peranan besar sebagai indikator penyakit diabetes melilitus (DM). diabetes melilitus adalah suatu keadaan yang timbul karena defisiensi insulin, baik secara relatif maupun absolut. Karena terhambatnya penyerapan glukosa ke dalam sel serta gangguan metabolismenya, maka timbul hiperglikemia. Dalam keadaan normal, kira-kira 50% glukosa yang dimakan mengalami metabolisme sempurna menjadi CO2 dan air, 5% diubah menjadi glikogen dan kira-kira 30-40% diubah menjadi lemak. Pada diabetes melilitus semua proses tersebut terganggu, sehingga sebagian besar glukosa tetap dalam sirkulasi darah dan energi terutama diperoleh dari metabolisme protein dan lemak. Selain dalam darah, glukosa juga ditemukan dalam air seni.

Kadar glukosa darah meningkat seiringan dengan pencernaan dan penyerapan glukosa dari makanan. Pada individu sehat dan normal,kadar tersebut tidak melebihi sekitar 140 mg/dL karena jaringan akan menyerap glukosa dari darah menyimpannya untuk digunakan kemudian atau mengoksidasinya untuk menghasilkan energi. Setelah makanan dicerna dan diserap, kadar glukosa darah menurun karena sel terus metabolis glukosa.

Apabila kadar glukosa terus meningkat setelah makan, konsentrasi glukosa yang tinggi dapat menyebabkan keluarnya air dari jaringan akibat efek osmotik glukosa. Jaringan akan mengalami dehidrasi dan fungsinya akan terganggu. Dehidrasi otak dapat menyebabkan koma hiperosmolar.
Baca juga, Penggolongan dan Identifikasi Karbohidrat
Di pihak lain, apabila kadar glukosa darah terus turun setelah makan, jaringan yang bergantung pada glukosa akan menderita kekurangan energi. Apabila kadar glukosa turun secara mendadak, otak tidak akan mampu membentuk ATP dalam jumlah memadai. Akan timbul pusing dan kepala terasa ringan, diikuti oleh mengantuk, dan akhirnya koma. Sel darah merah tidak akan mampu menghasilkan ATP dalam jumlah cukup untuk mempertahankan integritas membrannya. Hemolisis sel ini akan menurunkan transport oksigen ke jaringan tubuh. Akhirnya, semua jaringan yang menggantungkan diri pada oksigen untuk memperoleh energi akan terganggu fungsi normalnya. Apabila gangguan ini cukup berat, maka dapat terjadi kematian.

Konsekuensi kelebihan atau kekurangan glukosa yang berbahaya dalam keadaan normal dihindari karena tubuh mampu mengatur kadar glukosa darahnya. Sewaktu konsentrasi glukosa darah mendekati rentang puasa normal yaitu 80 – 100 mg/dL sekitar 2 jam setelah makan, terjadi pengaktifan proses glikogenolisis di hati. Glikogen hati merupakan sumber utama glukosa selama beberapa jam pertama puasa. Kemudian glukoneogenesis suatu proses yang terjadi di hati berasal dari jaringan lain. Otot yang teraktivasi dan sel darah merah menghasilkan laktat melalui glikolisis, otot juga memberi asam amino melalui penguraian protein dan terjadi pembebasan gliserol melalui mobilisasi simpanan triasilgliserol di jaringan adipose.

Bahkan pada puasa jangka panjang, kadar glukosa darah tidak turun secara dramatis. Dalam keadaan kelaparan selama 5 – 6 minggu, kadar glukosa darah hanya menurun sampai sekitar 65 mg/dL.

Setelah makan makanan yang mengandung karbohidrat, kadar glukosa darah meningkat, sebagian glukosa dalam makanan disimpan dalam hati sebagai glikogen. Setelah 2 jam atau 3 jam berpuasa, glikogen ini mulai diuraikan oleh proses glikogenolisis, dan glukosa yang terbentuk dibebaskan ke dalam darah. Seiringan dengan penurunan simpanan glikogen, juga terjadi penguraian triasilgliserol di jaringan adiposa, yang menghasilkan asam lemak sebagai bahan bakar alternatif dan gliserol untuk sintesis melalui glukoneogenesis. Asam amino juga dibebaskan dari otot untuk berfungsi sebagai prekusor glukoneogenik.
Baca juga, Mengenal Berbagai Jenis Karbohidrat
Setelah puasa satu malam, kadar glukosa darah dipertahankan baik oleh glikogenolisis maupun glukoneogenesis. Namun setelah sekitar 30 jam berpuasa, simpanan glikogen hati habis, sesudah itu, glukoneogenesis adalah satu-satunya sumber glukosa.

Perubahan dalam metabolisme glukosa yang berlangsung selama perpindahan dari keadaan kenyang ke keadaan puasa diatur oleh hormon insulin dan glukagon. Insulin meningkat pada keadaan kenyang dan glukagon meningkat selama puasa. Insulin merangsang transpor glukosa ke dalam sel tertentu misalnya sel otot dan jaringan adiposa. Insulin juga mengubah aktivitas enzim kunci yang mengatur metabolisme. Yang merangsang penyimpanan bahan bakar. Glukagon melawan efek insulin, yang merangsang pelepasan simpanan bahan bakar dan perubahan laktat, asam amino, serta gliserol menjadi glukosa.

Selama puasa, sewaktu kadar glukosa menurun, kadar insulin menurun, dan kadar glukagon meningkat. Perubahan hormon-hormon ini menyebabkan hati menguraikan glikogen melalui glikogenesis dan membentuk glukosa melalui proses glikogenolisis dan membentuk glukosa melalui proses glukoneogenesis sehingga kadar glukosa darah dapat dipertahankan. Kadar glukosa darah dipertahankan tidak saja selama puasa, tetapi juga sewaktu kita berolahraga saat sel otot menyerap glukosa dari darah dan mengoksidasinya untuk memperoleh energi. Selama berolahraga, hati memasok glukosa ke dalam darah melalui proses glikogenolisis dan glukoneogenesis

Perubahan hormon-hormon yang terjadi selama puasa merangsang penguraian triasilgliserol jaringan adiposa. Akibatnya terjadi pelepasan asam lemak dan gliserol.
Read More
Rino Safrizal
Jejaring Kimia Updated at: Juli 24, 2012

Juli 21, 2012

Penentuan Lokasi dan Titik Pengambilan Sampel Air Sungai

Juli 21, 2012 1

A. Tujuan pemilihan lokasi dan titik pengambilan sampel air limbah

Air limbah atau limbah cair industri adalah limbah yang dihasilkan pada setiap tahap produksi yang berupa air sisa, air bekas proses produksi, atau air bekas pencucian peralatan industry. Sesuai dengan Undang Undang Lingkungan Hidup, air limbah industry harus dipantau pada waktu tertentu. Data yang diperoleh dari lokasi pemantauan dan titik pengambilan harus dapat menggambarkan kualitas air limbah yang akan disalurkan ke perairan penerima.

Pemilihan lokasi dan titik pengambilan sampel air limbah bertujuan untuk:

1. Mengetahui efisiensi proses produksi

Caranya adalah dengan mengambil sampel dari bak control limbah sebelum masuk ke pipa atau saluran gabungan yang menuju ke instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Pengambilan sampel di lokasi itu dilakukan apabila suatu industry menghasilkan berbagai jenis produk dengan proses produksi dan karakteristik limbah yang berbeda. Semakin kecil konsentrasi air limbah dan beban pencemaran, efisiensi produksi semakin tinggi dan begitu juga sebaliknya.

2. Mengevaluasi efisiensi IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah)

Dalam hal ini, sampel diambil pada titik masuk (inlet) dan keluar (outlet) IPAL dengan memerhatikan waktu retensi. Sampel harus diambil pada waktu proses instalasi berjalan normal.

3. Mengendalikan pencemaran air

Untuk itu sampel diambil pada titik-titik berikut:
  • Titik perairan penerima sebelum air limbah masuk ke badan air. Pengambilan itu untuk mengetahui kualitas perairan sebelum dipengaruhi air limbah. Data hasil pengujian sampel biasanya digunakan sebagai pembanding atau control
  • Titik akhir saluran pembuangan limbah (outlet) sebelum air limbah disalurkan ke perairan penerima. Sampel diambil di situ untuk mengetahui kualitas effluent. Apabila data hasil pengujiannya melebihi nilai baku mutu lingkungan, dapat disimbulkan bahwa industry terkait melanggar hukum
  • Titik perairan penerima setelah air limbah masuk ke badan air, namun sebelum menerima air limbah lainnya. Pengambilan tersebut untuk mengetahui kontribusi air limbah terhadap kualitas perairan penerima. 
titik pengambilan sampel
Gambar 1. Lokasi dan titik pengambilan sampel air limbah industry
Untuk memperjelas, klik gambar di atas
Keterangan:
A : Proses produksi
B : Air limbah
1 : bak control saluran air limbah
2 : Input IPAL (influent)
3 : Output IPAL(effluent)
4 : perairan penerima sebelum air limbah masuk ke badan air
5 : perairan penerima setelah air limbah masuk ke badan air

B. Tujuan pengujian air permukaan

Sampel air permukaan berasal dari air sungai, air danau, air waduk, mata air, air rawa, dan air gua. Pengujian air permukaan bertujuan untuk:
  1. Mengetahui kualitas air permukaan sehingga dapat ditentukan peruntukannya sebagai, misalnya air minum, air untuk rekreasi, air untuk industry, air untuk perikanan, air pertanian, dan sebagainya
  2. Membuktikan dan mengendalikan pencemaran
  3. Menetapkan kebijakan pengelolaan air permukaan
Dalam bahasan ini hanya memfokuskan penentuan lokasi dan titik pengambilan sampel pada perairan sungai.

C. Penentuan lokasi pengambilan sampel air sungai

Langkah awal dalam menentukan lokasi pengambilan sampel air sungai adalah mengetahui keadaan geografi sungai dan aktifitas di sekitar daerah aliran sungai. Secara umum, lokasi pengambilan sampel air sungai meliputi (Gambar 2) :
  1. Daerah hulu atau sumber air alamiah, yaitu lokasi yang belum tercemar. Lokasi ini berperan untuk identifikasi kondisi asal atau base line system tata air
  2. Daerah pemanfaatan air sungai, yaitu lokasi di mana air sungai dimanfaatkan untuk bahan baku air minum, air untuk rekreasi, industry, perikanan, pertanian, dan lain-lain. Tujuannya adalah untuk mengetahui kualitas air sebelum dipengaruhi oleh suatu aktifitas
  3. Daerah yang potensial terkontaminasi, yaitu lokasi yang mengalami perubahan kualitas air oleh aktivitas industry, pertanian, domestic, dan sebagainya. Lokasi ini dipilih untuk mengetahui hubungan antara pengaruh aktivitas tersebut dan penurunan kualitas air sungai
  4. Daerah pertemuan dua sungai atau lokasi masuknya anak sungai. Lokasi ini dipilih apabila terdapat aktivitas yang mempunyai pengaruh terhadap penurunan kualitas air sungai
  5. Daerah hilir atau muara, yaitu daerah pasang surut yang merupakan pertemuan antara air sungai dan air laut. tujuannya untuk mengetahui kualitas air sungai secara keseluruhan. Apabila data hasil pengujian di daerah hilir dibandingkan dengan data untuk daerah hulu, evaluasi tersebut dapat menjadi bahan kebijakan pengelolaan air sungai secara terpadu.
titik pengambilan sampel
Gambar 2. Lokasi pengambilan sampel air sungai
Untuk memperjelas, klik gambar di atas

Khusus untuk pertemuan dua sungai atau masuknya anak sungai, lokasi pengambilan sampel adalah di daerah di mana air di kedua sungai itu diperkirakan telah tercampur secara sempurna. Untuk mengetahuinya perlu dilakukan uji homogenitas air sungai. Uji homogenitas dilakukan dengan mengambil beberapa sampel di sepanjang lebar sungai dan pada kedalaman tertentu. Parameter ujinya adalah suhu, derajat keasaman atau pH, oksigen terlarut atau DO, dan daya hantar listrik (DHL). Apabila hasil pengujian parameter di beberapa titik tersebut tidak berbeda jauh, yaitu kurang dari 10%, dapat disimpulkan bahwa telah terjadi pencampuran sempurna di antara dua air sungai tersebut. Tabel 1 menggambarkan perkiraan jarak pencampuran sempurna untuk penentuan lokasi pengambilan sampel.

Tabel 1. Perkiraan jarak pencampuran sempurna di sungai
 titik pengambilan sampel

WMO, 1998. “Manual on Water Quality Monitoring: Planning and Implementation of Sampling and Field Testing, Operational Hydrology” Report No. 27, World Meteorological Organization dalam Jamie Bartam dan Richard Balance (eds). 1996. Water Quality Monitoring - A Practical Guide to the Design and Implementation of Fresh Water Quality Studies and Monitoring Program. Published on Behalf of UNEP, WHO. Cornwall: TJ Press Ltd
Untuk memperjelas, klik tabel di atas 

D. Penentuan jumlah titik pengambilan sampel air sungai

Apabila lokasi pengambilan telah ditetapkan, langkah selanjutnya adalah menentukan titik pengambilannya. Jumlah titik tersebut sangat tergantung pada debit rata-rata tahunan dan klasifikasi sungai. Semakin banyak titik pengambilan sampel, semakin tergambarkan kualitas air sungai sesungguhnya. Tabel 2 memberikan ilustrasi jumlah titik pengambilan air sungai sesuai klasifikasinya.

Tabel 2. Jumlah titik pengambilan sampel air sungai sesuai klasifikasinya
 titik pengambilan sampel

Catatan: (*) Sampel air sungai diambil pada 30 cm di bawah permukaan air dan/ atau 30 cm di atas dasar sungai dan harus dengan berhati-hati sehingga endapan dasar sungai (sedimen) tidak terambil (WMO, 1998. “Manual on Water Quality Monitoring: Planning and Implementation of Sampling and Field Testing, Operational Hydrology” Report No. 27, World Meteorological Organization dalam Jamie Bartam dan Richard Balance (eds). 1996. Water Quality Monitoring - A Practical Guide to the Design and Implementation of Fresh Water Quality Studies and Monitoring Program. Published on Behalf of UNEP, WHO. Cornwall: TJ Press Ltd)
Untuk memperjelas, klik tabel di atas 

Dalam prakteknya, jumlah titik tersebut sangat dipengaruhi oleh situasi dan kondisi air sungai. Untuk gambaran yang lebih detail, Tabel 3 menunjukkan jumlah titik pengambilan sampel air sungai berdasarkan klasifikasi dan debit rata-rata tahunan.

Tabel 3. Jumlah titik pengambilan sampel air sungai berdasarkan klasifikasi dan debit rata-rata tahunan
titik pengambilan sampel 
Keterangan:
d : kedalaman air sungai; L : lebar sungai
Untuk memperjelas, klik tabel di atas

Sumber: Hadi, A.2007. Prinsip Pengelolaan Pengambilan Sampel Lingkungan. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama
Download versi pdfnya, klik di sini via docstoc.
atau ingin langsung download ebook "Prinsip Pengelolaan Pengambilan Sampel Lingkungan", klik di sini
Read More
Rino Safrizal
Jejaring Kimia Updated at: Juli 21, 2012

Juli 20, 2012

Kelimpahan Halogen di Alam

Juli 20, 2012 2
Disebut halogen (bahasa Yunani : Pembentuk garam) karena sifatnya yang mudah sekali bereaksi terutama dengan logam membentuk garam. Karena sifatnya yang reaktif, maka halogen hanya dijumpai dalam bentuk senyawa. Kelimpahan halogen akan dijelaskan di bawah ini.

1. Fluorine

Terdapat dalam senyawa fluorspar CaF2, kriolit Na3AlF6, dan fluorapatit Ca(PO4)3F. dengan penambahan asam sulfat ke dalam fluorspar maka akan diperoleh HF dan garam Calsium sulfat. Selanjutnya lelehan asam florida di elektrolisis untuk menghasilkan gas F2.
CaF2 + H2SO4 --> CaSO4 + 2HF

Klorin

Terdapat dalam senyawa NaCl, KCl, MgCl2, dan CaCl2. Senyawa klorida ditemukan di air laut dan garam batu/endapan garam yang terbentuk akibat penguapan air laut di masa lalu. Setiap 1 kg air laut mengandung sekitar 30 gram NaCl. Proses untuk mendapatkan unsure klorin adalah melalui elektrolisis larutan NaCl pekat (brine) akan menghasilkan Cl2 pada anode dan gas H2, dan NaOH pada katode.

Baca juga, reaksi-reaksi unsur halogen.

Bromin

Terdapat dalam senyawa logam bromide. Senyawa ini juga ditemukan di air laut, endapan garam, dan air mineral. Ditemukan di perairan laut Mati dengan kadar 4500 - 5000 ppm. Garam-garam bromine juga diperoleh dari Arkansas

Iodine

Terdapat dalam senyawa natrium iodat NaIO3, yang ditemukan dalam jumlah kecil pada deposit NaNO3 di Chili. Juga dalam larutan bawah tanah di Jepang dan Amerika dengan kadar sampai 100 ppm. Untuk memperoleh iodine dari natrium iodat, dilakukan penambahan zat pereduksi natrium bisulfit NaHSO3 dengan reaksi sebagai berikut :
2IO3- + 5HSO3- --> I2 + 3HSO4- + 2SO42- + H2O

Astatine

Jumlah astatine di kerak bumi sangat sedikit kurang dari 30 gram.
Read More
Rino Safrizal
Jejaring Kimia Updated at: Juli 20, 2012

Juli 18, 2012

Bidang Uji Kualitas Lingkungan dan Parameter Uji untuk Berbagai Jenis Industri

Juli 18, 2012 5
Jejaring Kimia - Penentuan bidang uji kualitas lingkungan dan parameter uji merupakan bagian dari perencanaan pembambilan sampel lingkungan. Selain menentuan tujuan pengambilan sampel lingkungan, bidang uji kualitas lingkungan dan parameter uji juga sangat penting untuk diperhatikan dalam perencanaan pengambilan sampel agar tidak keliru dalam menentukan tindakanan selanjutnya.
Penentuan bidang uji kualitas lingkungan sangat tergantung pada tujuan yang ditetapkan. Bidang uji tersebut dibedakan menurut media lingkungan yang ada. Contoh bidang uji kualitas lingkungan adalah air permukaan, air tanah, air limbah, air laut, udara ambient, dan sebagainya. Adapun parameter yang harus dianalisis disesuaikan dengan baku mutu lingkungan hidup.
Selain itu penentuan parameter yang harus dianalisis sangat tergantung pada keberadaan bahan pencemar atau polutan di lingkungan. Contohnya parameter uji air limbah industry logam akan berbeda dengan parameter uji air limbah industry tekstil.

Berikut akan disajikan bidang uji kualitas lingkungan dan parameter uji untuk berbagai jenis industry:
  1. Jenis Industri soda kaustik/klor; parameter yang diuji adalah Ph, TSS, Cl2 tersisa, Cu, Pb, Zn, Cr, Ni, dan Hg
  2. Pelapisan logam; parameter yang diuji adalah pH, TSS, CN, krom total, Cr6+, Cu, Zn, Ni, Cd, Pb
  3. Penyamakan kulit; parameter yang diuji adalah pH, BOD, COD, TSS, krom total, minyak dan lemak, nitrogen total (sebagai N), ammonia total (sebagai N), sulfide (sebagai S)
  4. Minyak sawit; parameter yang diuji adalah pH, BOD, COD, TSS, minyak dan lemak, nitrogen total (sebagai N)
  5. Pulp dan kertas; parameter yang diuji adalah pH, BOD, COD, TSS
  6. Karet; parameter yang diuji adalah pH, BOD, COD, TSS, ammonia total (sebagai NH3-N), nitrogen total (sebagai N)
  7. Gula; parameter yang diuji adalah pH, BOD, COD, TSS, minyak dan lemak, sulfide (sebagai S)
  8. Tapioka; parameter yang diuji adalah pH, BOD, COD, TSSCN
  9. Tekstil; pH, BOD, COD, TSS, fenol total, krom total, ammonia total (NH3-N), sulfide (sebagai S), minyak dan lemak
  10. Pupuk; pH, COD, TSS, minyak dan lemak, NH3-N, TKN
  11. Etanol; pH, BOD, COD, TSS, sulfide (sebagai S)
  12. Monosodium glutamate (MSG); pH, BOD, COD, TSS
  13. Kayu lapis; pH, BOD, COD, TSS, fenol, ammonia total (sebagai N)
  14. Susu, makanan yang terbuat dari susu; pH, BOD, COD, TSS
  15. Minuman ringan; pH, BOD, TSS, minyak dan lemak
  16. Sabun, deterjen, dan produk minyak nabati; pH, BOD, COD, TSS, minyak dan lemak, fosfat, MBAS
  17. Bir; pH, BOD, COD, TSS
  18. Baterai kering; pH, BOD, TSS, ammonia total, minyak dan lemak, Zn, Hg, Mn, Cr, Ni
  19. Cat; pH, BOD, TSS, Hg, Zn, Pb, Cu, Cr6+, Ti, Cd, fenol, minyak dan lemak
  20. Farmasi; pH, BOD, COD, TSS, total N, fenol
  21. Pestisida; pH, BOD, COD, TSS, fenel, benzene, toluene, total sianida, ammonia total (sebagai N), bahan aktif total
*Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 51/MENLH/10/1995
Read More
Rino Safrizal
Jejaring Kimia Updated at: Juli 18, 2012

Sumber dan Dampak Gas Metana

Juli 18, 2012 13
Metana merupakan gas yang terbentuk oleh adanya ikatan kovalen antara empat atom H dengan satu atom C. Metana merupakan suatu alkana. Alkana secara umum mempunyai sifat sukar bereaksi (memiliki afinitas kecil) sehingga biasa disebut sebagai parafin. Sifat lain dari alkana adalah mudah mengalami reaksi pembakaran sempurna dengan oksigen menghasilkan gas karbon dioksida (CO2) dan uap air (H2O) dengan reaksi:
CH4(g) + O2(g) -> CO2(g) + H2O(g)

Di mana kita bisa menemukan gas metana?

Metana merupakan gas yang tidak berwarna, sehingga tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Tetapi metana dapat diidentifikasi melalui indra penciuman karena baunya yang khas. Sebenarnya gas metana berada di sekitar kita. Beberapa di antaranya akan saya sebutkan di sini.
  • Metana dapat ditemukan pada kotoran hewan seperti sapi, kambing, domba, babi, unggas
  • Selain pada kotoran, hewan memamah biak juga menyuplai gas metana melalui proses sendawa
  • Metana juga ditemukan pada kotoran manusia
  • Gas elpiji yang kita gunakan juga mengandung gas metana
  • Metana terdapat pada sampah-sampah organic setelah dilakukan perombakan oleh bakteri (beberapa industry memanfaatkan sampah organic untuk mengisolasi gas metana ini sebagai alternatif pengganti energy berbahan dasar fosil, termasuk isolasi gas metana dari kotoran hewan ternak )
  • Metana dapat terbentuk melalui proses pembakaran biomassa atau rawa-rawa (proses alam seperti biogenic, termogenik, dan abiogenik)
  • Lahan gambut juga bisa menghasilkan gas metana.
Selain di atas, di daerah-daerah tertentu juga diketahui mengandung metana dalam jumlah yang sangat besar (3000 kali jika dibandingkan dengan gas metana yang ada di atmosfer sekarang), tetapi dalam bentuk hidrat, seperti:
  • Bagian barat Siberia (Danau Baikal) memiliki daerah kolam berlumpur seluas Prancis dan Jerman yang beku oleh es abadi. Di daerah ini mengandung tidak kurang dari 70 miliar ton metan hidrat
  • Daerah antartika menyimpan kurang lebih 400 miliar ton metana dalam bentuk hidratnya
  • Gas metana juga ditemukan terperangkap pada lantai samudra di kedalam 1000 kaki dengan jumlah yang sangat banyak, biasa disebut sebagai metan clathrate

Emisi gas metana dari hewan dan manusia

Metana merupakan gas dengan emisi rumah kaca 23 kali lebih ganas dibandingkan dengan karbondioksida.
Kalkulasi emisi gas metana yang dihasilkan oleh hewan dan manusia tiap tahunnya adalah sebagai berikut:
  • Western cattle: 120 kg/year
  • Non western cattle: 60kg/year
  • Sheep: 8 kg/year
  • Pig: 1.5 kg/year
  • Human: 0.12 kg/year
Sumber: Nasa’s Goddard Institute for Space Science

Apa dampak gas metana bagi kehidupan manusia?

Dampak gas metana dapat kita lihat dari segi ekonomis dan segi lingkungannya, dan keduanya mempunyai konsekuensi masing-masing jika memang ingin diterapkan.

Dari segi ekonomi dapat mengurangi ketegantungan kita terhadap bahan bakar fosil yang semakin hari semakin sedikit jumlahnya. Sehingga eksploitasi dan isolasi gas metana dapat digunakan sebagai bahan pengganti bahan bakar fosil. Mengingat jumlahnya yang sangat besar, baik dalam bentuk metan hidrat yang ada di kutub utara dan selatan, danau Baikal serta di dasar laut. Belum lagi ditambah gas metana hasil kotoran hewan ternak yang jumlahnya melebihi penduduk bumi. Tentunya ini bisa jadi bahan pertimbangan jika suatu hari nanti bahan bakar fosil habis. Tapi, namanya juga eksploitasi, selalu ada dampak negative yang ditimbulkan. Jadi harus dipertimbangkan benar-benar dampak negatifnya jika ingin mengambil langkah ini.

Dari segi lingkungan tidak salah lagi, gas metana menjadi penyebab utama pemanasan bumi sehingga berdampak pada perubahan iklim. tentunya sangat membahayakan bagi tatanan kehidupan yang ada di planet kita. Mengapa bisa demikian? Metana adalah gas dengan emisi gas rumah kaca 23 kali lebih ganas dari karbondioksida (CO2), yang berarti gas ini kontributor yang sangat buruk bagi pemanasan global yang sedang berlangsung. Berita buruknya adalah pemanasan global membuat suhu es di kutub utara dan kutub selatan menjadi semakin panas, sehingga metana beku yang tersimpan dalam lapisan es di kedua kutub tersebut juga ikut terlepaskan ke atmosfer. Para ilmuwan memperkirakan bahwa Antartika menyimpan kurang lebih 400 miliar ton metana beku, dan gas ini dilepaskan sedikit demi sedikit ke atmosfer seiring dengan semakin banyaknya bagian-bagian es di antartika yang runtuh. Anda bisa membayangkan betapa mengerikannya keadaan ini: Bila Antartika kehilangan seluruh lapisan esnya, maka 400 miliar ton metana tersebut akan terlepas ke atmosfer! Ini belum termasuk metana beku yang tersimpan di dasar laut yang juga terancam mencair karena makin panasnya suhu lautan akibat pemanasan global.

Sekali terpicu, siklus ini akan menghasilkan pemanasan global yang sangat parah sehingga mungkin dapat mematikan sebagian besar mahluk hidup yang ada di darat maupun laut. Saya kurang pasti juga, tapi kalau dilihat dari satelit, kondisi benua antartika, dan Greenland; es yang ada di sana dari tahun ketahun semakin berkurang dengan kecepatan mencair lebih dari yang diprediksikan para ilmuan.

Beberapa hal yang berkaitan dengan gas metana sudah saya paparkan. Jika berkenan, mohon diisi kotak komentarnya ataupun buku tamu, sebagai rasa ucapan terima kasih saya karena sudah menyempatkan diri untuk berkunjung ke blog saya yang sederhana ini.
Mudah-mudahan informasi di atas bermanfaat.

Silakan klik di sini untuk mendownload artikel tentang sumber dan dampak gas metana
Read More
Rino Safrizal
Jejaring Kimia Updated at: Juli 18, 2012

Juli 16, 2012

Membandingkan Titik Didih Larutan NaCl dan Air

Juli 16, 2012 0
Tahapan kerja yang dilakukan untuk membandingkan titik didih larutan NaCl dan Air adalah sebagai berikut:
  1. Ambil dua gelas beker 400mL
  2. Isi gelas beker pertama dengan 200 mL air suling
  3. Hitung jumlah garam NaCl yang dibutuhkan membuat 200 mL NaCl 0,1 M. (Mr = 58)
  4. Isi gelas beker kedua dengan 200 mL larutan garam yang telah dibuat tadi, lalu panaskan kedua gelas beker tadi
  5. Setelah mendidih, ukur suhu masing-masing dengan thermometer digital (ketelitian ± 0,1oC).
Pertanyaan : Bagaimana titik didih larutan NaCl dibandingkan dengan air?
Penjelasan : Penambahan zat terlarut berupa garam kedalam air menyebabkan titik didih lebih tinggi ( > 100oC) jika dibandingkan dengan pemanasan air tanpa zat terlarut (titik didih air 100oC). Hal ini berkaitan dengan sifat koligatif larutan; di mana sifat suatu larutan hanya bergantung pada jumlah zat terlarut, dan bukan pada jenis zat terlarut.
Read More
Rino Safrizal
Jejaring Kimia Updated at: Juli 16, 2012

Juli 11, 2012

Testing Water’s Skin

Juli 11, 2012 1

water is a very important chemical! It covers about three-fourths of the Earth’s surface and makes up about two-thirds of your body’s weight. Every living thing needs water to survive. One of the special things about water is that it tends to stick to itself. This property is called cohesion. When water sticks to something else, it is called adhesion. Because water sticks so strongly to itself, it tends to bead up on slick surfaces like a car’s hood or windshield. Water also forms a “skin” on its outer surface. This “skin” is strong enough to support a water bug, and it is flexible enough to bend around the edge of a water drop.


Materials

  1. 2 Paper towels
  2. Penny
  3. Small disposable paper cup (3 oz.)
  4. Water
  5. Dropper
  6. Liquid dish detergent
  7. Food coloring (optional)

Procedure


  1. Place a clean, dry penny flat on one of the paper towels.
  2. Fill the cup about halfway with water.
  3. Use the dropper to carefully place water onto the surface of the penny one drop at a time, ounting the drops and watching from the side as they are added. Add the drops close to the center of the penny and hold the tip of the dropper just above the penny. How many drops of water fit onto the penny before the water runs over the edge and onto the paper towel? Write down your answer and draw a picture ofwhat you saw.
  4. Dry the penny completely with the other paper towel and then place it onto a dry spot on your first paper towel.
  5. Add five drops of liquid dish detergent to the cup containing the water and mix it slowly with the dropper.
  6. Try dropping soapy water onto the top surface of the penny as before. How many drops can you add before the water runs over the edge onto the paper towel? Write down your answer and draw a picture of what you saw.
  7. Thoroughly clean the work area and wash your hands.

Where’s the Chemistry?

Because water sticks to itself so well, it will easily form very large drops. In a drop, all the water molecules are close together, and they can touch several other molecules at the same time. Each of the water molecules is surrounded on the top, bottom, left, and right by other water molecules.

When detergent is added to the water, the drop falls apart. The detergent molecules stick to the water molecules, and they block the water molecules from sticking to each other. As more detergent is added to the water, the water molecules have a harder time sticking to one another. Since the water molecules cannot stick to each other as well, they cannot form large drops, so soapy water forms small drops, and very soapy water will not form drops at all.

Source : American Chemical Society
Read More
Rino Safrizal
Jejaring Kimia Updated at: Juli 11, 2012

Juli 09, 2012

The Fate of Calcium Carbonate

Juli 09, 2012 0

Calcium is a chemical that is always grabbing onto other chemicals. One of the most common chemicals connected to calcium is called carbonate. Together, the calcium and the carbonate are called calcium carbonate. Calcium carbonate is in eggshells, seashells, limestone, and many other materials. In this activity, you can use a common liquid to detect calcium carbonate!


Materials

  1. Egg shell from hard boiled egg
  2. Calcium tablet (made from oyster shell)
  3. White chalk
  4. Metal tablespoon
  5. 2 small cups
  6. Water
  7. Vinegar
  8. Two straws or droppers

Procedure

  1. Cover your work surface with newspaper or paper towels. Place some egg shell, about 1/4 piece of chalk, and a calcium tablet on your work surface.
  2. Use paper and pencil to make a chart like the one shown. Use the back of a tablespoon to crush each of your samples into small pieces. Clean the spoon off between samples so the pieces don't get mixed together.
  3. Place about ½ of each sample under its name in the water row and the other ½ under its name in the vinegar row.
  4. Place a few drops of water on the samples in the water row and watch them very closely. What do you observe?
  5. Now place a few drops of vinegar on the samples in the vinegar row and watch them very closely. What do you observe?

Think about this!

If vinegar causes the calcium carbonate to come apart, what do you think would happen to an egg if it were left in vinegar for a few days? How about a bone, which has a lot of calcium phosphate? Let's try it and find out!
Place the egg and a chicken bone in separate jars. Add enough vinegar to cover them completely. Cover the opening of each jar with aluminum foil. Observe the egg and the bone over the next three days. What do you notice? After three days, take each one out of its jar. How are they different from when you put them in? What do you think caused them to look and feel the way they do?

Where's the Chemistry?

Vinegar is an acid called acetic acid. When it combines with the calcium carbonate, the acetic acid and the calcium carbonate come apart and reform in different ways to make new chemicals. One of these chemicals is the gas carbon dioxide. That's why you see the bubbles!

Source : American Chemical Society
Read More
Rino Safrizal
Jejaring Kimia Updated at: Juli 09, 2012

Juli 03, 2012

Cara Mudah Belajar Matematika dengan Microsoft Mathematics Software

Juli 03, 2012 15
Microsoft Mathematics adalah salah satu software berisi kumpulan rumus matematika yang dapat membantu siswa menyelesaikan pekerjaan rumah (PR) secara cepat dan mudah. Dengan software Microsoft Mathematics ini, siswa dapat memahami dan memecahkan persamaan yang berhubungan dengan pelajaran matematika, diantaranya adalah persamaan aljabar, fungsi trigonometri, fisika, kimia, maupun kalkulus.

Tampilan utama Microsoft Mathematics dapat Anda lihat pada gambar di bawah ini.

microsoft mathematics


Tampilan fitur untuk membuat grafik dengan persamaan yang kita buat sendiri

microsoft mathematics

Tampilan fitur berbagai formula/rumus yang berkaitan dengan hitungan matematika

microsoft mathematics

Tampilan fitur menghitung besarnya sudut pada sebuah segitiga sembarang

microsoft mathematics


Beberapa fitur yang tersedia di software Microsoft Mathematics adalah sebagai berikut:
  1. Perhitungan standar fungsi matematika, di antaranya akar, eksponensial, maupun logaritma layaknya kalkulator ilmiah yang banyak di pasaran
  2. Pemecahan materi persamaan dan pertidaksamaan matematika
  3. Pemecahan materi segitiga, seperti mengetahui besaran sudut secara otomomatis hanya dengan memasukkan nilai angka pada ketiga sisi segitiga
  4. Konversi berbagai macam satuan ukur dari unit satu ke unit yang lain, misalnya panjang milimeter ke mikrometer, suhu dari derajat celsius ke kelvin, massa, volume, tekanan, dan masih banyak lagi
  5. Perhitungan trigonometri seperti sinus, kosinus, dan tangen
  6. Perhitungan materi matematika yang berkaitan dengan operasi matrik dan vektor
  7. Perhitungan matematika yang berkaitan dengan materi statistika, diantaranya mean dan standar deviasi
  8. Konversi persamaan matematika ke dalam grafik polar dan kartesius dengan tampilan 2D dan 3D
  9. Perhitungan materi matematika berupa turunan, integral, dan limit fungsi

Bagi Anda yang berminat untuk mendownload software Microsoft Mathematics, siakan klik di sini. Mudah-mudahan software ini dapat memudahkan dan memotivasi Anda mempelajari matematika, sehingga matematika tidak lagi menjadi momok yang menakutkan dikalangan siswa.
Read More
Rino Safrizal
Jejaring Kimia Updated at: Juli 03, 2012

Post Top Ad