Perubahan Wujud Materi (Perubahan Kimia)


Semua materi dapat berubah dari satu keadaan (wujud) ke keadaan (wujud) lain. Ini membutuhkan suhu yang sangat rendah atau tekanan yang sangat tinggi, tetapi hal ini dapat dilakukan. Perubahan fasa/wujud terjadi ketika titik-titik tertentu tealah tercapai (titik leleh maupun titik didih). Kadang-kadang cairan ingin menjadi padat atau bahkan berubah wujud menjadi gas. Para ilmuwan menggunakan sesuatu yang disebut titik beku untuk mengukur keadaan ketika cairan berubah menjadi padat. Ada efek fisik yang dapat mengubah titik beku. Tekanan adalah salah satu faktor. Ketika tekanan sekitar zat naik, titik beku juga naik. Itu berarti lebih mudah untuk membekukan bahan pada tekanan tinggi. Ketika semakin dingin (tekanan tinggi), ukuran padatan semakin menyusut.


Ibaratkan Anda sebuah kubus es (padatan/solid). Hal yang Anda inginkan adalah menjadi cair (cairan/liquid). Untuk berubah wujud dari padat menjadi cair dibutuhkan energi. Atom dalam wujud cairan memiliki lebih banyak energi dari atom dalam wujud padat. Suhu dimana akan terjadi perubahan padat menjadi cairan disebut sebagai titik leleh. Ketika padat mencapai suhu titik leleh maka benda tersebut akan menjadi cair/cairan. Seperti yang kita ketahui, titik beku air adalah 0oC, sedangkan titik didihnya adalah 100oC. Artinya agar terjadi perubahan wujud dari padat menjadi cair, maka suhu air haruslah sedikit di atas 0oC. Begitu juga jika air ingin berubah wujud menjadi gas secara sempurna, maka suhu air harus mencapai 100oC. Jika zat berupa garam maupun gula maka titik leleh akan lebih tinggi daripada air (disebut sebagai sifat koligatif larutan).

Berikutnya ibaratkan Anda suatu gas. Anda akan kehilangan energi. Hal ini dilakukan untuk menurunkan suhu sekitarnya. Ketika suhu turun, energi akan tersedot keluar dari atom gas. Ketika Anda mencapai suhu titik kondensasi, Anda akan menjadi cairan (liquid).
Perubahan Wujud Materi (Perubahan Kimia) Perubahan Wujud Materi (Perubahan Kimia) Reviewed by Rino Safrizal on 20:49 Rating: 5