Memahami Pembentukan Ikatan Ion

Jejaring Kimia - Ikatan ion mempunyai beberapa pengertian yaitu sebagai berikut:
  1. Ikatan ion adalah ikatan yang terjadi antara unsur-unsur logam dengan unsur-unsur non logam
  2. Ikatan ion adalah ikatan yang terjadi antara ion positif/kation dengan ion negative/anion.
  3. Ikatan ion adalah ikatan yang terjadi akibat dari serah terima electron
Senyawa yang terbentuk dari ikatan ion disebut dengan senyawa ion. Contoh beberapa senyawa ion adalah NaCl, CaF2, MgCl2, berbagai jenis garam termasuk juga ke dalam senyawa ion.
Ikatan ion terjadi pada unsur-unsur yang mudah melepaskan electron pada kulit terluar (energi ionsiasi rendah) sehingga membentuk ion positif dan unsur-unsur yang mudah menerima elektron (afinitas electron tinggi) sehingga mementuk ion negatif.

Sebelum Anda mempelajari materi ini, sebaiknya pahami lebih dulu tentang kestabilan atom dan pembentukan ion positif maupun ion negative di sini.

Mari kita pahami lebih dalam pembentukan ikatan ion berdasarkan pengertian-pengertian di atas.

Simak beberapa ikatan yang terjadi antara unsur-unsur berikut:
1. 19K dengan 8O
Konfigurasi:
19K : 2 8 8 1 --> K+ : 2 8 8 + 1e | melepas 1 elektron
8O : 2 6 + 2e --> O2- : 2 8 | menerima 2 elektron
K cenderung melepas 1 elektron membentuk ion K+ sementara O cenderung menerima 2 elektron membentuk O2-. Untuk membentuk senyawa ion yang netral, maka diperlukan 2 ion K+ dan 1 ion O2- (jumlah electron pada kedua ion dibuat sama).
Reaksi:
K --> K+ + 1e | x 2
O + 2e --> O2- | x 1
----------------------- +
2K --> 2K+ + 2e
O + 2e --> O2-
----------------------- +
2K + O --> 2K+ + O2- --> K2O
2. 20Ca dengan 8O
Konfigurasi:
20Ca : 2 8 8 2 --> Ca2+ : 2 8 8 + 2e | melepas 2 elektron
8O : 2 6 + 2e --> O2- : 2 8 | menerima 2 elektron
Reaksi:
Ca --> Ca2+ + 2e
O + 2e --> O2-
----------------------- +
Ca + O --> Ca2+ + O2- --> CaO
3. 13Al dengan 8O
Konfigurasi:
13Al : 2 8 3 --> Al3+ : 2 8 + 3e | melepas 3 elektron
8O : 2 6 + 2e --> O2- : 2 8 | menerima 2 elektron
Reaksi:
Al --> Al3+ + 3e | x 2
O + 2e --> O2- | x 3
----------------------- +
2Al --> 2Al3+ + 6e
3O + 6e --> 3O2-
----------------------- +
2Al + 3O --> 2Al3+ + 3O2- --> Al2O3  
4. 11Na dengan 17Cl
Konfigurasi:
11Na : 2 8 1 --> Na+ : 2 8 + 1e | melepas 1 elektron
17Cl : 2 8 7 + 1e --> Cl- : 2 8 8 | menerima 1 elektron
Reaksi:
Na --> Na+ + 1e
Cl + 1e --> Cl-
----------------------- +
Na + Cl --> Na+ + Cl- --> NaCl
5. 12Mg dengan 17Cl
Konfigurasi:
12Mg : 2 8 2 --> Mg2+ : 2 8 + 2e | melepas 2 elektron
17Cl : 2 8 7 + 1e --> Cl- : 2 8 8 | menerima 1 elektron
Reaksi:
Mg --> Mg2+ + 2e | x 1
Cl + 1e --> Cl- | x 2
----------------------- +
Mg --> Mg2+ + 2e
2Cl + 2e --> 2Cl-
----------------------- +
Mg + 2Cl --> Mg2+ + 2Cl- --> MgCl2  
6. 13Al dengan 17Cl
13Al : 2 8 3 --> Al3+ : 2 8 + 3e | melepas 3 elektron
17Cl : 2 8 7 + 1e --> Cl- : 2 8 8 | menerima 1 elektron
Reaksi:
Al --> Al3+ + 3e | x 1
Cl + 1e --> Cl- | x 3
----------------------- +
Al --> Al3+ + 3e
3Cl + 3e --> 3Cl-
----------------------- +
Al + 3Cl --> Al3+ + 3Cl- --> AlCl3

Dapatkah Anda menyederhakan ikatan ion yang terjadi pada contoh di atas?

Jika Anda perhatikan, unsur-unsur yang saling berikatan merupakan unsur yang berada pada golongan IA (11Na dan 19K), IIA (12Mg dan 20Ca), IIIA (13Al), VIA (8O), dan VIIA (17Cl). Unsur-unsur yang berada pada golongan IA - IIIA lebih mudah untuk melepaskan elekron terluarnya sehingga membentuk ion positif, sedangkan unsur-unsur yang berada pada golongan VIA dan VIIA lebih mudah untuk menerima electron sehingga membentuk ion negative.
Tabel berikut menyajikan senyawa ion yang dihasilkan jika golongan-golongan di atas saling bereaksi tanpa melalui prosedur contoh di atas.
Jika:
Golongan IA = A; Golongan IIA = B; Golongan IIIA = C; Golongan VIA = D; dan Golongan VIIA = E; maka diperoleh senyawa ion berikut.


Unsur / Gol



D / VIA


E / VIIA


A / IA



A2D



AE


B / IIA


AD


AE2

C / IIIA

A2D3


AE3

Apakah ikatan ion hanya terjadi pada ion-ion monoatomik seperti yang dijelaskan pada contoh di atas?

Ikatan ion tidak hanya terbatas pada unsur-unsur yang mudah melepas dan menerima electron, tapi juga bisa terjadi pada ion-ion poliatomik. Beberapa contoh ion-ion poliatomik adalah ammonium NH4+ ; nitrat NO3-; sulfat SO42-; karbonat CO32-; fosfat PO43-, dsb. (Berbagai jenis kation dan anion dapat Anda lihat di sini atau langsung mengunduh filenya di sini).
Contoh pembentukan ikatan ion antara ion monoatomik dengan ion poliatomik:
1. K+ dengan NO3-
K+ | melepas 1e
NO3- | menerima 1e
Sehingga senyawa ion yang terbentuk:
K+ + NO3- --> KNO3  
2. Ca2+ dengan NO3-
Ca2+ | melepas 2e | x 1
NO3- | menerima 1e | x 2
Sehingga senyawa ion yang terbentuk:
Ca2+ + 2NO3- --> Ca(NO3)2  
3. Na+ dengan SO42-
Na+ | melepas 1e | x 2
SO42- | menerima 2e | x 1
Sehingga senyawa ion yang terbentuk:
2Na+ + SO42- --> Na2SO4  
4. Mg2+ dengan CO32-
Mg2+ | melepas 2e
CO32- | menerima 2e
Sehingga senyawa ion yang terbentuk:
Mg2+ + CO32- --> MgCO3  
5. Li+ dengan PO43-
Li+ | melepas 1e | x 3
PO43- | menerima 3e | x 1
Sehingga senyawa ion yang terbentuk:
3Li+ + PO43- --> Li3PO4  
Pahami lebih dalam materi ini? Klik di sini untuk mendownload materi tentang ikatan ion.
Memahami Pembentukan Ikatan Ion Memahami Pembentukan Ikatan Ion Reviewed by Rino Safrizal on 00:24 Rating: 5