Penentuan Lokasi dan Titik Pengambilan Sampel Air Sungai

A. Tujuan pemilihan lokasi dan titik pengambilan sampel air limbah

Jejaring Kimia - Air limbah atau limbah cair industri adalah limbah yang dihasilkan pada setiap tahap produksi yang berupa air sisa, air bekas proses produksi, atau air bekas pencucian peralatan industry. Sesuai dengan Undang Undang Lingkungan Hidup, air limbah industry harus dipantau pada waktu tertentu. Data yang diperoleh dari lokasi pemantauan dan titik pengambilan harus dapat menggambarkan kualitas air limbah yang akan disalurkan ke perairan penerima.

Pemilihan lokasi dan titik pengambilan sampel air limbah bertujuan untuk:
1. Mengetahui efisiensi proses produksi
Caranya adalah dengan mengambil sampel dari bak control limbah sebelum masuk ke pipa atau saluran gabungan yang menuju ke instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Pengambilan sampel di lokasi itu dilakukan apabila suatu industry menghasilkan berbagai jenis produk dengan proses produksi dan karakteristik limbah yang berbeda. Semakin kecil konsentrasi air limbah dan beban pencemaran, efisiensi produksi semakin tinggi dan begitu juga sebaliknya.

2. Mengevaluasi efisiensi IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah)
Dalam hal ini, sampel diambil pada titik masuk (inlet) dan keluar (outlet) IPAL dengan memerhatikan waktu retensi. Sampel harus diambil pada waktu proses instalasi berjalan normal.

3. Mengendalikan pencemaran air
Untuk itu sampel diambil pada titik-titik berikut:
  • Titik perairan penerima sebelum air limbah masuk ke badan air. Pengambilan itu untuk mengetahui kualitas perairan sebelum dipengaruhi air limbah. Data hasil pengujian sampel biasanya digunakan sebagai pembanding atau control
  • Titik akhir saluran pembuangan limbah (outlet) sebelum air limbah disalurkan ke perairan penerima. Sampel diambil di situ untuk mengetahui kualitas effluent. Apabila data hasil pengujiannya melebihi nilai baku mutu lingkungan, dapat disimbulkan bahwa industry terkait melanggar hukum
  • Titik perairan penerima setelah air limbah masuk ke badan air, namun sebelum menerima air limbah lainnya. Pengambilan tersebut untuk mengetahui kontribusi air limbah terhadap kualitas perairan penerima. 
Gambar 1. Lokasi dan titik pengambilan sampel air limbah industry
Untuk memperjelas, klik gambar di atas
Keterangan:
A : Proses produksi
B : Air limbah
1 : bak control saluran air limbah
2 : Input IPAL (influent)
3 : Output IPAL(effluent)
4 : perairan penerima sebelum air limbah masuk ke badan air
5 : perairan penerima setelah air limbah masuk ke badan air

B. Tujuan pengujian air permukaan

Sampel air permukaan berasal dari air sungai, air danau, air waduk, mata air, air rawa, dan air gua. Pengujian air permukaan bertujuan untuk:
  1. Mengetahui kualitas air permukaan sehingga dapat ditentukan peruntukannya sebagai, misalnya air minum, air untuk rekreasi, air untuk industry, air untuk perikanan, air pertanian, dan sebagainya
  2. Membuktikan dan mengendalikan pencemaran
  3. Menetapkan kebijakan pengelolaan air permukaan
Dalam bahasan ini hanya memfokuskan penentuan lokasi dan titik pengambilan sampel pada perairan sungai.

C. Penentuan lokasi pengambilan sampel air sungai

Langkah awal dalam menentukan lokasi pengambilan sampel air sungai adalah mengetahui keadaan geografi sungai dan aktifitas di sekitar daerah aliran sungai. Secara umum, lokasi pengambilan sampel air sungai meliputi (Gambar 2) :
  1. Daerah hulu atau sumber air alamiah, yaitu lokasi yang belum tercemar. Lokasi ini berperan untuk identifikasi kondisi asal atau base line system tata air
  2. Daerah pemanfaatan air sungai, yaitu lokasi di mana air sungai dimanfaatkan untuk bahan baku air minum, air untuk rekreasi, industry, perikanan, pertanian, dan lain-lain. Tujuannya adalah untuk mengetahui kualitas air sebelum dipengaruhi oleh suatu aktifitas
  3. Daerah yang potensial terkontaminasi, yaitu lokasi yang mengalami perubahan kualitas air oleh aktivitas industry, pertanian, domestic, dan sebagainya. Lokasi ini dipilih untuk mengetahui hubungan antara pengaruh aktivitas tersebut dan penurunan kualitas air sungai
  4. Daerah pertemuan dua sungai atau lokasi masuknya anak sungai. Lokasi ini dipilih apabila terdapat aktivitas yang mempunyai pengaruh terhadap penurunan kualitas air sungai
  5. Daerah hilir atau muara, yaitu daerah pasang surut yang merupakan pertemuan antara air sungai dan air laut. tujuannya untuk mengetahui kualitas air sungai secara keseluruhan. Apabila data hasil pengujian di daerah hilir dibandingkan dengan data untuk daerah hulu, evaluasi tersebut dapat menjadi bahan kebijakan pengelolaan air sungai secara terpadu.

Gambar 2. Lokasi pengambilan sampel air sungai
Untuk memperjelas, klik gambar di atas

Khusus untuk pertemuan dua sungai atau masuknya anak sungai, lokasi pengambilan sampel adalah di daerah di mana air di kedua sungai itu diperkirakan telah tercampur secara sempurna. Untuk mengetahuinya perlu dilakukan uji homogenitas air sungai. Uji homogenitas dilakukan dengan mengambil beberapa sampel di sepanjang lebar sungai dan pada kedalaman tertentu. Parameter ujinya adalah suhu, derajat keasaman atau pH, oksigen terlarut atau DO, dan daya hantar listrik (DHL). Apabila hasil pengujian parameter di beberapa titik tersebut tidak berbeda jauh, yaitu kurang dari 10%, dapat disimpulkan bahwa telah terjadi pencampuran sempurna di antara dua air sungai tersebut. Tabel 1 menggambarkan perkiraan jarak pencampuran sempurna untuk penentuan lokasi pengambilan sampel.

Tabel 1. Perkiraan jarak pencampuran sempurna di sungai
 
WMO, 1998. “Manual on Water Quality Monitoring: Planning and Implementation of Sampling and Field Testing, Operational Hydrology” Report No. 27, World Meteorological Organization dalam Jamie Bartam dan Richard Balance (eds). 1996. Water Quality Monitoring - A Practical Guide to the Design and Implementation of Fresh Water Quality Studies and Monitoring Program. Published on Behalf of UNEP, WHO. Cornwall: TJ Press Ltd
Untuk memperjelas, klik tabel di atas 

D. Penentuan jumlah titik pengambilan sampel air sungai

Apabila lokasi pengambilan telah ditetapkan, langkah selanjutnya adalah menentukan titik pengambilannya. Jumlah titik tersebut sangat tergantung pada debit rata-rata tahunan dan klasifikasi sungai. Semakin banyak titik pengambilan sampel, semakin tergambarkan kualitas air sungai sesungguhnya. Tabel 2 memberikan ilustrasi jumlah titik pengambilan air sungai sesuai klasifikasinya.

Tabel 2. Jumlah titik pengambilan sampel air sungai sesuai klasifikasinya
 
Catatan: (*) Sampel air sungai diambil pada 30 cm di bawah permukaan air dan/ atau 30 cm di atas dasar sungai dan harus dengan berhati-hati sehingga endapan dasar sungai (sedimen) tidak terambil (WMO, 1998. “Manual on Water Quality Monitoring: Planning and Implementation of Sampling and Field Testing, Operational Hydrology” Report No. 27, World Meteorological Organization dalam Jamie Bartam dan Richard Balance (eds). 1996. Water Quality Monitoring - A Practical Guide to the Design and Implementation of Fresh Water Quality Studies and Monitoring Program. Published on Behalf of UNEP, WHO. Cornwall: TJ Press Ltd)
Untuk memperjelas, klik tabel di atas 

Dalam prakteknya, jumlah titik tersebut sangat dipengaruhi oleh situasi dan kondisi air sungai. Untuk gambaran yang lebih detail, Tabel 3 menunjukkan jumlah titik pengambilan sampel air sungai berdasarkan klasifikasi dan debit rata-rata tahunan.

Tabel 3. Jumlah titik pengambilan sampel air sungai berdasarkan klasifikasi dan debit rata-rata tahunan
 
Keterangan:
d : kedalaman air sungai; L : lebar sungai
Untuk memperjelas, klik tabel di atas

Sumber: Hadi, A.2007. Prinsip Pengelolaan Pengambilan Sampel Lingkungan. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama
Download versi pdfnya, klik di sini, atau di sini via docstoc.
atau ingin langsung download ebook "Prinsip Pengelolaan Pengambilan Sampel Lingkungan", klik di sini
Penentuan Lokasi dan Titik Pengambilan Sampel Air Sungai Penentuan Lokasi dan Titik Pengambilan Sampel Air Sungai Reviewed by Rino Safrizal on 16:41 Rating: 5