Tata Nama Senyawa Biner - Jejaring Kimia

Hot

Februari 09, 2011

Tata Nama Senyawa Biner

Definisi Senyawa Biner

Senyawa biner adalah senyawa yang dibentuk dari dua unsur. Senyawa biner dapat terbentuk dari satu unsur logam dan satu unsur non logam, atau dapat terbentuk dari dua unsur non logam. Jika unsur pertama adalah logam dan unsur lainnya non logam, maka senyawa biner tersebut umumnya berbentuk ionik atau senyawa ionik biner.
Baca juga, Tata Nama Senyawa Ion

Tata nama senyawa biner logam dan non logam

Penamaan senyawa biner antara logam dan non logam mengikuti aturan tata nama berikut ini:
  • Senyawa biner logam dan non logam sebagian besar merupakan senyawa ion
  • Tulisan nama unsur logam tanpa modifikasi apapun, kemudian diikuti nama unsur non logam dengan tambahan akhiran ”ida”.
  • Unsur-unsur non logam dengan bilangan oksidasi lebih dari satu jenis, maka bilangan oksidasinya ditulis dengan angka romawi

Contoh tata nama senyawa biner logam dan non logam

  • Li2O : Litium Oksida
  • KBr : Kalium Bromida
  • CaS : Kalsium Sulifida
  • MgS : Magnesium Sulfida
  • AlF3 : Aluminium Fluorida
  • CrI2 : Kromium(II) Iodida
  • CrCl3 : Kromium(III) Clorida
  • FeS : Besi(II) Sulfida
  • FeF3 : Besi(III) Florida
Di samping itu, penamaan unsur-unsur logam yang memiliki bilangan oksidasi lebih dari satu jenis dapat juga dituliskan sebagai berikut:
  • Jika unsur logam memiliki bilangan oksidasi kecil, diberi akhiran ”o”
  • Jika unsur logam memiliki bilangan oksidasi besar, diberi akhiran ”i”.
Contoh : CrS = Kromosulfida, CrI = Kromiodida.
Baca juga, Tata Nama Senyawa Asam dan Basa

Tata nama senyawa biner non logam dan non logam

Senyawa biner non logam dan non logam Jika dua unsur non logam membentuk senyawa biner, penulisan rumus senyawa dan penamaan senyawanya secara umum mirip dengan senyawa biner dari logam dan non logam. Adapun aturan tata nama senyawa biner non logam dan non logam adalah sebagai berikut:
  • Menuliskan terlebih dahulu unsur dengan bilangan oksidasi positif baru kemudian diikuti dengan unsur bilangan oksidasi negatif, Misalnya HCl adalah hidrogen klorida tidak dituliskan sebagai ClH
  • Beberapa unsur-unsur non logam dapat membentuk lebih dari satu senyawa biner, seperti unsur S pada senyawa SO2, SO3; N pada senyawa NO, NO2; maupun O pada senyawa CO, CO2. Oleh karena itu, diperlukan awalan seperti: 1 = mono, 2 = di, 3 = tri, dll pada unsur yang memiliki bilangan oksidasi negatif
  • Jika awalan memiliki huruf terakhir “a” atau ”o” dan unsur memiliki huruf awal ”a” atau ”o” maka kita menghilangkan huruf terakhir awalan yang digunakan. Misalnya karbon monoksida bukan karbon monooksida. Contoh : NO = Nitrogen Monoksida, N2O = Dinitrogen Monoksida
Baca juga, Tata Nama Senyawa Poliatom, Asam, dan Basa

Contoh tata nama senyawa biner non logam dan nonn logam

  • HCl : Asam Klorida
  • SO2 : Sulfur Dioksida
  • SO3 : Sulfur Trioksida
  • CO : Karbon Monoksida
  • CO2 : Karbon Dioksida
  • NO : Nitrogen Monoksida
  • NO2 : Nitrogen Dioksida
  • N2O3 : Dinitrogen Trioksida
Rino Safrizal
Jejaring Kimia Updated at: Februari 09, 2011

Post Top Ad