METODA PEMISAHAN EKSTRAKSI

Teknik ekstraksi merupakan teknik pemisahan yang sering dilakukan di laboratorium kimia organic. Hampir tidak ada satupun pekerjaan di laboratorium organic yang tidak melibatkan ekstraksi. Ekstraksi dapat didefinisikan sebagai metoda pemisahan komponen dari suatu campuran dengan menggunakan suatu pelarut. Dalam praktek, ekstraksi digunakan untuk memisahkan senyawa organic dari larutan air atau suspensi. Solute (zat terlarut) atau bahan yang akan dipisahkan terdistribusi di antara kedua lapisan (organic dan air) berdasarkan kelarutan airnya.

Beberapa solute dapat diekstrak dengan larutan asam atau basa. Misanya senyawa-senyawa fenolik atau asam karboksilat dapat larut dalam larutan basa. Untuk solute yang bersifat basa dapat menggunakan ekstraktan asam klorida encer. Senyawa amoniak atau amina organik akan membentuk garam ammonium yang larut dalam air dengan asam klorida. Untuk solute yang berupa emulsi misalnya susu atau yang lebih mudah larut dalam iar, maka metoda ekstraksi yang digunakan adalah metoda ekstraksi kontinyu.

1. Ekstraksi padat cair
Ekstraksi padat cair merupakan metoda penyarian senyawa dari tumbuhan dimana sampelnya berupa material padat. Ekstraksi padat cair secara umum terdiri dari maserasi, refluktasi, sokhletasi, dan perkolasi. Metoda yang digunakan tergantung dengan jenis senyawa yang kita gunakan. Jika senyawa yang kita ingin sari rentan terhdap pemanasan maka metoda maserasi dan perkolasi yang kita pilih, jika tahan terhadap pemanasan maka metoda refluktasi dan sokletasi yang digunakan.

Maserasi merupakan cara penyarian yang sederhana. Maserasi dilakukan dengan cara merendam serbuk simlpasia dalam cairan penyari. Cairan penyari akan menembus dinding sel dan masuk ke dalam rongga sel yang mengandung zat aktif. Zat aktif akan larut karena adanya berbedaan konsentrasi antara larutan zat aktif dalam sel dengan di luar sel, larutan yang lebih pekat akan didesak ke luar. Peristiwa tersebut berulang sehingga terjadi kesetimbangan konsentrasi antara larutan di luar sel dan di dalam sel.

Cairan penyari yang digunakan dapat berupa air, etanol, air-etanol, atau pelarut lain. Maserasi ini dilakukan dalam suatu bejana yang berisi cairan penyari, dibiarkan selama 5 hari sambil berulang-ulang diaduk kemudian disaring. Bahan dan atau sample yang digunakan antara lain tidak boleh mengandung lemak, styrax, tidak boleh mengembang di atas cairan penyari pada saat melakukan maserasi.

2. Ekstraksi cair-cair
Pemisahan suatu zat dalam larutan oleh pelarut lain yang tidak dapat bercampur adalah suatu proses kesetimbangan dan pada proses ini berlaku hukum distribusi. Tipe pemisahan ini memindahkan zat terlarut dari satu pelarut ke pelarut lain. Cara ini dapat digunakan untuk memisahkan produk reaksi atau suatu larutan. Dalam hal ini pelarut yang digunakan harus tidak saling bercampur, jika kedua pelarut saling bercampur maka tidak dapat digunakan.
Pemilihan pelarut pengekstrak amatlah penting, karena akan menentukan apakah zat-zat terlarut tertinggal dalam corong pisah atau terbawa pelarut yang dikeluarkan.
METODA PEMISAHAN EKSTRAKSI METODA PEMISAHAN EKSTRAKSI Reviewed by Rino Safrizal on 10:03 Rating: 5