Desember 2009 - Jejaring Kimia

Hot

Post Top Ad

Desember 17, 2009

SUMUR PERSEGI TAK BERHINGGA

Desember 17, 2009
Sampai awal tahun 1920 mekanika kuantum belum mempunyai landasan yang kokoh. Aplikasinya lebih ditekankan pada/dengan menerapkan intuisi fisis yang baik pada kuantisasi problem yang bermacam-macam. Kondisi ini berubah ketika disadari adanya dualime gelombang-partikel Karakter partikel suatu radiasi pertama kali telah ditunjukkan oleh Einstein dalam efek fotolistrik dengan menganggap cahaya adalah foton. Sedangkan karakter gelombang dari suatu partikel misalnya dapat kita lihat dari hamburan Compton dimana kita tidak meninjau berkas sinar alpha sebagai partikel namum sebagai gelombang. Adalah de Broglie yang menyadari serta berani untuk mengajukan gagasan bahwa suatu partikel(dicirikan oleh momentumnya) juga membawa/mengandung karakter gelombang (dicirikan oleh panjang gelombangnya).

Iklim intelektual yang ditimbulkan oleh pengertian yang diajukan de Broglie yang segera menarik perhatian pada permulaan abad 20, sangat berbeda dengan teori kuantum cahaya yang diajukan oleh Planck dan Einstein yang hampir tidak menimbulkan reaksi walaupun didukung secara empiris. Keberadaan gelombang de Broglie secara eksperimental ditujukan orang dalam tahun 1927, dan prinsip dualitas yang dinyatakannya merupakan titik pangkal dari perkembangan mekanika kuantum oleh Schrödinger dalam tahun-tahun berikutnya.

Sebelum Erwin Schrödinger, seorang ahli dari Jerman Werner Heisenberg mengembangkan teori mekanika kuantum yang dikenal dengan prinsip ketidakpastian yaitu “Tidak mungkin dapat ditentukan kedudukan dan momentum suatu benda secara seksama pada saat bersamaan, yang dapat ditentukan adalah kebolehjadian menemukan elektron pada jarak tertentu dari inti atom”.

Daerah ruang di sekitar inti dengan kebolehjadian untuk mendapatkan elektron disebut orbital. Bentuk dan tingkat energi orbital dirumuskan oleh Erwin Schrödinger. Erwin Schrödinger memecahkan suatu persamaan untuk mendapatkan fungsi gelombang untuk menggambarkan batas kemungkinan ditemukannya elektron dalam tiga dimensi.

Persamaan Schrödinger merupakan persamaan pokok dalam mekanika kuantum – seperti halnya hukum gerak kedua yang merupakan persamaan pokok dalam mekanika Newton – dan seperti persamaan fisika umumnya persamaan Schrodinger berbentuk persamaan diferensial.

Persoalan kuantum mekanis yang tersederhana ialah persoalan sebuah partikel yang terperangkap dalam sebuah kotak yang dindingnya keras tidak berhingga. Sifat gelombang partikel bergerak mengarahkan pada konsekuensi yang jelas jika partikel itu dibatasi pada suatu daerah tertentu dalam ruang dapat bergerak bebas.

Penerapan persamaan Schrödinger pada sistem fisika memungkinkan kita mempelajari sistem tersebut dengan ketelitian yang tinggi. Penerapan ini telah memungkinkan perkembangan teknologi saat ini yang telah mencapai tingkatan nano. Penerapan ini juga sering melahirkan ramalan-ramalan baru yang selanjutnya diuji dengan eksperimen. Penemuan positron – yang merupakan anti materi dari elektron – adalah salah satu ramalan yang kemudian terbukti. Perkembangan teknologi dengan kecenderungan alat yang semakin kecil ukurannya pada gilirannya akan menempatkan persamaan Schrödinger sebagai persamaan sentral seperti halnya yang terjadi pada persamaan Newton selama ini.

Lalu bagaimana Persamaan Schrödinger ini menjelaskan partikel pada kotak? Pada BAB II akan dijelaskan bagaimana Persamaan Schrödinger ini secara lebih rinci dapat menjelaskan “partikel dalam kotak”. Sebagai dasar untuk menjeskan partikel dalam kotak, maka penulis juga menyuguhkan bebepa persamaan yang mendasarinya yaitu fungsi gelombang dan persamaan gelombang.
Beberapa hal yang berkaitan dengan tulisan ini akan dibahas di sini:
A. Fungsi gelombang
B. Persamaan gelombang
C. Sumur persegi tak berhingga ”partikel dalam kotak”



Read More
Rino Safrizal
Jejaring Kimia Updated at: Desember 17, 2009

Desember 15, 2009

Periodic Table Quiz 1.1

Desember 15, 2009
Contains 801 questions designed to test your knowledge of the Periodic Table; the elements and their properties as well as chemistry and chemical processes. Many different styles of question on a variety of different topics. Includes picture questions!

Features

Contains questions on;
  1. symbol
  2. atomic number
  3. atomic weight
  4. Periodic Table trends
  5. discovery information (who, when and where)
  6. grouping detail
  7. boiling point
  8. melting point
  9. density
  10. state at 298K, 1 atmosphere pressure
  11. colour
  12. electron configuration
  13. atomic volume
  14. electronegativity (Pauling scale)
  15. magnetic ordering
  16. speed of sound
  17. energy levels
  18. and general chemistry and chemical processes.

Click here to download Periodic Table Quiz 1.1
Read More
Rino Safrizal
Jejaring Kimia Updated at: Desember 15, 2009

Desember 14, 2009

TITRASI ASAM DAN BASA BAHU PROTON

Desember 14, 2009
Bila ada dua pasang atau lebih asam basa berpasangan dalam sistem, maka penghitungan kepeketan kesetimbangan akan menjadi sangat sulit. Jika tetapan-tetapan protolisis asam dan basa bahuproton yang berurutan cukup berbeda satu sama lain, maka asam-asam bahuproton itu, misalnya H3PO4, dianggap sebagai campuran semolar beberapa pasang asam basa berpasangan , yang mempunyai kekuatan berbeda-beda. Dalam hal seperti itu, kurva titrasi asam bahuproton dibuat dengan mendempetkan kurva-kurva titrasi nmasing-masing pasangan asam basa itu. Untuk H3PO4, pasangan –pasangan asam basa yang akan diperhitungkan adalah H3PO4/ H2PO4-, H2PO4- / HPO42-, HPO42- / PO43-.

Read More
Rino Safrizal
Jejaring Kimia Updated at: Desember 14, 2009

Desember 12, 2009

Nama-nama Ion Monoatomik, Poliatomik dan Senyawa Ionik

Desember 12, 2009

Nama-nama ion monoatomik dan poliatomik

Nama Kation monoatomik golongan IA - Logam Alkali

Li+ : ion Litium
Na+ : ion Natrium
K+ : ion Kalium/ Potasium
Rb+ : ion Rubidium
Cs+ : ion Cesium

Nama kation monoatomik golongan IIA - Logam Alkali Tanah

Be2+ : ion Berilium
Mg2+ : ion Magnesium
Ca2+ : ion Kalsium
Sr2+ : ion Stronsium
Ba2+ : ion Barium

Nama kation monoatoimk golongan IIIA

B3+ : ion Boron
Al3+ : ion Aluminium
Baca juga, Tata Nama Senyawa Poliatom, Asam, dan Basa

Nama kation monoatomik golongan transisi

Cr2+, Cr3+ : ion Krom(II) / ion Kromo, ion Krom(III) / ion Kromi
Cu+, Cu2+: ion Tembaga(I) / ion Cupro, ion Tembaga(II) / ion Cupri
Ag+ : ion Perak
Zn2+ : ion Seng
Fe2+, Fe3+: ion Besi(II) / ion Fero, ion Besi(III) / ion Feri
Mn2+, Mn3+ : ion Mangan(II) / ion Mangano, ion Mangan(III) / ion Mangani
Co2+, Co3+ : ion Kobalt(II) / ion Kobalto, ion Kobalt(III) / ion Kobalti
Sn2+, Sn4+ : ion Timah(II) / ion Stano, ion Timah(IV) / ion Stani
Pb2+, Pb4+ : ion Timbal(II) / ion Plumbum, ion Timbal(IV) / ion Plumbik

Nama anion monoatomik golongan VIA 

O2- : ion Oksigen
S2- : ion Belerang/ Sulfur

Nama anion monoatomik golongan VIIA

F- : ion Fluorida
Cl- : ion Klorida
Br- : ion Bromida
I- : ion Iodida
Baca juga, Tata Nama Senyawa Ion 

Nama kation poliatomik

NH4+ : Amonium

Nama anion poliatomik

CN- : Sianida
NO2- : Nitrit
NO3- : Nitrat
HCO3- : Hydrogen karbonat (bikarbonat)
MNO4- : Permanganat
HSO4- : Hydrogen sulfat (bisulfat)
ClO- : Hipoklorit
ClO2- : Klorit
ClO3- : Klorat
ClO4- : Perklorat
IO3- : Iodat
CH3COO- : Asetat
SO32- : Sulfit
SO42- : Sulfat
CO32- : Karbonat
S2O32- : Tiosulfat
CrO42- : Kromat
Cr2O72- : Dikromat
PO33- : Fosfit
PO43- : fosfat
Baca juga, Tata Nama Senyawa Biner

Nama-nama senyawa ionik

NH4Cl : Amonium klorida
NaCN : Natrium sianida
NaNO2 : Natrium nitrit
NaNO3 : Natrium nitrat
NaHCO3 : Natrium bikarbonat
KMnO4 : Kalium permanganat
NaHSO4 : Natrium bisulfat
NaClO : Natrium hipoklorid
NaClO2 : Natrium klorit
NaClO3 : Natrium klorat
NaClO4 : Natrium perklorat
NaIO3 : Natrium iodat
NaCH3COO : Natrium asetat
Na2SO3 : Natrium sulfit
Na2SO4 : Natrium sulfat
Na2CO3 : Natrium karbonat
Na2S2O3 : Natrium tiosulfat
Na2CrO4 : Natrium kromat
Na2Cr2O7 : Natrium dikromat
Na3PO3 : Natrium fosfit
Na3PO4 : Natrium fosfat
Read More
Rino Safrizal
Jejaring Kimia Updated at: Desember 12, 2009

Post Top Ad