Jejaring Kimia | Kumpulan Materi Kimia SMA

Hot

Post Top Ad

Post Top Ad

Oktober 29, 2017

Tata Nama Senyawa Karbon Turunan Alkana (Alkohol, Eter, Aldehid, Keton, Asam Karboksilat, Ester, dan Haloalkana)

Oktober 29, 2017

Pengertian Senyawa Karbon Turunan Alkana

Senyawa karbon turunan alkana adalah senyawa karbon yang berasal dari senyawa alkana, yang mana minimal salah satu atom H-nya diganti dengan gugus fungsi maupun karbon aromatik. Gugus fungsi merupakan atom atau gugus atom yang berperan penting dalam menentukan karakteristik dan sifat senyawa karbon turunan alkana. Dengan kata lain, senyawa-senyawa turunan alkana yang mempunyai gugus fungsi sama mempunyai kemiripan karakteristik dan sifat.
Untuk dapat memahami gugus fungsi senyawa karbon, dapat dilakukan dengan membandingkan senyawa etana dari alkana dan etanol dari alkohol. Etanol merupakan senyawa alkana yang salah satu atom H-nya diganti dengan gugus fungsi hidroksil -OH.
Tata nama senyawa karbon turunan alkana
Sifat dan karakteristik senyawa karbon turunan alkana, bergantung pada gugus fungsi yang terikat pada senyawa karbon tersebut. Berdasarkan struktur di atas, dapat disajikan perbedaan sifat antara senyawa alkana dan alkanol, dan persamaan sifatat antara etanol dan metanol.
Tata nama senyawa karbon turunan alkana
Berdasarkan tabel di atas, terlihat bahwa senyawa karbon kelompok alkana (etana) dan alkohol (etanol dan metanol) memiliki sifat-sifat yang jauh berbeda. Sedangkan antara etanol dan metanol yang merupakan kelompok senyawa karbon turunan alkana yaitu alkohol memiliki kemiripan sifat.
Baca juga, Tata nama senyawa hidrokarbon (alkana, alkena. dan alkuna)

Tata Nama Senyawa Karbon Turunan Alkana

Umumnya, tata nama senyawa karbon turunan alkana, sama halnya dengan tata nama senyawa hidrokarbon, bedanya ada pada gugus fungsi yang diikatnya. Adapun senyawa karbon turunan alkana dari C1 - C10 disajikan pada tabel berikut ini.
Tata nama senyawa karbon turunan alkana
Tata Nama Senyawa Karbon Turunan Alkana (klik gambar untuk memperjelas)
Berikut tata nama senyawa kabon turunan alkana berdasarkan kelompok atau gugus fungsi.

Tata nama senyawa alkanol / alkohol

Alkanol atau alkohol merupakan senyawa karbon turunan alkana yang mengikat gugus fungsi hidroksil pada satu atom H-nya. Berikut tata nama senyawa alkanol / alkohol:
#1 Tentukan rantai induk / rantai yang mengikat gugus fungsi hidroksil -OH
Tata nama senyawa alkohol

#2 Tentukan penomoran rantai induk dengan mempertimbangkan gugus -OH mendapatkan nomor terendah
Tata nama senyawa alkohol
#3 Jika terdapat cabang, tentukan posisi dan nama cabang / alkil yang terikat ke rantai induk
Tata nama senyawa alkohol
#4 Jika terdapat lebih dari satu gugus fungsi maupun cabang yang sama, tambahkan awalan di=2, tri=3, dan tetra=4
Tata nama senyawa alkohol
#5 Rumus umum tata nama senyawa alkanol / alkohol : posisi alkil-nama alkil-posisi gugus hidroksil-rantai induk alkanol
Baca juga, Tata nama senyawa benzena dan turunannya

Tata nama senyawa alkoksi alkana / eter

Alkoksi alkanan atau eter merupakan berisomer fungsi dengan alkanol / alkohol. Sama halnya dengan alkanol / alkohol, alkoksi alkana / eter juga mengikat gugus hidroksil pada rantai induk. Gugus hidroksi terikat diantara dua atom C. Berikut tata nama senyawa alkoksi alkana / eter:
#1 Gugus alkil pendek sebagai alkoksi, sedangkan gugus alkil panjang sebagai rantai induk alkana
#2 Pada rantai induk alkana, penomoran dimulai dari atom C yang terikat lebih dekat ke gugus hidroksil
Tata nama senyawa eter
#3 Jika terdapat cabang, beri nama sesuai dengan tata nama senyawa alkana
#4 Rumus umum tata nama senyawa alkoksi alkana / eter: posisi gugus hidroksil-alkoksi-posisi alkil-nama alkil-rantai induk alkana
Tata nama senyawa eter
Baca juga, Tata nama senyawa poliatomik, asam, dan basa

Tata nama senyawa alkanon / keton

Alkanon atau keton merupakan senyawa karbon turunan alkana yang mengandung gugus karbonil -CO- pada salah satu atom C-nya. Berikut tata nama senyawa alkanon / keton: 
#1 Rantai induk / utama adalah rantai terpanjang yang mengikat gugus karbonil
#2 Gugus karbonil harus mendapatkan nomor terendah walaupun terdapat gugus alkil yang lebih dekat ke salah satu ujung rantai induk
Tata nama senyawa keton
#3 Jika terdapat gugus alkil, tata nama senyawa alkanon / keton sama dengan tata nama alkana pada umumnya
Tata nama senyawa keton
#4 Rumus umum tata nama senyawa alkanon / keton: posisi alkil-nama alkil-posisi gugus karbonil-rantai induk alkanon / keton

Tata nama senyawa alkanal / aldehid

Alkanal atau aldehid merupakan senyawa karbon turunan alkana yang mengikat gugus fungsi karbonil -CO-. Alkanal / aldehid berisomer fungsi dengan alkanon / keton. Adapun tata nama senyawa alkanal / aldehid seperti berikut ini:
#1 Rantai utama / induk adalah rantai alkanal / aldehid yang mengikat gugus karbonil. Letak gugus karbonil selalu di salah satu ujung rantai utama
#2 Penomoran dimulai dari ujung rantai utama yang dekat dengan gugus karbonil. Jadi gugus karbonil selalu mendapatkan nomor terendah 
Tata nama senyawa aldehid
#3 Jika terdapat gugus lain seperti gugus alkil, maka tata nama alkanal / aldehid sama dengan tata nama senyawa alkana pada umumnya
Tata nama senyawa aldehid
#4 Rumus umum tata nama senyawa alkanal / aldehid: posisil alkil-nama alkil-rantai induk alkanal
Baca juga, Tata nama senyawa biner

Tata nama senyawa asam alkanoat / asam karboksilat

Asam alkanoat atau asam karboksilat merupakan senyawa karbon turunan alkana yang mengikat gugus karboksil -COOH. Berikut tata nama senyawa asam alkanoat / asam karboksilat:
#1 Rantai utama / induk adalah rantai terpanjang yang mengikat gugus karboksil
#2 Gugus karboksil selalu mendapatkan nomor / posisi terendah pada rantai utama
Tata nama senyawa asam karboksilat

#3 Jika terdapat cabang / alkil, tata nama asam alkanoat / asam karboksilat sama seperti tata nama senyawa alkana pada umumnya
Tata nama senyawa asam karboksilat
#4 Rumus umum tata nama senyawa asam alkanoat / asam karboksilat: asam-posisi alkil-nama alkil-rantai induk

Tata nama senyawa alkil alkanonat / ester

Alkil alkanoat atau ester merupakan senyawa karbon turunan alkana yang mengikat gugus karboalkoksi. Alkil alkanoat / ester berisomer fungsi dengan asam karboksilat / asam alkanoat. Berikut tata nama senyawa alkil alkanoat / ester:
#1 Rantai utama / induk adalah rantai terpanjang yang mengikat gugus karboalkoksi -COOR
#2 Rantai terpendek disebut dengan gugus alkil -R
#3 Gugus karboalkoksi selalu mendapatkan nomor / posisi terendah pada rantai utama
Tata nama senyawa ester
#4 Jika tidak terdapat cabang pada rantai utama atau pada gugus alkil -R, rumus tata nama ester yang digunakan adalah alkil rantai utama
#5 Jika terdapat cabang / alkil pada rantai utama, maka rumus tata nama ester yang digunakan adalah alkil posisi cabang-nama cabang-rantai utama
#6 Jika terdapat cabang / alkil pada rantai utama dan gugus alkil -R, maka rumus tata nama ester yang digunakan adalah posisi cabang-nama cabang-alkil posisi cabang-nama cabang-rantai induk
Keterangan:
merah : rantai terpendek / gugus alkil 
biru : rantai terpanjang / utama / alkanoat
Tata nama senyawa ester

Tata nama senyawa haloalkana / alkil halida

Haloalkana atau alkil halida merupakan senyawa karbon turunan alkana yang mengikat atom halogen. Adapun tata nama senyawa haloalkana / alkil halida adalah sebagai berikut:
#1 Rantai utama / induk adalah rantai terpanjang yang mengikat atom halogen serta memperoleh posisi terendah
Tata nama senyawa haloalkana
#2 Jika terdapat cabang pada rantai utama haloalkana. maka tata nam haloalkana sama dengan tata nama alkana pada umumnya
#3 Jika terdapat lebih dari satu atom halogen baik sama maupun berbeda pada rantai utama haloalkana, maka gugus fungsi yang disebutkan pertama kali adalah atom yang memiliki abjad terendah pada alphabet. Misal B untuk bromo >C untuk kloro > F untuk fluoro > I untuk iodo
#4 Rumus umum tata nama haloalkana: posisi alkil-nama alkil-posisi halogen-nama halogen-rantai induk haloalkana
Tata nama senyawa haloalkana 
Referensi
Kimia SMA Esis
Modul SIM PKB Kimia SMA

Read More
Rino Safrizal
Jejaring Kimia Updated at: Oktober 29, 2017

Oktober 24, 2017

Konsep dan Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi

Oktober 24, 2017

Konsep Laju Reaksi

Laju reaksi atau kecepatan reaksi untuk reaktan atau produk dalam reaksi didefinisikan sebagai seberapa cepat atau lambat suatu reaksi dapat terjadi. Reaksi yang berbeda bisa terjadi pada tingkat yang berbeda. Reaksi yang terjadi perlahan memiliki tingkat reaksi yang rendah. Reaksi yang terjadi cepat memiliki tingkat reaksi yang tinggi. Misalnya, proses perkaratan besi di udara adalah reaksi lambat yang bisa memakan waktu bertahun-tahun, namun reaksi pembakaran bahan bakar seperti  gas elpiji adalah reaksi cepat yang terjadi dalam hitungan detik.
Contoh laju perubahan pereaksi A menjadi produk B per satuan waktu dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
Konsep laju reaksi
Konsep Laju Reaksi (http://chem.libretexts.org)
Laju reaksi dapat dinyatakan sebagai :
  • jumlah molekul A yang berkurang per satuan waktu, atau
  • jumlah molekul B yang bertambah per satuan waktu.
Secara sederhana di laboratorium, laju reaksi dapat diukur dengan cara seperti di atas yaitu dengan cara menentukan jumlah pereaksi yang digunakan atau bereaksi per satuan waktu, atau dari jumlah hasil reaksi yang terbentuk per satuan waktu. Sebagai contoh, pada reaksi antara logam magnesium dan asam klorida dengan persamaan
Mg(s) + 2HCl(aq) ---> MgCl2(aq) + H2(g)
Laju reaksi dapat ditentukan dengan mengukur jumlah magnesium (Mg) atau asam klorida (HCl) yang digunakan dalam waktu tertentu atau jumlah magnesium klorida (MgCl2) atau gas hidrogen (H2) yang terbentuk dalam waktu tertentu.

Mengukur jumlah pereaksi atau hasil reaksi untuk menentukan laju reaksi

Dalam beberapa reaksi, pereaksi dan hasil reaksi dalam keadaaan bercampur dengan wujud yang sama misalnya larutan dengan larutan. Untuk memisahkan kedua komponen tersebut cukup sulit. Oleh karena itu, pengukuran laju reaksi akan lebih mudah dilakukan pada reaksi dengan wujud hasil reaksi berbeda dengan pereaksinya. Pengukuran laju reaksi yang menghasilkan gas seperti pada contoh di atas dapat dilakukan dengan mengukur volume gas yang terbentuk dalam waktu yang ditentukan atau mengukur massa campuran pereaksi dan hasil reaksi setelah beberapa waktu yang ditentukan. Adapun cara lain yang dapat dilakukan untuk menentukan laju reaksi adalah melalui perubahan massa. Cara ini cocok untuk reaksi yang menghasilkan gas dengan massa cukup tinggi seperti CO2, misalnya pada reaksi antara CaCO3 dengan HCl persamaan reaksi sebagai berikut:
CaCO3(s) + HCl(aq) --> CaCl2(aq) + CO2(g) + H2O(l)

Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi

Adapun faktor - faktor yang dapat mempengaruhi laju reaksi adalah sebagai berikut:

Konsentrasi perekasi / reaktan

Konsentrasi reaktan yang lebih tinggi menyebabkan tabrakan lebih efektif per satuan waktu, yang menyebabkan laju reaksi meningkat (kecuali reaksi orde nol). Demikian pula, konsentrasi produk yang lebih tinggi cenderung dikaitkan dengan laju reaksi yang lebih rendah.

Suhu

Umumnya, kenaikan suhu selalu disertai dengan kenaikan laju reaksi. Suhu adalah ukuran energi kinetik suatu sistem, sehingga suhu yang lebih tinggi mengindikasikan energi kinetik rata-rata yang lebih tinggi dari molekul dan lebih banyak tumbukan per satuan waktu. Aturan umum umum untuk sebagian besar (tidak semua) reaksi kimia adalah bahwa laju reaksi berlangsung kira-kira dua kali lipat untuk setiap kenaikan suhu 10°C. Begitu suhu mencapai titik tertentu, beberapa zat kimia dapat berubah (misalnya denaturasi protein) dan reaksi kimia akan melambat atau bahkan berhenti.

Luas permukaan dan wujud zat 

Tingkat reaksi kimia bergantung pada media di mana reaksi tersebut terjadi. Terdapat perbedaan laju reaksi antara pelarut berair atau organik, polar atau nonpolar, atau antara pereaksi berupa cairan, padatan, dan gas. Reaksi yang melibatkan cairan dan padatan bergantung pada luas permukaan sentuh. Untuk padatan, bentuk dan ukuran reaktan berpengaruh terhadap laju reaksi. Semakin luas permukaan sentuh, semakin cepat laju reaksi terjadi, begitu juga sebaliknya.

Katalis

Katalis dapat menurunkan energi aktivasi reaksi kimia dan meningkatkan laju reaksi kimia tanpa mengalami perubahan oleh reaksi itu sendiri. Katalis bekerja dengan meningkatkan frekuensi tumbukan antara reaktan, mengubah orientasi reaktan sehingga tumbukan lebih efektif, mengurangi ikatan intar molekul di dalam molekul reaktan, atau menyumbangkan kerapatan elektron ke reaktan.

Tekanan (Update)

Read More
Rino Safrizal
Jejaring Kimia Updated at: Oktober 24, 2017

Oktober 19, 2017

Bahan Ajar PLPG 2017 Kompetensi Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan

Oktober 19, 2017
Berikut kami sajikan informasi terkait dengan sumber belajar penunjang PLPG 2017 kompetensi keahlian Teknik Komputer dan Jaringan, lengkap dengan KI, KD, IPK, dan jumlah item tiap indikator, serta kesesuaian dengan modul Keahlian Ganda.

Sesuai dengan kisi-kisi PLPG 2017 kompetensi keahlian Teknik Komputer dan Jaringan, jumlah Indikator Pencapaian Kompetensi yang harus dipelajari  sebanyak 69 IPK yang tersebar dalam 11 kompetensi dasar, termasuk 10 modul yang dipelajari dalam Program Keahlian Ganda.

Kompetensi Inti Guru (KI)

Menguasai materi, struktur, konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu

#1 Merakit Personal Komputer

Kompetensi Dasar (KD) 

Merakit komputer personal

Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)

Menganalisis struktur dan fungsi CPU, register, dan siklus instruksi (fetching, decoding, executing)

Dalam kisi-kisi PLPG 2017 kompetensi keahlian Teknik Komputer dan Jaringan, bahan ajar Merakit Personal Komputer sebanyak 6 (enam) item, ditambah dengan IPK "Menganalisis peta tata letak komponen paa motherboard komputer"

Download bahan ajar PLPG 2017, Merakit personal komputer

#2 Menginstalasi Sistem Operasi 

Kompetensi Dasar (KD)

Menginstalasi sistem operasi

Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)

Mengelola user, file, dan packet program

Dalam kisi-kisi PLPG 2017 kompetensi keahlian Teknik Komputer dan Jaringan, bahan ajar Menginstalasi Sistem Operasi sebanyak dua item.

Download bahan ajar PLPG 2017, Menginstalasi sistem operasi

#3 Membangun Jaringan Komputer Sederhana

Kompetensi Dasar (KD)

Membangun jaringan komputer sederhana

Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)

Menganalisis konsep dan fungsi pada lapisan TCP/IP

Dalam kisi-kisi PLPG 2017 kompetensi keahlian Teknik Komputer dan Jaringan, bahan ajar Membangun Jaringan Komputer Sederhana sebanyak 14 (empat belas) item. Selain indikator pencapaian kompetensi di atas, terdapat IPK lain, yaitu sebagai berikut:
  • Menganalisis berbagai topologi jaringan (2 item)
  • Menganalisis media jaringan (2 item)
  • Menganalisis protokol jaringan (2 item)
  • Mengalisis pengalamatan jaringan (2 item)
  • Menganalisis perangkat keras jaringan (2 item)
  • Mengkonfigurasi layangan file dan printer sharing (2 item) 
Download bahan ajar PLPG 2017, Membangun jaringan komputer sederhana

#4 Membuat Peogram Dasar Menggunakan Pemograman Prosedural

Kompetensi Dasar (KD)

Membuat program dasar menggunakan pemrograman prosedural

Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)

Menganalisis notasi algoritma dalam bentuk flowchart

Dalam kisi-kisi PLPG 2017 kompetensi keahlian Teknik Komputer dan Jaringan, bahan ajar Membangun Program Dasar Menggunakan Pemograman Prosedural sebanyak 6 (enam) item. Selain indikator pencapaian kompetensi di atas, terdapat IPK lain, yaitu sebagai berikut:
  • Menganalisis data dalam suatu algoritma percabangan dan perulangan dalam suatu pemecahan masalah (2 item)
  • Membuat program dengan menerapkan logika pencarian dan pengurutan data (2 item) 
Download bahan ajar PLPG 2017, Membangun program dasar menggunakan pemograman prosedural

#5 Membuat Web Statis Menggunakan HTML dan CSS

Kompetensi Dasar (KD)

Membuat web statis menggunakan HTML dan CSS

Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)

Menganalisis teknologi Web

Dalam kisi-kisi PLPG 2017 kompetensi keahlian Teknik Komputer dan Jaringan, bahan ajar Membuat Web Statis Menggunakan HTML dan CSS terdapat 4 (empat) item, ditambah dengan IPK "Membuat source code layout halaman web menggunakan tabel"

Download bahan ajar PLPG 2017, Membuat web statis menggunakan HTML dan CSS

#6 Merencanakan Sistem Komunikasi Data

Kompetensi Dasar (KD)

Merencanakan sistem komunikasi data

Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)

Menganalisis aspek–aspek teknologi komunikasi data

Dalam kisi-kisi PLPG 2017 kompetensi keahlian Teknik Komputer dan Jaringan, bahan ajar Merencanakan sistem komunikasi data sebanyak 16 (enam belas) item. Selain indikator pencapaian kompetensi di atas, terdapat IPK lain, yaitu sebagai berikut:
  • Menganalisis proses komunikasi data dalam jaringan (2 item)
  • Menganalisis kebutuhan telekomunikasi dalam jaringan (2 item)
  • Menganalisis konsep kerja protokoler server softswitch (2 item)
  • Menganalisis bahan dan konsep kerja server softswitch berkaitan dengan PBX (2 item)
  • Menerapkan konfigurasi ekstensi dan dial-plan server softswitch (2 item)
  • Menerapkan prosedur instalasi server softswitch berbasis Session Initial Protocol (SIP) (2 item)
  • Menerapkan prosedur pengamatan kerja sistem komunikasi VoIP (2 item)
Download bahan ajar PLPG 2017, Merencanakan sistem komunikasi data

Dalam modul Keahlian Ganda Teknik Komputer dan Jaringan, Bab 6 ini dibagi menjadi dua yaitu:
  • Modul A: Merencanakan sistem komunikasi data 
  • Modul B: Merencanakan Sistem Komunikasi data menggunakan VoIP

#7 Mengadministrasi Sistem Operasi Jaringan

Kompetensi Dasar (KD)

Mengadministrasi Sistem Operasi Jaringan

Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)

Menganalisis konsep dasar sistem operasi

Dalam kisi-kisi PLPG 2017 kompetensi keahlian Teknik Komputer dan Jaringan, bahan ajar Mengadministrasi sistem operasi jaringan sebanyak 22 (dua puluh dua) item. Selain indikator pencapaian kompetensi di atas, terdapat IPK lain, yaitu sebagai berikut:
  • Menginstalasi sistem operasi jaringan berbasis linux (2 item)
  • Menganalisis proses service dan event (2 item)
  • Menganalisis penjadwalan CPU (2 item)
  • Menganalisis manajemen memori (2 item)
  • Menganalisis sistem file (2 item)
  • Menyajikan perintah dasar sistem operasi jaringan berbasis linux (2 item)
  • Menganalisis manajemen aplikasi pada sistem operasi jaringan berbasis linux (2 item)
  • Menganalisis manajemen user dan group pada sistem operasi jaringan (2 item)
  • Menganalisis proses booting (2 item)
  • Menganalisis sistem backup dan recovery (2 item)
Download bahan ajar PLPG 2017, Mengadministrasi sistem operasi jaringan

Dalam modul Keahlian Ganda Teknik Komputer dan Jaringan, Bab 7 ini dapat ditemukan pada modul C dengan kompetensi dasar yang sama.

#8 Mengadministrasi Layanan Jaringan pada Server

Kompetensi Dasar (KD)

Mengadministrasi layanan jaringan pada server

Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)

Menganalisis prinsip kerja komunikasi client-server

Dalam kisi-kisi PLPG 2017 kompetensi keahlian Teknik Komputer dan Jaringan, bahan ajar Mengadministrasi layanan jaringan pada server sebanyak 24 (dua puluh empat) item. Selain indikator pencapaian kompetensi di atas, terdapat IPK lain, yaitu sebagai berikut:
  • Menguji konfigurasi remote server (telnet, ssh) (2 item)
  • Menguji konfigurasi DHCP server (2 item)
  • Menguji konfigurasi DNS server (2 item)
  • Menguji konfigurasi web server (http) (2 item)
  • Menguji konfigurasi securing web server (https) (2 item)
  • Menguji konfigurasi FTP server (2 item)
  • Menguji konfigurasi securing FTP server (2 item)
  • Menguji konfigurasi mail server (2 item)
  • menguji konfigurasi web mail server (2 item)
  • Menguji konfigurasi NTP server (2 item)
  • Menguji konfigurasi samba server (2 item)
Download bahan ajar PLPG 2017, Mengadministrasi layanan jaringan pada server
Dalam modul Keahlian Ganda Teknik Komputer dan Jaringan, Bab 8 ini dibagi menjadi dua yaitu:
  • Modul D: Mengadministrasi layanan jaringan pada server tingkat dasar  
  • Modul E: Mengadministrasi layanan jaringan pada server tingkat lanjut

#9 Membangun Jaringan Nirkabel berdasarkan Topologi Jaringan yang digunakan

Kompetensi Dasar (KD)

Membangun jaringan nirkabel berdasarkan topologi jaringan yang digunakan

Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)

Menganalisis gelombang radio sebagai media penyalur data

Dalam kisi-kisi PLPG 2017 kompetensi keahlian Teknik Komputer dan Jaringan, bahan ajar Membangun jaringan nirkabel berdasarkan topologi jaringan yang digunakan sebanyak 18 (delapan belas) item. Selain indikator pencapaian kompetensi di atas, terdapat IPK lain, yaitu sebagai berikut:
  • Membedakan jenis-jenis teknologi jaringan nirkabel (2 item)
  • Menganalisis karakteristik perangkat jaringan nirkabel (antenna, access point, wireless adapter) (2 item)
  • Menginstalasi perangkat jaringan nirkabel (point to point, point to multi point) (2 item)
  • Mengkonfigurasi perangkat jaringan nirkabel (2 item)
  • Mengkonfigurasi sistem keamanan jaringan nirkabel (2 item)
  • Merencanakan sistem distribusi nirkabel (Wireless Distribution System) (2 item)
  • Menganalisis perawatan dan perbaikan jaringan nirkabel (2 item)
  • Menguji jaringan nirkabel (2 item)
Dalam modul Keahlian Ganda Teknik Komputer dan Jaringan, Bab 9 ini dibagi menjadi dua yaitu:
  • Modul F : Membangun Jaringan Nirkabel berdasarkan Topologi Jaringan yang digunakan
  • Modul G: Membangun Sistem Keamanan Jaringan Nirkabel berdasarkan Topologi Jaringan yang digunakan

#10 Membangun Sistem Keamanan Jaringan Komputer

Kompetensi Dasar (KD)

Membangun sistem keamanan jaringan komputer

Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)

Menganalisis sistem keamanan jaringan yang diperlukan

Dalam kisi-kisi PLPG 2017 kompetensi keahlian Teknik Komputer dan Jaringan, bahan ajar Mengadministrasi layanan jaringan pada server sebanyak 18 (delapan belas) item. Selain indikator pencapaian kompetensi di atas, terdapat IPK lain, yaitu sebagai berikut:
  • Menganalisis kemungkinan potensi ancaman dan serangan terhadap keamanan jaringan (2 item) (2 item)
  • Menerapkan langkah-langkah penguatan host (host hardening) (2 item)
  • Menganalisis firewall pada host dan server menggunakan IP Tables (2 item)
  • Menguji keamanan jaringan, host, dan server (2 item)
  • Menganalisis sistem pendeteksi dan penahan ancaman / serangan yang masuk ke jaringan (snort, tripwire, portsentry) (2 item)
  • Menerapkan tata cara pengamanan komunikasi data menggunakan teknik kriptografi (2 item)
  • Membedakan fungsi dan tata cara pengamanan server-server layanan pada jaringan (email, web server, dan FTP) (2 item)
  • Membangun sistem monitoring server (IP Tables, MRTG, Nagios, Cacti, Acidlab) (2 item)
Download bahan ajar PLPG 2017, Membangun sistem keamanan jaringan komputer

Dalam modul Keahlian Ganda Teknik Komputer dan Jaringan, Bab 10 ini dibagi menjadi dua yaitu:
  • Modul H: Membangun sistem keamanan jaringan komputer
  • Modul I: Menerapkan sistem monitoring jaringan komputer

#11 Membuat Project Sistem Jaringan Small Office Home Office (SOHO)

Kompetensi Dasar (KD) 

Membuat project sistem jaringan small office home office (SOHO)

Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)

Merancang sistem jaringan SOHO

Dalam kisi-kisi PLPG 2017 kompetensi keahlian Teknik Komputer dan Jaringan, bahan ajar Membuat Project Sistem Jaringan Small Office Home Office sebanyak 10 (sepuluh) item. Selain indikator pencapaian kompetensi di atas, terdapat IPK lain, yaitu sebagai berikut:
  • Menganalisis kebutuhan perangkat jaringan SOHO (2 item)
  • Membangun jaringan SOHO (2 item)
  • Menguji sistem jaringan SOHO (2 item)
Dalam modul Keahlian Ganda Teknik Komputer dan Jaringan, Bab 11 ini dapat ditemukan pada modul J dengan kompetensi dasar yang sama.

Sumber belajar disusun oleh Dr. Hermawan Syahputra, S.Si, M.Si, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Tahun 2017 
Read More
Rino Safrizal
Jejaring Kimia Updated at: Oktober 19, 2017

Oktober 15, 2017

Reaksi dan Sumber Logam Alkali Tanah

Oktober 15, 2017

Karakteristik Logam Alkali Tanah

Unsur-unsur logam alkali tanah merupakan salah satu kelompok unsur yang terletak pada golongan IIA dalam sistem periodik. Terdiri atas enam unsur yaitu Berilium (Be), Magnesium (Mg), Kalsium (Ca), strontium (Sr), Barium (Ba), dan Radium (Ra). Unsur-unsur logam alkali tanah memiliki sifat yang sangat mirip diantaranya semuanya berkilau, putih keperakan, agak reaktif pada suhu dan tekanan standar.

Setiap atom unsur logam alkali tanah memiliki 2 elektron valensi pada subkulit s terluar, sehingga untuk mencapai konfigurasi elektron stabil, 2 elektron valensi tersebut dapat dilepas membentuk kation dengan muatan +2. Dengan energi ionisasi yang cukup rendah, maka unsur logam alkali tanah dapat digolongkan ke dalam unsur logam yang reaktif, tetapi tidak sereaktif unsur logam alkali. Semua unsur logam alkali tanah banyak ditemukan di alam.
Baca juga, Unsur logam alkali tanah

Reaksi-reaksi Logam Alkali Tanah

Unsur logam alkali tanah bersifat reaktif sehingga mudah bereaksi dengan unsur atau zat lain membentuk senyawa. Beberapa reaksi unsur logam alkali tanah yaitu reaksi antara unsur logam alkali tanah dengan air, oksigen, nitrogen, halogen, dan hidrogen.

Reaksi logam alkali tanah dengan air

Unsur logam alkali tanah bereaksi dengan air membentuk senyawa hidroksida. Semua unsur logam alkali tanah dapat bereaksi dengan air kecuali Berilium (Be). Adapun persamaan umum reaksi unsur logam alkali tanah (M) dengan air adalah sebagai berikut:

M(s) + 2H2O(l) --> M(OH)2(s) + H2(g)

Contoh senyawa hidroksida yang terbentuk

Ba(s) + 2H2O(l) --> Ba(OH)2(s) + H2(g)
Mg(s) + 2H2O(l) --> Mg(OH)2(s) + H2(g)
Ca(s) + 2H2O(l) --> Ca(OH)2(s) + H2(g)

Baca juga, Proses ekstraksi logam alkali tanah

Reaksi logam alkali tanah dengan nitrogen

Unsur logam alkali tanah bereaksi dengan nitrogen membentuk senyawa nitrida. Adapun persamaan umum reaksi unsur logam alkali tanah (M) dengan nitrogen adalah sebagai berikut:

3M(s) + N2(g) --> M3N2(s)

Contoh senyawa nitrida yang terbentuk

3Be(s) + N2(g) --> Be3N2(s)
3Mg(s) + N2(g) --> Mg3N2(s)
3Ba(s) dalam NH3(l) + N2(g) --> Ba3N2(s)

Reaksi logam alkali tanah dengan oksigen

Unsur logam alkali tanah bereaksi dengan oksigen di udara membentuk senyawa oksida dan superoksida. Senyawa oksida terbentuk jika reaksi melibatkan jumlah oksigen yang terbatas, sedangkan senyawa superoksida terbentuk jika reaksi melibatkan jumlah oksigen yang berlebih. Adapun persamaan umum reaksi unsur logam alkali tanah (M) dengan oksigen adalah sebagai berikut:
2M(s) + O2(g) --> MO(s)(senyawa oksida)
M(s) + O2(g) --> MO2(s)(senyawa superoksida)

Contoh senyawa oksida dan superoksida yang terbentuk

2Be(s) + O2(g) --> BeO(s)
2Mg(s) + O2(g) --> MgO(s)
2Ca(s) + O2(g) --> CaO(s)
2Ba(s) + O2(g) --> BaO(s)
Ba(s) + O2(g) --> BaO2(s)
Ra(s) + O2(g) --> RaO2(s)

Reaksi logam alkali tanah dengan halogen

Unsur logam alkali tanah bereaksi dengan halogen membentuk senyawa halida. Adapun persamaan umum reaksi unsur logam alkali tanah (M) dengan halogen adalah sebagai berikut:

M(s) + X2(g) --> MX2(s)

Contoh senyawa halida yang terbentuk

Ca(s) + Br2(g) --> MBr2(s)
Mg(s) + Cl2(g) --> MCl2(s)
Be(s) + F2(g) --> MF2(s)

Reaksi logam alkali tanah dengan hidrogen

Unsur logam alkali tanah bereaksi dengan hidrogen membentuk senyawa hidrida. Adapun persamaan umum reaksi unsur logam alkali tanah (M) dengan hidrogen adalah sebagai berikut:

M(s) + H2(g) --> MH2(s)

Contoh senyawa hidrida yang terbentuk

Mg(s) + H2(g) --> MgH2(s)
Ca(s) + H2(g) --> CaH2(s)
Sr(s) + H2(g) --> SrH2(s)
Baca juga, Reaksi-reaksi unsur logam alkali

Sumber Logam Alkali Tanah

Dengan sifat reaktif yang dimiliki oleh unsur-unsur logam alkali tanah, maka semua logam hanya dapat ditemukan dalam bentuk senyawanya mineral di alam. Beberap mineral yang mengandung unsur logam alkali tanah adalah sebagai berikut:

Sumber logam Berilium (Be)

Logam berilium banyak terdapat dalam mineral Berit [Be3Al(SiO6)3], dan Krisoberil Al2BeO4.

Sumber logam Magnesium (Mg)

Logam Magnesium ditemukan pada senyawa MgCl2 di air laut dan deposit garam. Terdapat juga dalam senyawa karbonat yaitu mineral Magnesit MgCO3 dan Dolomit MgCa(CO3)2, serta dalam senyawa Epsomit Sulfat MgSO4. 7H2O.

Sumber logam Kalsium (Ca)

Logam Kalsium ditemukan dalam senyawa karbonat, fosfat, sulfat, dan fluorida. Senyawa karbonat CaCO3 terdapat dalam kapur, batu kapur, dan marbel.

Sumber logam Stronsium (Sr)

Logam Stronsium banyak terdapat dalam mineral Selestit SrSO4 dan Strontianit.

Sumber logam Barium (Ba)

Logam Barium terdapat dalam mineral Baritin BaSO4 dan Witerit BaCO3.

Sumber logam Radium (Ra)

Logam Radium terdapat dalam senyawa pitchlende atau bijih uranium.

Contoh Senyawa Logam Alkali Tanah

Magnesium Oksida MgO

Magnesium Oksida MgO dibuat dengan memanaskan mineral Magnesit MgCO3 seperti reaksi kimia berikut ini.
MgCO3(s) --> MgO(s) + CO2(g)

Magnesium Sulfat MgSO4

Magnesium Sulfat MgSO4 ditemukan di alam dalam mineral Epsomit MgSO4. 7H2O

Kalsium Karbonat CaCO3

Kalsium Karbonat CaCO3 merupakan unsur kalsium terpenting di alam

Kalsium Oksida CaO

Kalsium Oksida CaO dibuat dari pemanasan Kalsium Karbonat seperti reaksi kimia berikut ini

CaCO3(s) --> CaO(s) + CO2(g)

Kalsium Hidrogen Karbonat Ca(HCO3)2

Kalsium Hidrogen Karbonat Ca(HCO3)2 terbentuk dari Kalsium Karbonat CaCO3 yang dilarutkan dalam asam seperti reaksi kimia berikut ini.

CaCO3(s) + HCl(aq) --> Ca(HCO3)2(aq) + CaCl2

Kalsium Sulfat CaSO4

Kalsium Sulfat CaSO4 ditemukan di alam dalam mineral Gipsum CaSO4. 2H2O. Pemanasan pada suhu sedikit di atas 100oC akan mengurangi kadar air dan membentuk plester CaSO4. 1/2H2O seperti reaksi kimia berikut ini.

CaSO4. 2H2O --> CaSO4. 1/2H2O + 3/2H2O
Read More
Rino Safrizal
Jejaring Kimia Updated at: Oktober 15, 2017

Oktober 13, 2017

Jenis - Jenis Ikatan Kimia (Ikatan Ion, Ikatan Kovalen, Ikatan Logam)

Oktober 13, 2017

Pengertian Ikatan Kimia

Sebagian besar unsur-unsur yang ada di alam tidak terdapat dalam keadaan bebas (kecuali golongan gas mulia) melainkan berikatan dengan unsur lain membentuk senyawa diatomik maupun poliatomik. Misalnya logam Natrium tidak ditemukan di alam bebas kecuali dalam bentuk persenyawaan seperti NaCl dalam air laut, Lithium dalam mineral Spodumen LiAl(SiO3)2, Magnesium dalam mineral Dolomit MgCa(CO3)2 dan masih banyak lagi yang lain.
Atom-atom unsur cenderung untuk saling berikatan membentuk konfigurasi stabil seperti halnya konfigurasi gas mulia yaitu 2 elektron (Helium) dan 8 elektron pada kulit terluar. Kecenderungan atom-atom unsur menyerupai konfigurasi gas mulia menjadi salah satu alasan atom unsur untuk berikatan dengan atom unsur lain/sejenis sehingga menyebabkan terjadinya gaya tarik antar atom yang saling berikatan. Gaya tarik yang mengikat atom-atom inilah yang kita sebut sebaga ikatan kimia.
Baca juga, Ikatan kimia dan kestabilan atom
Gilbert Newton Lewis (1875 – 1946) dan Albrecht Kosel dari Jerman (1853 – 1972) menerangkan tentang konsep ikatan kimia yaitu sebagai berikut:
  • Unsur-unsur gas mulia (golongan VIIIA/18) sukar membentuk senyawa karena konfigurasi elektronnya memiliki susunan elektron yang stabil
  • Setiap unsur berusaha memiliki konfigurasi elektron seperti yang dimiliki oleh unsur gas mulia, yaitu dengan cara melepaskan elektron atau menangkap elektron
  • Kecenderungan atom-atom unsur untuk memiliki delapan elektron di kulit terluar disebut kaidah oktet.

Jenis-Jenis Ikatan Kimia

Ikatan kimia antar atom unsur tergantung dari jumlah elektron valensi dari atom-atom yang berikatan membentuk molekul unsur maupun senyawa. Jika atom unsur yang berikatan adalah sama, maka disebut molekul unsur, sebaliknya jika atom unsur yang berikatan berbeda, maka disebut molekul senyawa.
Pembentukan molekul unsur dan senyawa dapat terjadi dengan cara transfer elektron maupun pemakaian bersama pasangan elektron pada kulit terluar. Jenis dan kekuatan ikatan yang terjadi antar atom tersebut menentukan karakteristik dan sifat molekul yang terbentuk.

Ikatan Ion (Elektrovalen)

Ikatan ion merupakan ikatan yang terbentuk akibat dari serah terima (transfer) elektron antar atom-antom yang berikatan. Atom yang memberikan / menyerahkan elektron membentuk ion positif, sedangkan atom yang menerima elektron membentuk ion negatif. Muatan yang saling berlawanan menyebabkan terjadinya daya tarik-menarik antar ion-ion tersebut sehingga terbentuklah ikatan yang disebut dengan ikatan ion.
Baca juga, Memahami pembentukan ikatan ion
Contoh ikatan ion adalah Natrium Klorida NaCl atau disebut juga garam dapur. NaCl tersusun atas ion Natrium Na+ dan ion klor Cl- yang saling tarik-menarik secara elektrostatik. Ikatan ion pada NaCl terbentuk dengan cara atom Na menyerahkan 1 elektron terluar ke atom Cl sehingga membentuk ion Na+ dan Cl- dengan konfigurasi stabil seperti halnya gas mulia.
11Na = 2 8 1, melepas 1 elektron pada kulit terluar sehingga menjadi Na+ = 2 8
17Cl = 2 8 7, menerima 1 elektron pada kulit terluar dari Na sehingga menjadi Cl- = 2 8 8
Muatan elektron yang saling berlawan menyebabkan daya tarik antar ion Na+ dan Cl- sehingga membentuk senyawa NaCl
pembentukan ikatan ion
Pembentukan ikatan ion pada NaCl
Adapun susunan ion dalam kristal NaCl dapat dilihat pada gambar berikut ini.

Kristal NaCl

Sifat-Sifat Senyawa Ion

Ikatan ion hanya dapat terbentuk apabila unsur-unsur yang berikatan mempunyai perbedaan daya tarik elektron (keeelektronegatifan) cukup besar. Perbedaan keelektronegatifan yang besar ini memungkinkan terjadinya serahterima elektron. Sifat-Sifat senyawa ion adalah:
  • Bersifat polar sehingga larut dalam pelarut polar
  • Memiliki titik leleh dan titik didih yang tinggi
  • Penghantar listrik yang baik dalam larutan, lelehan, dan leburannya
  • Umumnya mudah larut dalam air

Contoh Senyawa Ion

Senyawa ion dapat terbentuk dari ikatan antara unsur-unsur logam dengan non logam. Beberapa contoh senyawa hasil dari pembentukan ikatan ion adalah sebagai berikut:
  • NaCl : Natrium Klorida / garam dapur
  • Na2S : Natrium Sulfida
  • KCl : Kalium Klorida / silvit
  • CaBr2 : Kalsium Bromida
  • MgBr2 : Magnesium Bromida
  • AlCl3 : Aluminium Klorida
  • Al2O3 : Aluminium Oksida / Alumina / Korundum

Ikatan Kovalen

Gas-gas yang kita temukan di alam, seperti hidrogen, nitrogen, oksigen, berada dalam bentuk molekulnya: H2, N2, dan O2. Mengapa demikian? Sebagai atom tunggal, unsur-unsur ini sangat reaktif, sehingga membentuk molekul untuk mencapai konfigurasi elektron yang stabil. Contohnya adalah molekul hidrogen (H2). Atom H hanya mempunyai 1 e-, perlu tambahan 1 e- agar menjadi seperti He. Jika 2 atom H berdekatan, keduanya dapat menggunakan 2 e- yang ada secara bersama, sehingga masing-masing atom H menjadi seperti He. 2 e- tersebut menarik kedua atom H untuk berikatan menjadi molekul H2. Ikatan yang terbentuk adalah ikatan kovalen. Pada ikatan kovalen terjadi pemakaian bersama pasangan elektron dari atom-atom yang berikatan. Pada ikatan kovalen, atom-atom yang berikatan memungkinkan untuk mencapai konfigurasi stabil (aturan duplet maupun oktet) seperti halnya konfigurasi gas mulia. Ikatan kovalen biasa disebut juga ikatan molekuler.
Pembentukan ikatan kovalen dapat dijelaskan dengan struktur lewis seperti contoh berikut ini.

Ikatan kovalen pada senyawa Cl2

Ikatan kovalen pada Cl2

Ikatan kovalen pada senyawa O2
Ikatan kovalen pada O2

Ikatan kovalen pada senyawa N2
Ikatan kovalen pada N2

Ikatan kovalen pada senyawa HCl
Ikatan kovalen pada HCl

Ikatan Kovalen Koordinasi

Sebelumnya telah dijelaskan bahwa masing-masing atom yang berikatan menyubangkan elektron valensinya untuk digunakan secara bersama-sama membentuk konfigurasi stabil. Jika pasangan elektron yang digunakan bersama hanya berasal dari salah satu atom saja, maka ikatan yang terbentuk disebut dengan ikatan kovalen koordinasi. Pasangan elektron ikatan kovalen koordinasi ditunjukkan dengan tanda panah --->. Berikut contoh ikatan kovalen koordinasi (http://www.chemguide.co.uk)
Kovalen koordinasi pada NH3BF3
Konfigurasi atom N pada NH3 sudah stabil yaitu mengikuti aturan oktet, dan mempunyai sepasang elektron bebas. Sedangkan atom B dalam senyawa BF3 sudah memasangkan semua elektron valensinya, namun belum mengikuti konfigurasi oktet (kurang 2 elektron), sehingga pasangan elektron bebas dari atom N dapat digunakan secara bersama dengan atom B dari BF3.
Kovalen koordinasi pada NH3BF3
Seperti halnya atom N pada NH3, atom Cl pada senyawa Al2Cl6 memberikan sepasang elektron ke atom Al untuk mencapai konfigurasi stabil (oktet), seperti ditunjukkan pada gambar berikut ini.
Kovalen koordinasi pada Al2Cl6
Pembentukan ikatan kovalen koordinasi dapat juga dipelajari pada video berikut ini


Ikatan Kovalen Polar dan Non Polar

Suatu senyawa terbentuk melalui berbagai jenis ikatan yaitu ikatan ion, ikatan kovalen polar, atau kovalen nonpolar. Hal ini ditentukan oleh selisih harga keelektronegatifan antar atom unsur yang berikatan. Atom dengan keelektronegatifan yang sama atau hampir sama membentuk ikatan kovalen nonpolar. Molekul-molekul organik, seperti ikatan antar atom C - C dan ikatan antar atom C - H adalah jenis ikatan nonpolar. Contoh lainnya adalah senyawa diatomik seperti pada molekul Cl2, Br2, I2, F2, H2. Senyawa kovalen seperti HCl, CO, H2O, CH3OH, salah satu atomnya mempunyai keelektronegatifan yang lebih besar daripada yang lainnya. Akibatnya, ikatan yang terbentuk memiliki distribusi rapat elektron yang tidak merata. Ikatan ini disebut dengan ikatan kovalen polar.

Sifat-Sifat Senyawa Kovalen

Senyawa kovalen mempunyai struktur molekul yang beragam mulai dari molekul sederhana seperti metana CH4, air H2O, maupun struktur molekul raksasa seperti karbon dalam intan. Struktur molekul yang beragam membuat senyawa kovalen mempunyai titik didih yang bervariasi tergantung struktur molekul senyawa tersebut. Misalnya molekul kovalen sederhana seperti metana CH4 yang memiliki titik didih pada suhu -161oC, gas klor Cl2 pada suhu -35oC, air H2O pada suhu 100oC. Titik didih molekul kovalen raksasa seperti karbon pada intan 4830oC, silika SiO2 2230oC. Senyawa dengan struktur molekul raksasa tidak larut dalam air dan tidak menghantarkan listrik kecuali grafit, yaitu karbon pada batu baterai dan isi pensil.

Contoh senyawa kovalen

Senyawa kovalen dapat terbentuk dari ikatan antara logam dan logam, maupun non logam dan non logam, seperti contoh berikut ini:
  • CH4 : Metana
  • CO2 : Karbon Dioksida
  • CO : Karbon Monoksida
  • HCl : Asam Klorida
  • H2O : Air
  • Senyawa asam dan basa
  • Senyawa karbon

Perbedaan senyawa ion dan senyawa kovalen

Perbedaan senyawa ion dan senyawa kovalen:

Senyawa ion

  • Titik didih tinggi
  • Dapat menghantarkan daya listrik pada lelehan 
  • Umumnya larut dalam pelarut polar misalnya air
  • Umumnya tidak larut dalam pelarut nonpolar

Senyawa kovalen

  • Titik didih rendah
  • Tidak dapat menghantarkan daya listrik pada lelehan 
  • Umumnya tidak larut dalam pelarut polar misalnya air
  • Umumnya larut dalam pelarut nonpolar

Ikatan Logam

Ikatan logam adalah salah satu ikatan kimia yang terjadi akibat gaya tarik elektrostatik antara elektron (awan elektron) dan ion logam bermuatan positif (kation) pada masing-masing atom.
Logam membentuk struktur raksasa di mana elektron di kulit terluar atom bebas bergerak. Ikatan logam sangat kuat, sehingga logam dapat mempertahankan struktur yang teratur dan biasanya memiliki titik leleh dan titik didih yang tinggi.
Ikatan logam
Ikatan logam (www.bbc.co.uk)
Logam adalah konduktor listrik dan panas yang baik, karena elektron valensi pada logam bebas membawa muatan atau energi panas. Sifat lain dari logam adalah mudah ditempa dan lentur.
Read More
Rino Safrizal
Jejaring Kimia Updated at: Oktober 13, 2017

Agustus 31, 2017

Tata Nama Senyawa Hidrokarbon (Alkana, Alkena dan Alkuna)

Agustus 31, 2017

Senyawa Organik dan Anorganik

Kimia organik merupakan mata pelajaran yang berisi tentang struktur, sifat, komposisi, reaksi, dan sintesis senyawa organik. Tahukan Anda perbedaan senyawa organik dan anorganik ? Senyawa organik tersusun dari karbon dan hidrogen, dan dapat mengandung unsur-unsur lain seperti nitrogen, oksigen, fosfor, dan belerang. Senyawa organik adalah senyawa kimia yang molekulnya mengandung karbon, kecuali karbida, karbonat, dan oksida karbon. Pembeda kimia organik dan anorganik adalah ada-tidaknya  katan karbon-hidrogen, sehingga asam format, asam lemak termasuk senyawa organik sedangkan asam karbonat termasuk anorganik.

Senyawa Hidrokarbon

Hidrokarbon merupakan salah satu senyawa organik yang penyusunnya terdiri atas atom unsur karbon (C) dan atom unsur hidrogen (H). Seluruh hidrokarbon memiliki rantai karbon dan atomatom hidrogen yang berikatan rantai-rantai tersebut. Misal jika rantai karbonnya terbuka disebut senyawa karbon alifatik seperti hidrokarbon golongan alkana, alkena dan alkuna sedangkan rantai karbonnya tertutup disebut senyawa karbon alisiklik seperti senyawa siklopentana dan aromatik seperti senyawa benzena. Senyawa hidrokarbon paling sederhana adalah metana dengan satu atom karbon dan 4 (empat) atom hidrogen. Metana merupakan salah satu senyawa hidrokarbon yang masuk dalam golongan senyawa alkana.

Pembagian Hidrokarbon Berdasarkan Jenis Ikatan

Berdasarkan jenis ikatan, senyawa hidrokarbon dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu hidrokarbon jenuh dan hidrokarbon tak jenuh. Hidrokarbon jenuh merupakan senyawa hidrokarbon yang terbentuk dari ikatan kovalen tunggal antar atom C. Senyawa hidrokarbon jenuh merupakan senyawa hidrokarbon paling sederhana. Contohnya adalah senyawa alkana. Hidrokarbon tak jenuh merupakan senyawa hidrokarbon yang terbentuk dari minimal satu ikatan rangkap dua atau tiga antar atom C. Senyawa hidrokarbon tak jenuh rangkap dua disebut dengan senyawa hidrokarbon alkena, sedangkan hidrokarbon tak jenuh rangkap tiga disebut dengan senyawa hidrokarbon alkuna.
Baca juga, Tata Nama Senyawa Benzena dan Turunannya

Deret Homolog Senyawa Hidrokarbon

Sebelum membahas tata nama senyawa hidrokarbon alkana, alkena, dan alkuna, hal yang harus diketahui adalah deret homolog. Dalam senyawa hidrokarbon, rangkaian atau deret homolog adalah deret senyawa hidrokarbon dengan rumus umum yang sama, biasanya bervariasi menurut satu parameter - seperti panjang rantai karbon. Contoh deret senyawa hidrokarbon tersebut adalah alkana berantai lurus (parafin), senyawa hidrokarbon tak jenuh yaitu alkena dan alkuna. Contoh senyawa lain adalah turunan senyawa alkana seperti alkohol, eter, asam karboksilat, aldehida, keton, sikloalkana, maupun ester.

Berikut disajikan deret homolog senyawa hidrokarbon alkana, alkena, dan alkuna.
deret homolog alkana
deret homolog alkana

deret homolog alkena
deret homolog alkena

deret homolog alkuna
deret homolog alkuna

Gugus Alkil Senyawa Hidrokarbon

Gugus alkil merupakan gugus yang terbentuk akibat dari alkana yang kehilangan satu atom hidrogen. Gugus alkil juga merupakan gugus yang terikat pada rantai utama senyawa hidrokarbon sehingga berpengaruh terhadap sistem penamaan senyawa hidrokarbon. Berikut beberapa gugus alkil yang wajib diketahui.
gugus alkil senyawa hidrokarbon

  • Gugus metil terbentuk dari metana yang kehilangan satu atom hidrogen
  • gugus etil terbentuk dari etana yang kehilangan satu atom hidrogen
  • gugus propil terbentuk dari propana yang kehilangan satu atom hidrogen

Tata Nama Senyawa Hidrokarbon

Dalam tata nama senyawa maupun unsur kimia, dikenal dua sistem yaitu sistem tata nama IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry) dan sistem tata nama trivial. Sistem tata nama IUPAC merupakan sistem tata nama yang dilakukan secara sistematis dan beraturan serta mempertimbangkan prioritas-prioritas berdasarkan pertimbangan tertentu. Berikut dijelaskan sistem tata nama IUPAC untuk senyawa hidrokarbon alkana, alkena, dan alkuna yang mudah dipamahi.
Baca juga, Tata Nama Senyawa Ion

Tata Nama Senyawa Hidrokarbon Alkana

Adapun aturan tata nama senyawa hidrokarbon alkana adalah sebagai berikut:
  • Tentukan rantai utama/ induk, yaitu rantai dengan jumlah atom C paling banyak, seperti gambar rantai atom karbon berikut.
tata nama senyawa hidrokarbon
Tentukan penomoran rantai induk, yaitu ujung yang dekat dengan cabang
tata nama senyawa hidrokarbon
  • Tentukan posisi gugus alkil/ cabang (jika ada)
  • Tentukan jumlah gugus alkil/ cabang yang sama, jika terdapat dua cabang yang sama tambahkan di, tiga= tri, empat= tetra
  • Tentukan nama gugus alkil/ cabang 
Berikut rumus tata nama senyawa hidrokarbon alkana
tata nama senyawa alkana
Contoh tata nama senyawa hidrokarbon alkana
#1 Jika pada struktur alkana tidak ditemukan gugus alkil, maka cukup tambahkan n (normal), seperti contoh tata nama hidrokarbon berikut.

tata nama senyawa alkana
#2 Penomoran dimulai dari ujung rantai induk yang dekat dengan gugus alkil/ cabang, seperti contoh tata nama senyawa hidrokarbon berikut.

tata nama senyawa alkana
#3 Jika ditemukan dua gugus alkil/ cabang yang sama, maka tambahkan sesuai awalan di, tri, tetra, sebelum nama gugus alkil, seperti tata nama senyawa hidrokarbon berikut.

tata nama senyawa alkana
#4 Jika terdapat gugus alkil/ cabang yang sama di atom karbon yang sama, ulangi posisi gugus alkil tersebut, seperti tata nama senyawa hidrokarbon berikut.

tata nama senyawa alkana
#5 Jika gugus alkil berada di posisi yang sama di masing-masing ujung rantai induk, cari ujung yang gugus alkilnya paling banyak, seperti tata nama senyawa hidrokarbon berikut.

tata nama senyawa alkana

Tata nama senyawa hidrokarbon yang salah untuk struktur di atas, seperti berikut ini.

tata nama senyawa alkana
#6 Jika terdapat gugus alkil yang berbeda, prioritaskan gugus alkil yang huruf awal lebih dahulu dalam abjad, seperti tata nama senyawa hidrokarbon berikut.

tata nama senyawa alkana
#7 Jika posisi gugus alkil yang berbeda, jaraknya sama dari ujung-ujung rantai induk, prioritaskan gugus alkil dengan atom karbon lebih banyak, seperti tata nama senyawa hidrokarbon berikut.

tata nama senyawa alkana
#8 Contoh lain tata nama senyawa hidrokarbon dapat dilihat pada struktur berikut.
tata nama senyawa alkana

tata nama senyawa alkana

tata nama senyawa alkana

tata nama senyawa alkana

Tata Nama Senyawa Hidrokarbon Alkena dan Alkuna

Tata nama senyawa hidrokarbon alkena dan alkuna hampir sama dengan tata nama senyawa hidrokarbon alkana, cuma yang harus diprioritaskan terlebih dahulu adalah ikatan rangkap antar atom karbon, bukan lagi cabang. Kecuali posisi dua ikatan rangkap sama dari dua ujung rantai induk, maka barulah mempertimbangkan posisi gugus alkil.
Baca juga, Reaksi Senyawa Karbon
Berikut rumus tata nama senyawa hidrokarbon alkena dan alkuna
Adapun contoh tata nama senyawa hidrokarbon alkena adalah sebagai berikut
#1 Jika tidak ditemukan gugus alkil pada rantai induk, maka langsung ke posisi rangkap, seperti strutur senyawa hidrokarbon alkena berikut ini.
tata nama senyawa alkena
#2 Jika posisi rangkap dan gugus alkil jaraknya sama antar dua ujung rantai induk, maka prioritas utama adalah rangkap, seperti struktur senyawa hidrokarbon berikut ini.
tata nama senyawa alkena
Alternatif jawaban lain (salah)
tata nama senyawa alkena
#3 Jika terdapat dua ikatan rangkap pada rantai induk, tambahkan di, jika tiga=tri, empat=tetra, seperti struktur hidrokaron alkena berikut ini.
tata nama senyawa alkena
#4 Jika terdapat gugus alkil antara dua ikatan rangkap yang berjarak sama dari dua ujung rantai induk, maka prioritas berikutnya adalah posisi gugus alkil, seperti struktur hidrokarbon alkena berikut ini.
tata nama senyawa alkena
Alternatif jawaban lain (salah)
tata nama senyawa alkena
#5 Jika terdapat gugus alkil yang berbeda, prioritaskan gugus alkil yang huruf awal lebih dahulu dalam abjad, seperti tata nama senyawa hidrokarbon berikut berikut.
tata nama senyawa alkena
Adapun contoh tata nama senyawa hidrokarbon alkuna adalah sebagai berikut
#1 Jika tidak ditemukan gugus alkil pada rantai induk alkuna, maka langsung ke posisi rangkap, seperti strutur senyawa hidrokarbon alkuna berikut ini.
tata nama senyawa alkuna
#2 Jika terdapat gugus alkil pada rantai induk alkuna, maka prioritaskan posisi rangkap, seperti struktur hidrokarbon alkuna berikut.
tata nama senyawa alkuna
#3 Jika terdapat dua ikatan rangkap pada rantai induk alkuna dengan jarak yang sama dari ujung-ujungnya, maka prioritas berikutnya adalah posisi alkil, seperti struktur hidrokarbon alkuna berikut.
tata nama senyawa alkuna
Alternatif jawaban lain (salah)
tata nama senyawa alkuna

Demikian pembahasan singkat terkait tata nama senyawa hidrokarbon yaitu alkana, alkena, dan alkuna. Semoga pembahasan materi ini dapat membantu para pembaca terutama siswa.
Read More
Rino Safrizal
Jejaring Kimia Updated at: Agustus 31, 2017

Post Top Ad