Jejaring Kimia | Kumpulan Materi Kimia SMA

Hot

Post Top Ad

Post Top Ad

Mei 08, 2018

Membuat Soal Latihan (Quiz) dengan Aplikasi iSping Suite

Mei 08, 2018 0
Media belajar merupakan alat bantu dalam proses pembelajaran serta menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi motivasi dan hasil belajar peserta didik. Sudah banyak penelitian yang menunjukkan bahwa media belajar yang baik dan interaktif dapat meningkatkan hasil belajar siswa itu sendiri. Untuk itu, membuat media belajar maupun soal latihan (quiz) interaktif dan inovatif bagi guru di era teknologi informasi dan komunikasi yang berkembang pesat merupakan suatu keharusan dan tidak bisa ditawar-tawar lagi. Dengan menerapkan berbagai media interaktif dan inovatif berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dapat meningkatkan antusiasme dan motivasi untuk belajar, sehingga berdampak pada prestasi siswa itu sendiri. Salah satu aplikasi yang dapat kita gunakan untuk membuat media belajar dan instrumen penilaian atau quiz adalah iSpring Suite.

Pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi sedikit tentang penggunaan aplikasi iSpring Suite untuk membuat soal latihan atau quiz interaktif, yang bisa kita gunakan dalam pelaksanaan ujian harian maupun semester. Aplikasi iSpring Suite dapat digunakan untuk membuat quiz dalam bentuk, beberapa diantaranya:
  • benar salah (true false)
  • pilihan ganda (multiple choice)
  • pilihan jawaban lebih dari satu (multiple respon)
  • menjodohkan (matching), maupun
  • isian (type in)
Berikut langkah-langkah membuat soal latihan (quiz) memnggunakan aplikasi iSpring Suite:
  • Download aplikasi iSpring Suite di sini, usahakan cari yang sudah dicrack
  • Instal aplikasi iSpring Suite yang sudah didownload ke komputer maupun laptop
  • Jalankan aplikasi iSpring Suite yang sudah diinstal
  • Terdapat beberapa menu di sebelah kiri, pilih Quizzes
  • Selanjutnya klik atau pilih Graded Quiz, maka muncul tampilan iSpring Suite seperti berikut
    • Ganti kalimat "Welcome to the Untitled Quiz" dengan nama quiz sesuai mata pelajaran yang diujikan
    • Tampilan awal quiz bisa juga ditambahkan gambar, klik gambar Insert Image pada pojok kanan atas
  • Klik Properties, pada tab Main, atur passing score atau nilai KKM dan durasi waktu latihan pada time limit
  • Pada tab Navigation, atur "Submit one question at a time" untuk konfirmasi hasil jawaban tiap soal, atau "Submit all at once" untuk konfirmasi hasil jawaban setelah semua soal dikerjakan, selanjutnya tekan OK.
  • Selanjutnya ketahap pembuatan soal atau quiz:
    • Klik Graded Question pada pojok kiri atas, pilih jenis atau tipe pertanyaan yang diinginkan, seperti pada tampilan berikut
    • Misalnya jenis soal pilihan ganda, maka pilih multiple choice, sehingga tampilannya seperti berikut ini
    • Ketikkan pertanyaan pada kolom Multiple Choice Question, dan opsi jawaban pada kolom Premise, atur jawaban benar dengan mengklik pada kolom Correct
    • Tekan enter untuk menambah opsi jawaban jika dirasa perlu
    • Lakukan langkah yang sama untuk soal berikutnya, pilih jenis soal sesuai keinginan 
    • Jika soal dan jawaban berupa rumus matematika, klik tombol Equation atau simbol alpa yang berada sebelah kanan kolom pertanyaan dan jawaban
    • Untuk melihat quiz yang sudah dibuat, dapat mengklik preview > preview quiz yang berada pada pojok kanan atas, hasilnya seperti tampilan berikut ini
  • Terakhir adalah menerbitkan Quiz 
    • Agar quiz bisa digunakan, maka harus diformat dalam bentuk flash, yaitu klik Publish > Web > Desktop (Flash) > Publish
    • Quiz dapat juga ditampilkan dalam dokumen dengan format *.doc dengan cara Publish > Word > Isikan Quiz title dan lokasi file, lalu tekan Publish.
    • Buka file video.swf pada folder hasil dari publish tadi. 
    • Untuk menjalankan quiz tersebut, putar dengan menggunakan aplikasi video player yang mendukung filetype flash seperti Gom maupun khusus flash player.
  • Hasilnya seperti berikut ini (menyusul)
Demikian tutorial singkat membuat soal latihan (quiz) dengan aplikasi iSpring Suite, semoga dapat dimanfaatkan oleh teman-teman. 
Read More
Rino Safrizal
Jejaring Kimia Updated at: Mei 08, 2018

Januari 14, 2018

Reaksi - Reaksi Senyawa Asam Karboksilat

Januari 14, 2018
Asam karboksilat adalah salah satu senyawa turunan alkana yang memiliki gugus fungsi karboksil -COOH. Gugus karboksil diambil dari karbonil (-CO-) dan hidroksil (-OH). Asam karboksilat merupakan senyawa polar dan membentuk ikatan hidrogen satu sama lain. Dalam fase larutan, asam karboksilat merupakan asam lemah yang sebagian molekunya terdisosiasi menjadi H+ dan RCOO-. Contohnya, pada suhu kamar, hanya 0,02% dari molekul asam asetat yang terdisosiasi dalam air.
Rumus umum asam karboksilat adalah R-COOH atau Ar-COOH dimana R = alkil, Ar = Aril (aromatik), dan -COOH = gugus karboksil. Sedangkan rumus empirisnya adalah CnH2nO2. Sudut yang dibentuk oleh gugus fungsi -COOH dan panjang ikatan C=O dapat dilihat pada gambar molekul berikut.
Molekul asam karboksilat
Sifat fisik asam karboksilat adalah sebagai berikut:
  • Asam karboksilat mempunyai titik didih lebih tinggi daripada senyawa organik golongan lain yang berat molekulnya sebanding
  • Kelarutan asam karboksilat dalam air lebih besar daripada alkohol, eter, aldehida, dan keton yang berat molekulnya sebanding
  • Kelarutan asam karboksilat dalam air menurun seiring dengan meningkatnya berat molekul.
  • Asam karboksilat dengan 1-4 atom karbon dapat larut sempurna dalam air
Baca juga, Reaksi - reaksi senyawa haloalkana
Adapun sifat kimia asam karboksilat seperti yang dijelaskan berikut ini.

#1 Reaksi asam karboksilat dengan basa

Senyawa asam karboksilat bereaksi dengan basa menghasilkan garam dan air, seperti contoh reaksi berikut.
Reaksi asam karboksilat dengan basa
Asam propanoat direaksikan dengan natrium hidroksida menghasilkan garam natrium propanoat dan air.

#2 Reaksi reduksi asam karboksilat

Senyawa asam karboksilat direduksi dengan katalis litium aluminium hidrida menghasilkan alkohol primer, seperti contoh reaksi berikut.
Reduksi asam karboksilat
Asam propanoat direduksi dengan katalis litium aluminium hidrida menghasilkan propanol.

#3 Reaksi asam karboksilat dengan tionil diklorida

Senyawa asam karboksilat bereaksi dengan tionil diklorida menghasilkan klorida asam, hidrogen klorida, dan gas sulfur dioksida, seperti contoh reaksi berikut.
Reaksi asam karboksilat dengan tionil diklorida
Asam propanoa bereaksi dengan tionil diklorida menghasilkan propanoil klorida dan gas sulfur dioksida.

#4 Reaksi esterifikasi asam karboksilat dengan alkohol

Senyawa asam karboksilat dapat mengalami reaksi esterifikasi dengan alkohol membentuk senyawa ester, seperti contoh reaksi berikut.
Reaksi esterifikasi asam karboksilat
Asam propanoat direaksikan dengan propanol menghasilkan propil propanoat dan air.

#5 Reaksi asam karboksilat dengan amonia

Senyawa asam karboksilat dapat bereaksi dengan amonia membentuk amida dan air, seperti contoh rekasi berikut.
Reaksi asam karboksilat dengan amonia
Asam propanoat direaksikan dengan amonia menghasilkan propanamida dan air.

#6. Dekarboksilasi pada senyawa asam karboksilat

Dengan bantuan suhu tinggi, asam karboksilat dapat menghasilkan senyawa alkana dan gas karbon dioksida, seperti contoh reaksi berikut.
Dekarboksilasi asam karboksilat
Asam butanoat dipanaskan pada suhu tinggi menghasilkan propana dan karbon dioksida.

#7 Halogenasi asam karboksilat

Senyawa asam karboksilat dapat bereaksi dengan halogen dengan bantuan katalis phosfor membentuk senyawa asam trihalida karboksilat dan hidrogen halida, seperti contoh reaksi berikut.
Halogenasi asam karboksilat
Asam etanoat direaksikan dengan gas klor dengan bantuan phosfor menghasilkan asam trikloro asetat dan hidrogen klorida.
Read More
Rino Safrizal
Jejaring Kimia Updated at: Januari 14, 2018

Januari 12, 2018

Reaksi - Reaksi Senyawa Haloalkana

Januari 12, 2018 0
Haloalkana merupakan salah satu senyawa turunan alkana yang mengikat gugus fungsi atom halogen (F, Cl, Br, I). Senyawa haloalkana mempunyai rumus umum CnH2n+1X di mana X merupakan atom halogen. Sudut yang dibentuk oleh gugus fungsi R - X dan jarak antara atom X dengan atom C terdekat dapat dilihat pada contoh struktur senyawa metilklorida berikut ini:
Reaksi senyawa haloalkana

Sifat fisis haloalkana ditentukan oleh kekuatan gaya antar-molekulnya. Kekuatan gaya antar-molekul haloalkana tergantung dari jenis atom halogen, posisi atom halogen, dan panjang rantai karbon molekul. Haloalkana sukar larut dalam air, walaupun ikatan C – X pada haloalkana bersifat polar. Mudah larut dalam alkohol dan eter. Titik didih bergantung pada jumlah dan jenis halogen pada molekulnya, makin besar Mr senyawa, titik didih makin besar.
Baca juga, Tata nama senyawa turunan alkana
Adapun sifat kimia haloalkana terkait dengan kekuatan ikatan karbon dan gugus fungsi atom halogen yang diikatnya. Atom halogen sangat mudah disubstitusi dengan atom atau gugus lain, sehingga menghasilkan reaksi-rekasi berikut ini.

#1 Reaksi senyawa haloalkana dengan natrium hidroksida
Alkil halida dapat bereaksi dengan natrium hidroksida menghasilkan alkohol. Contoh reaksi senyawa haloalkana:
Reaksi senyawa haloalkana dengan natrium hidroksida
Senyawa haloalkana 2-klorobutana direaksikan dengan natrium hidroksida menghasilkan 2-butanol dan natrium klorida.

#2 Reaksi senyawa haloalkana dengan amonia pekat
Alkil halida bereaksi dengan amonia membentuk amina. Contoh reaksi senyawa haloalkana:
Reaksi senyawa haloalkana dengan amonia pekat
Senyawa haloalkana 2-klorobutana direaksikan dengan amonia pekat membentuk 2-aminebutana dan asam klorida
#3 Reaksi senyawa haloalkana dengan perak (I) asetat
Alkil halida bereaksi dengan perak (I) asetat membentuk ester. Contoh reaksi senyawa haloalkana:
Reaksi senyawa haloalkana dengan perak(I) asetat
Senyawa haloalkana 1-kloropropana direaksikan dengan perak(I) asetat menghasilkan propil asetat dan perak klorida

#4 Reaksi senyawa haloalkana dengan kalium sianida
Alkil halida dapat bereaksi dengan kalium sianida dalam etanol dan membentuk senyawa nitril. Contoh reaksi senyawa haloalkana:
Reaksi senyawa haloalkana dengan kalium sianida
Senyawa haloalkana 1-kloropropana direaksikan dengan kalium sianida membentuk nitrilpropana dan kalium klorida

#5 Reaksi senyawa haloalkana dengan perak (I) nitrit
Alkil halida bereaksi dengan perak (I) nitrit membentuk nitri alkane dan alkil nitrit. Contoh reaksi senyawa haloalkana:
Reaksi senyawa haloalkana dengan perak(I) nitrit
Senyawa haloalkana 1-kloropropana direaksikan dengan perak(I) nitrit menghasilkan 1-nitropropana, propilnitrat, dan perak klorida
Baca juga, Reaksi kimia pada senyawa benzena
#6 Reaksi senyawa haloalkana dengan senyawa aromatik
Alkil halida bereaksi dengan benzena membentuk alkil benzene dengan katalis asam Lewis. Contoh reaksi senyawa haloalkana:
Reaksi senyawa haloalkana dengan benzena
Senyawa haloalkana 1-kloroetana direaksikan dengan benzena membentuk etil benzena dan asam klorida

#7 Dehidrohalogenasi
Dengan suatu basa, alkil halida sekunder membentuk alkena. Contoh reaksi senyawa haloalkana:
Dehidrohalogenasi
Senyawa haloalkana 2-kloropropana direaksikan dengan natrium klorida menghasilkan 1-propena, air, dan natrium klorida

#8 Reaksi senyawa haloalkana dengan logam natrium
Dengan logam natrium, alkil halida menghasilkan alkana. Contoh reaksi senyawa haloalkana:
Reaksi senyawa haloalkana dengan logam Na
Senyawa haloalkana 1-kloropropana direaksikan dengan logam natrium menghasilkan n-heksana dan natrium klorida
#9 Reaksi senyawa haloalkana dengan logam magnesium
Alkil halida bereaksi dengan logam magnesium dalam eter kering menghasilkan suatu pereaksi Grignard. Contoh reaksi senyawa haloalkana:
Reaksi senyawa haloalkana dengan logam Mg
Senyawa haloalkana 1-kloropropana direaksikan dengan logam magnesium menghasilkan pereaksi Grignard 

#10 Reaksi senyawa haloalkana dengan logam litium
Dengan litium, alkil halida membentuk senyawa organologam. Contoh reaksi senyawa haloalkana:
Reaksi senyawa haloalkana dengan logam Li
Senyawa haloalkana 1-kloropropana direaksikan dengan logam litium menghasilkan propillitium dan litium klorida
Read More
Rino Safrizal
Jejaring Kimia Updated at: Januari 12, 2018

Desember 14, 2017

Contoh Menghitung Angka Kredit (PAK) berdasarkan Penilaian Kinerja Guru (PKG), Kepala Sekolah, dan Tugas Tambahan Lain

Desember 14, 2017 0
Angka Kredit untuk jabatan fungsional guru dapat diperoleh dari berbagai unsur yaitu pendidikan, pembelajaran / bimbingan dan/ atau tugas tambahan, Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB), dan unsur penunjang. Unsur-unsur tugas jabatan dapat dilihat pada Panduan Penyusunan Sasaran Kerja Pegawai (SKP) Jabatan Fungsional Guru, atau selengkapnya pada Permenpan RB No. 16 th 2009.
Sebelum menghitung angka kredit, ketahui terlebih dahulu nilai konversi PK guru ke nilai angka kredit seperti Tabel 1 berikut ini.
Konversi PK Guru ke Angka Kredit
Adapun nilai PK Guru maksimal untuk masing-masing tugas jabatan dapat dilihat pada tabel 2 berikut ini.
Nilai PK Guru maksimal untuk semua jabatan
Khusus untuk tugas utama jabatan fungsional guru selain PKB, Angka Kredit dapat diperoleh melalui hasil konversi Penilaian Kinerja Guru (PKG) seperti yang kami jabarkan berikut ini.
Baca juga, Kompetensi Penilaian Kinerja Guru (PKG) dan Kepala Sekolah, serta Tugas Tambahan Lain

#1 Angka Kredit berdasarkan Penilaian Kinerja (PK Guru) Guru Kelas / Pembelajaran / Guru Mata Pelajaran

Rumus menghitung AK dari PK Guru kelas / pembelajaran / mata pelajaran

Instrumen Penilaian Kinerja Guru (PKG) untuk guru kelas / pembelajaran / mata pelajaran, terdiri atas 14 kompetensi yang dijabarkan dalam beberapa indikator dengan jumlah skor maksimal 56. Instrumen PK Guru kemudian dikonversi ke dalam Angka Kredit 1 tahun dengan rumus dan ketentuan berikut ini:
Nilai Angka Kredit dari PK Guru
Keterangan:
  • A : Diisi dengan hasil PK Guru pada format rekap PK Guru 
  • B : Diisi dengan PK Guru yang telah dikonversikan kedalam skala 0 – 100 sesuai dengan Perpenpan RB No. 16 th 2009 melalui perhitungan dengan menggunakan rumus tersebut
  • C : Diisi dengan sebutan dan prosentase angka kredit dari hasil PK Guru yang telah dikonversikan dalam skala 0 – 100 (Tabel 1)
  • D : Diisikan dengan perolehan angka kredit per tahun yang dihitung berdasarkan rumus sistem paket tersebut 
  • PKG max dapat dilihat pada tabel 2
  • AKK : Angka Kredit Kumulatif, AKPKB : Angka Kredit dari PKB, AKP : Angka Kredit dari unsur penunjang
  • JM : Jumlah jam mengajar (tatap muka) guru di sekolah
  • JWM : jumlah jam wajib  mengajar (24 – 40 jam  tatap muka  per minggu)
    • JM/JWM = 1 jumlah jam wajib mengajar 24 - 40 jam / minggu
    • JM/JWM = JM/24 jumlah jam mengajar < 24 jam / minggu
  • NPK : Nilai Perolehan Kinerja dalam bentuk persentase

Contoh menghitung AK dari PK Guru kelas / pembelajaran / mata pelajaran

#1 Arifin Suseno, S.Pd. adalah guru kimia dengan jabatan Guru Pertama pangkat Penata Muda dan golongan ruang III/a TMT 1 April 2015. Arifin Suseno, S.Pd. yang mengajar 26 jam tatap muka per minggu dan telah mengikuti PK Guru pada April 2016 dengan nilai 45. Apakah Arifin Suseno, SPd. dapat naik pangkat tepat waktu (4 tahun) setingkat lebih tinggi, apabila AK dari unsur PKB memenuhi syarat dan AK penunjang mencapai maksimal ?
Jawaban
Contoh nilai AK dari PK Guru mapel
Kesimpulan
  • AKK yang harus dikumpulkan dari golongan III/a ke III/b = 50, terdiri dari:
    • Unsur utama:
      • AK pembelajaran = 42
      • AK PKB dari PD = 3
    • Unsur penunjang = max 5
  • Perolehan AK Arifin Suseno, S.Pd selama 4 th:
    • AK Pembelajaran = 10,5 x 4 = 42
    • AK PKB dari PD = 3
    • AKP = 5
    • AK total selama 4 th = 42 + 3 + 5 = 50 
Dapat disimpulkan bahwa Arifin Suseno, S.Pd dapat naik pangkat setingkat lebih tinggi ke pangkat Penata Muda tingkat I golongan III/b.

#2 Veni Kurniawan, S.Pd. adalah guru matematika dengan jabatan Guru Pertama pangkat Penata Muda tingkat I dan golongan ruang III/b TMT 1 April 2012. Veni Kurniawan, S.Pd. mengajar 24 jam tatap muka per minggu dan telah mengikuti PK Guru pada April 2017 dengan nilai 51. Apakah Veni Kurniawan, SPd. dapat naik pangkat dalam waktu 3 tahun setingkat lebih tinggi, apabila AK dari unsur PKB memenuhi syarat dan AK penunjang mencapai maksimal ?
Jawaban
Contoh nilai AK dari PK Guru mapel
Kesimpulan:
  • AKK yang harus dikumpulkan dari golongan III/b ke III/c = 50, terdiri dari:
    • Unsur utama:
      • AK pembelajaran = 38
      • AK PKB dari PD = 3, PI/KI = 4
    • Unsur penunjang = max 5
  • Perolehan AK Veni Kurniawan, S.Pd selama 3 th:
    • AK Pembelajaran = 11,88 x 3 = 35,64
    • AK PKB dari PD = 3, PI/KI = 4
    • AKP = 5
    • AK total selama 3 th = 35,64 + 3 + 4 + 5 = 47,64 
Dapat disimpulkan bahwa Veni Kurniawan, S.Pd belum dapat naik pangkat setingkat lebih tinggi ke pangkat Penata golongan III/c.

#3 Ahmad Zulfadli, S.Pd adalah guru fisika dengan jabatan Guru Muda pangkat Penata dan golongan ruang III/c TMT 1 Maret 2008. Ia mengajar 30 jam tatap muka per minggu dan telah mengikuti PK Guru pada Maret 2017 dengan nilai 38. Apakah Ahmad Zulfadli, S.Pd dapat naik pangkat tepat waktu (4 tahun) setingkat lebih tinggi, apabila mengambil 2 AK pengembangan diri dan 5 AK dari publikasi ilmiah dan/ atau karya inovatif, serta AK unsur penunjang mencapai maksimal?
Jawaban
Contoh nilai AK dari PK Guru mapel
Kesimpulan
  • AKK yang harus dikumpulkan dari golongan III/c ke III/d = 100, terdiri dari:
    • Unsur utama:
      • AK pembelajaran = 81
      • AK PKB dari PD = 3, PI/KI = 6
    • Unsur penunjang = max 10
  • Perolehan AK Ahmad Zulfadli, S.Pd selama 4 th:
    • AK Pembelajaran = 15,19 x 4 = 60,76
    • AK PKB dari PD = 2, PI/KI = 5
    • AKP = 10
    • AK total selama 4 th = 60,76 + 2 + 5 + 10 = 72,76
Dapat disimpulkan bahwa Ahmad Zulfadli, S.Pd belum dapat naik pangkat setingkat lebih tinggi ke pangkat Penata tingkat I golongan III/d.

#2 Angka Kredit berdasarkan Penilaian Kinerja Guru Bimbingan / Konseling

Rumus menghitung AK dari PK Guru bimbingan / konseling

Instrumen Penilaian Kinerja Guru bimbingan konseling, terdiri atas 17 kompetensi yang dijabarkan dalam beberapa indikator dengan jumlah skor maksimal 68. Instrumen PK Guru bimbingan konseling kemudian dikonversi ke dalam Angka Kredit per 1 tahun dengan rumus dan ketentuan berikut ini:
Rumus AK dari PK guru BK
Keterangan:
  • A : Diisi dengan hasil PK guru bimbingan konseling pada format rekap PK bimbingan konseling
  • B : Diisi dengan PK guru BK yang telah dikonversikan kedalam skala 0 – 100 sesuai dengan Perpenpan RB No. 16 th 2009 melalui perhitungan dengan menggunakan rumus tersebut
  • C : Diisi dengan sebutan dan prosentase angka kredit dari hasil PK Guru BK yang telah dikonversikan dalam skala 0 – 100 (Tabel 1)
  • D : Diisikan dengan perolehan angka kredit per tahun yang dihitung berdasarkan rumus sistem paket tersebut 
  • PKG max dapat dilihat pada tabel 2
  • AKK : Angka Kredit Kumulaitf, AKPKB : Angka Kredit dari PKB, AKP : Angka Kredit dari unsur penunjang
  • JM : Jumlah jumlah konseli per tahun 
  • JWM : jumlah bimbingan per tahun (membimbing 150 – 250 konseli per tahun)
    • JM/JWM = 1, membimbing 150 – 250 konseli per tahun
    • JM/JWM = JM/150, membimbing < 150 konseli per tahun
  • NPK : Nilai Perolehan Kinerja dalam bentuk persentase

Contoh menghitung AK dari PK Guru bimbingan / konseling

#4 Rudi Hartono, S.Pd. adalah guru Bimbingan dan Konseling dengan jabatan Guru Muda pangkat Penata tingkat I golongan ruang III/d memperoleh hasil penilaian kinerja 62 pada tahun 2016. Sebagai guru BK, Rudi Hartono, S.Pd. pada tahun yang sama membimbing siswa 170 orang. Jika Rudi Hartono, S.Pd. mengumpulkan angka kredit dari pengembangan diri 4 AK dan dari publikasi ilmiah dan/ atau karya inovatif sebanyak 7 AK, serta AK maksimal pada unsur penunjang, dapatkan Ia naik pangkat setingkat lebih tinggi dalam jangka waktu 4 tahun?
Jawaban
Contoh nilai AK dari PK guru BK
Kesimpulan
  • AKK yang harus dikumpulkan dari golongan III/d ke IV/a = 100, terdiri dari:
    • Unsur utama:
      • AK bimbingan / konseling = 78
      • AK PKB dari PD = 4, PI/KI = 8
    • Unsur penunjang = max 10
  • Perolehan AK Rudi Hartono, S.Pd selama 4 th:
    • AK bimbingan / konseling = 24,38 x 4 = 97,52
    • AK PKB dari PD = 4, PI/KI = 7
    • AKP = 10
    • AK total selama 4 th = 97,52 + 4 + 7 + 10 = 118,52
Dapat disimpulkan bahwa Rudi Hartono, S.Pd belum dapat naik pangkat setingkat lebih tinggi ke pangkat Pembina golongan IV/a dikarenakan AK PKB unsur PI/KI tidak mencukupi (kurang 1 AK)

#5 Kurnia Sari, S.Pd. adalah guru Bimbingan dan Konseling dengan jabatan Guru Pertama pangkat Penata Muda golongan ruang III/a memperoleh hasil penilaian kinerja 55 pada tahun 2016. Sebagai guru BK, Kurnia Sari, S.Pd. pada tahun yang sama membimbing siswa 120 orang. Jika Kurnia Sari, S.Pd. mengumpulkan angka kredit dari pengembangan diri 3 AK serta AK maksimal pada unsur penunjang, dapatkan Ia naik pangkat setingkat lebih tinggi dalam jangka waktu 4 tahun?
Jawaban
Contoh nilai AK dari PK guru BK
Kesimpulan
  • AKK yang harus dikumpulkan dari golongan III/a ke III/b = 50, terdiri dari:
    • Unsur utama:
      • AK bimbingan / konseling = 42
      • AK PKB dari PD = 3
    • Unsur penunjang = max 5
  • Perolehan AK Kurnia Sari, S.Pd selama 4 th:
    • AK bimbingan / konseling = 8,40 x 4 = 33,60
    • AK PKB dari PD = 3
    • AKP = 5
    • AK total selama 4 th = 33,60 + 3 + 5 = 41,60
Dapat disimpulkan bahwa Kurnia Sari, S.Pd belum dapat naik pangkat setingkat lebih tinggi ke pangkat Penata Muda tingkat I golongan III/b.

#3 Angka Kredit berdasarkan Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS)

Rumus menghitung AK dari Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS)

Instrumen Penilaian Kinerja Kepala Sekolah, terdiri atas 6 kompetensi yang dijabarkan dalam beberapa indikator dengan jumlah skor maksimal 24. Instrumen PK Kepala Sekolah kemudian dikonversi ke dalam Angka Kredit per 1 tahun dengan rumus dan ketentuan berikut ini:
Rumus AK dari PK kepala sekolah
Keterangan:
  • A : Diisi dengan hasil Nilai Kinerja Kepala Sekolah (NKKS) pada format Instrumen Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (IPKKS)
  • B : Diisi dengan Nilai Kinerja Kepala Sekolah yang telah dikonversikan kedalam skala 0 – 100 sesuai dengan Perpenpan RB No. 16 th 2009 melalui perhitungan dengan menggunakan rumus tersebut
  • C : Diisi dengan sebutan dan prosentase angka kredit dari hasil PK Kepala Sekolah yang telah dikonversikan dalam skala 0 – 100 (Tabel 1)
  • D : Diisikan dengan perolehan angka kredit per tahun yang dihitung berdasarkan rumus sistem paket tersebut 
  • PK Kepala Sekolah maksimal dapat dilihat pada tabel 2
  • AKK : Angka Kredit Kumulaitf, AKPKB : Angka Kredit dari PKB, AKP : Angka Kredit dari unsur penunjang
  • NPK : Nilai Perolehan Kinerja dalam bentuk persentase
Perolehan angka kredit guru yang mendapat tugas tambahan sebagai kepala sekolah mengikuti ketentuan berikut ini:
  • 25% Angka Kredit diperoleh dari Penilaian Kinerja sebagai guru pembelajaran
  • 75% Angka Kredit diperoleh dari Penilaian Kinerja sebagai kepala sekolah

Contoh menghitung AK dari Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS)

#6 Wardaniah, S.Pd. jabatan Guru Madya pangkat Pembina golongan ruang IV/a mengajar mata pelajaran Bahasa Inggris dan diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah. Wardaniah, SPd. memperoleh hasil penilaian kinerja sebagai guru mata pelajaran 52 dan sebagai kepala sekolah mendapat nilai 20, serta melaksanakan tugas mengajar tatap muka 6 jam per minggu berturut-turut selama 4 tahun. Jika dalam 4 tahun terakhir memperoleh 4 angka kredit dari kegiatan pengembangan diri, 10 angka kredit dari publikasi ilmiah dan karya innovatif, dan 9 angka kredit dari kegiatan penunjang, apakah Wardaniah, SPd. dapat naik pangkat dalam kurun waktu 4 tahun?
Jawaban
Konversi Penilaian Kinerja sebagai guru pembelajaran ke angka kredit
Contoh AK dari PK kepala sekolah
Konversi Nilai Kinerja Kepala Sekolah ke angka kredit
Contoh AK dari PK kepala sekolah
Kesimpulan
  • AKK yang harus dikumpulkan dari golongan IV/a ke IV/b = 150, terdiri dari:
    • Unsur utama:
      • AK guru mata pelajaran & tugas tambahan sebagai kepala sekolah = 119
      • AK PKB dari PD = 4, PI/KI = 12
    • Unsur penunjang = max 15
  • Perolehan AK Wardaniah, S.Pd selama 4 th:
    • AK guru mata pelajaran = 9,30 x 4 = 37,20
    • AK kepala sekolah = 22,31 x 4 = 89,24
    • AK PKB dari PD = 4, PI/KI = 10
    • AKP = 9
    • AK total selama 4 th = 37,20 + 89,24 + 4 + 10 + 9 = 149,44
Dapat disimpulkan bahwa Wardaniah, S.Pd belum dapat naik pangkat setingkat lebih tinggi ke pangkat Pembina tingkat I golongan IV/b.

Tunggu update berikutnya........
Read More
Rino Safrizal
Jejaring Kimia Updated at: Desember 14, 2017

Desember 11, 2017

Kompetensi Penilaian Kinerja Guru (PKG) dan Kepala Sekolah, serta Tugas Tambahan Lain

Desember 11, 2017 0

Jabatan Fungsional Guru

Dalam Permenpan RB No. 16 tahun 2009 dijelaskan bahwa jabatan fungsional guru adalah jabatan fungsional yang mempunyai ruang lingkup, tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk melakukan kegiatan mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil.
Guru merupakan subsistem penting yang memiliki fungsi dan peran strategis dalam upaya meningkatkan proses pembelajaran dan mutu peserta didik. Tugas utama guru adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah serta tugas tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah / madrasah. Untuk mengukur kemampuan atau sebagai jauh seorang guru melaksanakan tugasnya, maka diperlukan suatu instrumen yang disebut dengan Penilaian Kinerja Guru (PKG).

Penilaian Kinerja Guru

Penilaian Kinerja Guru atau biasa disingkat PKG atau PK Guru adalah penilaian yang dilakukan terhadap setiap butir kegiatan tugas utama guru dalam rangka pembinaan karir, kepangkatan, dan jabatannya. Pelaksanaan tugas utama guru tidak dapat dipisahkan dari kemampuan seorang guru dalam penguasaan dan penerapan kompetensinya.
Pada dasarnya sistem penilaian kinerja guru bertujuan:
  • Menentukan tingkat kompetensi seorang guru;
  • Meningkatkan efisiensi dan efektivitas kinerja guru dan sekolah;
  • Menyajikan suatu landasan untuk pengambilan keputusan dalam mekanisme penetapan efektif atau kurang efektifnya kinerja guru;
  • Menyediakan landasan untuk program pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi guru;
  • Menjamin bahwa guru melaksanakan tugas dan tanggung-jawabnya serta mempertahankan sikap-sikap yang positif dalam mendukung pembelajaran peserta didik untuk mencapai prestasinya;
  • Menyediakan dasar dalam sistem peningkatan promosi dan karir guru serta bentuk penghargaan lainnya. 
Baca juga, Contoh Penyusunan Sasaran Kerja Pegawai (SKP) bagi Guru, Kepala Sekolah, dan Guru yang diberi Tugas Tambahan
Adapun fungsi utama Penilaian Kinerja Guru adalah:
  • Menilai unjuk kerja (kinerja) guru dalam menerapkan semua kompetensi yang diperlukan pada proses pembelajaran, pembimbingan, atau pelaksanaan tugas tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah. Dengan demikian, hasil penilaian kinerja menjadi profil kinerja guru yang dapat memberikan gambaran kekuatan dan kelemahan guru. Profil kinerja guru juga dapat dimaknai sebagai suatu analisis kebutuhan atau audit keterampilan untuk setiap guru yang dapat dipergunakan sebagai dasar untuk merencanakan pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi guru
  • Menghitung angka kredit yang diperoleh guru atas kinerja pembelajaran, pembimbingan, atau pelaksanaan tugas tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah / madrasah pada tahun penilaian kinerja guru dilaksanakan. Kegiatan penilaian kinerja dilakukan setiap tahun sebagai bagian dari proses pengembangan karir dan promosi guru untuk kenaikan pangkat dan jabatan fungsionalnya.
Baca juga, Panduan Penyusunan Sasaran Kerja Pegawai (SKP) Jabatan Fungsional Guru

Kompetensi Penilaian Kinerja (PK) Guru Pembelajaran / Bimbingan, dan Guru yang mendapat Tugas Tambahan

Kompetensi PK Guru Pembelajaran 

Kompetensi yang diukur dalam penilaian kinerja guru khusus untuk guru pembelajaran terdiri atas 14 (empat belas) kompetensi, yaitu sebagai berikut:
  • Kompetensi pedagogik:
    • Mengenal karakteristik anak didik
    • Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik
    • Pengembangan kurikulum
    • Kegiatan pembelajaran yang mendidik
    • Memahami dan mengembangkan potensi
    • Komunikasi dengan peserta didik
    • Penilaian dan evaluasi
  • Kompetensi kepribadian:
    • Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia
    • Menunjukkan pribadi yang dewasa dan teladan
    • Etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru
  • Kompetensi sosial:
    • Bersikap inklusif, bertindak obyektif, serta tidak diskriminatif
    • Komunikasi dengan sesama guru, tenaga pendidikan, orang tua peserta didik, dan masyarakat
  • Kompetensi profesional:
    • Penguasaan materi struktur konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu
    • Mengembangkan keprofesian melalui tindakan reflektif

Kompetensi PK Guru Bimbingan

Kompetensi yang diukur dalam penilaian kinerja guru khusus untuk guru bimbingan terdiri atas 17 (tujuh belas) kompetensi, yaitu sebagai berikut:
  • Kompetensi pedagogik:
    • Menguasai teori dan praksis pendidikan 
    • Mengaplikasikan perkembangan fisiologis dan psikologis serta perilaku konseli
    • Menguasai esensi pelayanan BK dalam jalur, jenis, dan jenjang satuan pendidikaan
  • Kompetensi kepribadian:
    • Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
    • Menghargai dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusian, individualitas dan kebebasan memilih
    • Menunjukkan integritas dan stabilitas kepribadian yang kuat
    • Menampilkan kenerja berkualitas tinggi
  • Kompetensi sosial:
    • Mengimplimentasikan kolaborasi internal di tempat bekerja
    • Berperan dalam organisasi dan kegiatan profesi BK
    • Mengimplimentasi kolaborasi antar profesi
  • Kompetensi profesional:
    • Menguasai konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi, kebutuhan dan masalah konseli
    • Menguasai kerangka teoritik dan praksis BK
    • Merancang program BK
    • Mengimplementasikan program BK yang komprehensif
    • Menilai prses dan hasil kegiatan bimbingan dan konseling
    • Memiliki kesadaran dan komitmen terhadap etika profesional
    • Menguasai konsep dan praksis penelitian dalam BK

Kompetensi PK dengan Tugas Tambahan sebagai Kepala Sekolah (PKKS)

Kompetensi yang diukur dalam Penilaian Kinerja yang mendapat tugas tambahan sebagai wakil kepala sekolah terdiri atas 6 (enam) kompetensi, yaitu sebagai berikut:
  • Kepribadian dan Sosial 
  • Kepemimpinan    
  • Pengembangan Sekolah / Madrasah    
  • Pengelolaan Sumber Daya  
  • Kewirausahaan 
  • Supervisi

Kompetensi PK dengan Tugas Tambahan sebagai Wakil Kepala Sekolah (PKWKS)

Kompetensi yang diukur dalam Penilaian Kinerja yang mendapat tugas tambahan sebagai wakil kepala sekolah terdiri atas 5 (lima) kompetensi, yaitu sebagai berikut:
  • Kepribadian dan Sosial   
  • Kepemimpinan 
  • Pengembangan Sekolah / Madrasah 
  • Kewirausahaan 
  • Bidang Tugas (Kesiswaan / Akademik, Kurikulum, Sarana dan Prasarana, Hubungan Masyarakat)

Kompetensi PK dengan Tugas Tambahan sebagai Kepala Perpustakaan

Kompetensi yang diukur dalam Penilaian Kinerja yang mendapat tugas tambahan sebagai kepala perpustakaan terdiri atas 10 (sepuluh) kompetensi, yaitu sebagai berikut:
  • Merencanakan program perpustakaan sekolah/madrasah.   
  • Melaksanakan program perpustakaan sekolah/madrasah.   
  • Mengevaluasi program perpustakaan sekolah/madrasah.   
  • Gembangkan koleksi perpustakaan sekolah/madrasah.   
  • Mengorganisasi layanan jasa informasi perpustakaan.   
  • Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi.   
  • Mempromosikan  perpustakaan & literasi informasi.   
  • Mengembangkan kegiatan perpustakaan sebagai sumber belajar kependidikan.
  • Memiliki integritas dan etos kerja.   
  • Mengembangkan profesionalitas kepustakawanan

Kompetensi PK dengan Tugas Tambahan sebagai Kepala Bengkel / Laboratorium

Kompetensi yang diukur dalam Penilaian Kinerja yang mendapat tugas tambahan sebagai kepala bengkel / laboratorium terdiri atas 7 (tujuh) kompetensi, yaitu sebagai berikut:
  • Kepribadian   
  • Sosial   
  • Pengorganisasian Guru / Laboran / Teknisi   
  • Pengelolaan dan Administrasi   
  • Pengelolaan Pemantauan dan Evaluasi   
  • Pengembangan dan Inovasi   
  • Pengelolaan Lingkungan dan P3 

Kompetensi PK dengan Tugas Tambahan sebagai Ketua Program Keahlian

Kompetensi yang diukur dalam Penilaian Kinerja yang mendapat tugas tambahan sebagai kepala program keahlian terdiri atas 8 (delapan) kompetensi, yaitu sebagai berikut:
  • Kepribadian   
  • Sosial   
  • Perencanaan   
  • Pengelolaan Pembelajaran   
  • Pengelolaan Sumber Daya Manusia   
  • Pengelolaan Sarama Prasarana   
  • Pengelolaan Keuangan   
  • Evaluasi dan Pelaporan 
Adapun nilai PK Guru maksimal untuk masing-masing tugas jabatan dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Nilai PK Guru

Tunggu konten kami berikutnya terkait dengan contoh menghitung angka kredit berdasarkan hasil PK Guru... 
Read More
Rino Safrizal
Jejaring Kimia Updated at: Desember 11, 2017

Desember 07, 2017

Contoh Penyusunan Sasaran Kerja Pegawai (SKP) bagi Guru, Kepala Sekolah, dan Guru yang diberi Tugas Tambahan

Desember 07, 2017 7
Pada postingan sebelumnya, kami telah menyajian panduan penyusunan Sasaran Kerja Pegawai (SKP) untuk jabatan fungsional guru, yang dilengkapi dengan penjelasan terkait dengan tugas jabatan, angka kredit, beserta target yang akan dicapai pada tahun berjalan. Sebagai pelengkap panduan tersebut, maka pada kesempatan kali ini kami akan memberikan contoh penyusunan SKP bagi guru, kepala sekolah, serta guru yang diberi tugas tambahan. Mudah-mudahan dengan tulisan ini, dapat memberikan pencerahan bagi guru pemula (termasuk saya) dalam menyusun SKP dengan baik dan sesuai dengan acuan yang dituangkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2011 tentang Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil.
Baca juga, Contoh menghitung Angka Kredit berdasarkan Penilaian Kinerja Guru

Jenjang Jabatan Fungsional Guru

Sebelum kita ke contoh penyusunan SKP, alangkah baiknya pahami terlebih dahulu jenjang kepangkatan untuk jabatan fungsional guru sesuai dengan Permenpan RB No. 16 th. 2009 berikut ini.
Jenjang jabatan fungsional guru

Baca juga, Contoh Menghitung Angka Kredit (PAK) berdasarkan Penilaian Kinerja Guru (PKG), Kepala Sekolah, dan Tugas Tambahan Lain
Sebagai contoh jika seorang guru ingin naik pangkat dari Penata Muda golongan IIIa setingkat lebih tinggi menjadi Penata Muda tingkat I golongan IIIb, diperlukan Angka Kredit Kumulatif sebesar 50 AK yang tediri atas:
  • Unsur pembelajaran / bimbingan dan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan minimal 90% AKK = 45 AK:
    • Pembelajaran / bimbingan = 42 AK,
    • PKB dari Pengembangan Diri = 3 AK,
  • Unsur penunjang maksimal 10% = 5 AK
Contoh lain, misalnya seorang guru ingin naik pangkat dari Penata tingkat I golongan IIId setingkat lebih tinggi menjadi Pembina golongan IVa, diperlukan Angka Kredit Kumulatif sebesar 100 AK, terdiri atas:
  • Unsur pembelajaran / bimbingan dan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan minimal 90% AKK = 90 AK:
    • Pembelajaran / bimbingan = 78 AK,
    • PKB dari Pengembangan Diri = 4 AK,
    • PKB dari Publikasi Ilmiah / Karya Inovatif = 8 AK
  • Unsur penunjang maksimal 10% = 10 AK
Baca juga, Panduan penyusunan Sasaran Kerja Pegawai (SKP) jabatan fungsional guru.

Tabel Angka Kredit per Tahun

Untuk mempermudah perhitungan angka kredit bagi guru, kepala sekolah, maupun guru yang diberi tugas tambahan lain, maka dibuat tabel angka kredit yang dihitung berdasarkan jumlah kebutuhan Angka Kredit Kumulatif (AKK) setiap jenjang / jabatan dibagi 4 dengan kriteria mulai dari Amat Baik (125%) Baik (100%), Cukup (75%), Sedang (50%), dan Kurang (25%), seperti pada tabel berikut ini.
Tabel AK guru
*Klik gambar untuk memperjelas
Contoh : Seorang guru a.n Deny Saputra pangkat Penata Muda golongan IIIA mengajar 24 jam seminggu. Pada Januari 2018 menyusun SKP dengan asumsi nilai PK Guru untuk pelaksanaan pembelajaran adalah “AMAT BAIK", sehingga diperoleh Angka Kredit per tahun sebesar 13,13.
AK Kepala sekolah
*Klik gambar untuk memperjelas
Contoh : Kepala Sekolah a.n Wawan Kurniawan pangkat Penata Tingkat I golongan IIID. Pada Januari 2018 menyusun SKP dengan asumsi nilai PK Guru untuk pelaksanaan pembelajaran adalah “BAIK" dan PK tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah adalah "Baik", sehingga diperoleh Angka Kredit per tahun sebesar:
  • AK sebagai guru 25% x 19,50 = 4,88
  • AK sebagai kepala sekolah 75% x 19,50 = 14,63
Baca juga, Kompetensi Penilaian Kinerja Guru (PKG) dan Kepala Sekolah, serta Tugas Tambahan Lain
AK mengurangi jam mengajar
 *Klik gambar untuk memperjelas
Contoh : Wakil Kepala Sekolah a.n Rizal Aprianto pangkat Penata Muda golongan IIIA. Pada Januari 2018 menyusun SKP dengan asumsi nilai PK Guru untuk pelaksanaan pembelajaran adalah “AMAT BAIK" dan PK tugas tambahan sebagai Wakil Kepala Sekolah adalah "BAIK", sehingga diperoleh Angka Kredit per tahun sebesar:
  • AK sebagai guru 50% x 13,13 = 6,56
  • AK sebagai wakil kepala sekolah 50% x 10,50 = 5,25
AK tidak mengurangi jam mengajar
*Klik gambar untuk memperjelas
Contoh : Seorang guru a.n Cahyo Santoso pangkat Penata Muda tingkat I golongan IIIB mengajar 24 jam seminggu. Pada Januari 2018 menyusun SKP dengan asumsi nilai PK Guru untuk pelaksanaan pembelajaran adalah “AMAT BAIK". Selain mengajar, Cahyo juga mendapat tugas tambahan lain yaitu sebagai wali kelas dan pengawas ulangan umum semester ganjil. Maka Angka Kredit yang diperoleh Cahyo adalah:
  • AK sebagai guru dengan PK "Amat Baik" = 11,88
  • AK sebagai wali kelas (penugasan 1 tahun) 5% x 11.88 = 0,59
  • AK sebagai pengawas ulum ganjil (penugasan < 1 tahun / temporer) 2% x 11,88 = 0,24  

Contoh Penyusunan Sasaran Kerja Pegawai (SKP)

Berikut ini kami sajikan beberapa contoh penyusunan SKP dengan tugas tambahan tertentu.

Contoh kasus #1 SKP Tugas tambahan sebagai wali kelas 

Muhammad Alwi S.Pd., adalah seorang guru pada SMAN 1 Ketapang. Yang bersangkutan mengajar sejak tahun 2017 dan saat ini berpangkat Penata muda, golongan ruang III/a dengan jabatan Guru Pertama. Untuk kenaikan pangkat ke golongan ruang III/b, Muhammad Alwi, S.Pd. harus mengumpulkan 50 AK selama 4 tahun atau 12,5 AK dalam satu tahun yang terdiri dari minimum 10,5 AK untuk unsur utama (di luar AK PKB) dan maksimum 1,25 AK untuk unsur penunjang. AK PKB wajib yang harus dipenuhi adalah 3 pada kegiatan pengembangan diri dalam 4 tahun.
Pada Januari 2018, AK target yang dituangkan dalam SKP untuk pelaksanaan pembelajaran adalah dengan asumsi bahwa nilai PK Guru yang akan dicapai dengan sebutan “BAIK”. Untuk pengembangan diri, Ia mengikuti satu kegiatan diklat pembuatan animasi dari Seamolec dengan durasi waktu 42 JP. 
Selain mengajar Ia juga mendapat tugas tambahan sebagai wali kelas dan membimbing siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler olahraga. Dalam organisasi Ia aktif dipengurusan kepramukaan dan terdaftar sebagai anggota PGRI.
Penyusunan SKP yang bersangkutan pada Januari 2018 untuk kegiatan tugas jabatan yang dilaksanakan dan angka kreditnya adalah sebagai berikut.

Kegiatan tugas jabatan:

Untuk menjawab pertanyaan di atas, gunakan tabel AK di atas dan tabel Rincian Kegiatan Guru dan Angka Kreditnya pada Lampiran I Permenpan RB No. 16 th. 2009.
  • Unsur utama:
    • Pembelajaran (perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran) PK Guru = Baik = 10,5 
    • Tugas tambahan yang tidak mengurangi beban mengajar:
      • Menjadi wali kelas (penugasan 1 th) = 5% x 10,5 = 0,53 
      • Menjadi pembimbing ekstrakurikuler (penugasan 1 th) = 5% x 10,5 = 0,53 
    • Pengembangan keprofesian berkelanjutan diperoleh dari diklat pembuatan animasi 42 JP =  1 
  • Unsur penunjang:
    • Menjadi pengurus aktif kegiatan kepramukaan = 1 
    • Menjadi anggota aktif PGRI = 0,75 

Tabel Sasaran Kerja Pegawai (SKP)

Dari uraian tugas jabatan di atas, dapat dibuatkan tabel SKP tahun 2018 berikut ini.
SKP Guru
*Klik gambar untuk memperjelas

Contoh Kasus #2 SKP Tugas tambahan sebagai kepala program keahlian

Rizal Aprianto S.Pd., adalah seorang guru pada SMKN 1 Tumbang Titi. Yang bersangkutan mengajar sejak tahun 2008 dan saat ini berpangkat Penata, golongan ruang III/c dengan jabatan Guru Muda. Untuk kenaikan pangkat ke golongan ruang III/d, Rizal Aprianto, S.Pd. harus mengumpulkan 100 AK selama 4 tahun atau 25 AK dalam satu tahun yang terdiri dari minimum 20,25 AK untuk unsur utama (di luar AK PKB) dan maksimum 2,5 AK untuk unsur penunjang. AK PKB wajib yang harus dipenuhi adalah 3 pada kegiatan pengembangan diri dan 6 pada kegiatan publikasi ilmiah / karya inovatif dalam 4 tahun.
Pada Januari 2018, AK target yang dituangkan dalam SKP untuk pelaksanaan pembelajaran adalah dengan asumsi bahwa nilai PK Guru yang akan dicapai dengan sebutan “BAIK”. Untuk pengembangan diri, Ia mengikuti satu kegiatan IHT pembuatan media berbasis android dengan durasi waktu 48 JP. Selain itu membuat satu tulisan ilmiah dalam bidang pendidikan formal dan pembelajaran dan dimuat di media cetak provinsi. Ia juga mengikuti 5 (lima) paket kegiatan di KKG
dengan topik perencanaan pembelajaran, pengembangan bahan ajar, pengembangan metodologi pembelajaran, pengembangan penilaian, dan penyusunan karya ilmiah.
Selain mengajar Ia juga mendapat tugas tambahan sebagai kepala program keahlian Agribisnis Tanaman Perkebunan dengan target PK "Baik" sekaligus membimbing siswa dalam praktek kerja industri. Dalam organisasi Ia terdaftar sebagai anggota IGI dan kepramukaan.
Penyusunan SKP yang bersangkutan pada Januari 2018 untuk kegiatan tugas jabatan yang dilaksanakan dan angka kreditnya adalah sebagai berikut.

Kegiatan tugas jabatan:

  • Unsur utama:
    • Pembelajaran (perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran) PK Guru "Baik" (20,25 AK) = 50% x 20,25 = 10,13
    • Tugas tambahan yang mengurangi beban mengajar:
      • Menjadi kepala program keahlian PK "Baik" (20,25 AK) = 50% x 20,25 = 10,12 
    • Pengembangan keprofesian berkelanjutan diperoleh dari:
      • diklat pembuatan media berbasis android 48 JP =  1
      • membuat satu tulisan ilmiah dalam bidang pendidikan formal dan pembelajaran dan dimuat di media cetak provinsi = 1,5
      • mengikuti 5 (lima) paket kegiatan di KKG @0,15 / kegiatan = 0,75
  • Unsur penunjang:
    • Membimbing siswa dalam kegiatan praktek kerja industri = 0,17
    • Menjadi anggota aktif kegiatan kepramukaan = 0,75
    • Menjadi anggota aktif PGRI = 0,75 

Tabel Sasaran Kerja Pegawai (SKP)

Dari uraian tugas jabatan di atas, dapat dibuatkan tabel SKP tahun 2018 berikut ini.
SKP Guru kaprog
*Klik gambar untuk memperjelas
Rumusan SKP seperti ini berlaku juga untuk wakil kepala sekolah, kepala laboratorium, kepala bengkel, dan kepala perpustakaan.

Contoh Kasus #3 SKP Tugas tambahan sebagai kepala sekolah

Muhammad Idris S.Pd., M.Pd, NIP. 197503032012031001 adalah guru Bahasa Indonesia pada SMK Negeri 10 Mempawah. Yang bersangkutan mengajar sejak tahun 2000 dan saat ini pangkat yang bersangkutan adalah Pembina, golongan ruang IV/a dengan jabatan Guru Madya. 
Untuk kenaikan pangkat ke golongan ruang IV/b, maka Muhammad Idris harus mengumpulkan 150 angka kredit selama 4 tahun atau 37.5 angka kredit dalam satu tahun yang terdiri dari minimal 29,75 AK untuk unsur utama (di luar AK PKB) dan maksimal 3,75 untuk unsur penunjang.  AK PKB wajib yang harus dipenuhi adalah sekurang-kurangnya 4 pada kegiatan pengembangan diri dan sekurang kurangnya 12 untuk kegiatan publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif yang dikumpulkan dalam rentang waktu 4 (empat) tahun (min 1 PD, 3 PI/KI per tahun).
Dalam melaksanakan kegiatan PKB, Ia merencanakan untuk mengikuti satu kali diklat implementasi kurikulum selama 54 JP, membuat karya tulis berupa penelitian pada bidang pendidikan di sekolahnya berupa Pemanfaatan Media Internet sebagai Sarana Belajar Interaktif di SMKN 10 Mempawah dan diterbitkan pada jurnal tingkat provinsi, serta membuat satu modul diktat pembelajaran dan digunakan pada tingkat kabupaten.
Yang bersangkutan aktif dalam kepengurusan organisasi profesi PGRI dan terpilih sebagai tutor diklat K13 selama 64 JP pada tahun berjalan.
Target yang dituangkan dalam SKP untuk penilaian pelaksanaan pembelajaran adalah dengan asumsi nilai PK Guru dan tugas tambahan sebagai kepala sekolah adalah “BAIK”. Dalam penyusunan SKP yang bersangkutan pada Januari 2018 kegiatan tugas jabatan yang dilaksanakan dan angka kreditnya adalah sebagai berikut.

Kegiatan tugas jabatan:

  • Unsur utama:
    • Pembelajaran (perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran) dengan asumsi PK Guru "Baik" (29,75 AK) = 25% x 29,75 = 7,44
    • Tugas tambahan yang mengurangi beban mengajar:
      • Menjadi kepala sekolah dengan asumsi PK "Baik" (29,75 AK) = 75% x 29,75 = 22,31 
    • Pengembangan keprofesian berkelanjutan diperoleh dari:
      • diklat implementasi kurikulum 54 JP =  1
      • membuat satu karya tulis berupa penelitian dalam bidang pendidikan formal dan pembelajaran dan diterbitkan pada jurnal tingkat provinsi = 2
      • membuat satu modul diktat dan digunakan pada tingkat kabupaten = 1
  • Unsur penunjang:
    • Menjadi pengurus aktif organisasi PGRI = 1
    • tutor diklat K13 selama 64 JP @0,04 /2JP = 1,28

Tabel Sasaran Kerja Pegawai (SKP)

Dari uraian tugas jabatan di atas, dapat dibuatkan tabel SKP tahun 2018 berikut ini.
Contoh SKP Kepala Sekolah
*Klik gambar untuk memperjelas

Contoh Kasus #4 SKP Tugas tambahan sebagai guru kelas

Sinta Marini, S.Pd., adalah seorang guru kelas V pada SDN 55 di Kota Sambas. Yang bersangkutan mengajar sejak tahun 2012 dan saat ini berpangkat Penata Muda Tk. I, golongan ruang III/b dengan jabatan Guru Pertama. Untuk kenaikan pangkat ke golongan ruang III/c, Sinta Marini, S.Pd. harus mengumpulkan 50 angka kredit selama 4 tahun atau 12,25 angka kredit dalam satu tahun yang terdiri dari minimum 9,50 AK (di luar AK PKB) untuk unsur utama dan maksimum 1,25 AK untuk unsur penunjang. AK
PKB wajib yang harus dipenuhi adalah 3 pada kegiatan pengembangan diri dan 4 untuk kegiatan publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif yang dikumpulkan dalam 4 tahun (min 1 PD, 1 PI/KI per tahun).
Pada Januari 2018, AK target yang dituangkan dalam SKP untuk pelaksanaan pembelajaran adalah dengan asumsi bahwa nilai PK Guru yang akan dicapai dengan sebutan “Amat Baik”. Untuk pengembangan diri, Ia mengambil 4 (empat) paket kegiatan di KKG dengan topik perencanaan pembelajaran, pengembangan bahan ajar, pengembangan metodologi pembelajaran, dan pengembangan penilaian; dan membuat satu alat peraga IPA dalam kategori sederhana. 
Selain mengajar, Ia ikut dalam pengawas penilaian dan evaluasi hasil belajar semester ganjil dan genap serta pembimbing kegiatan eksrakurikuler kepramukaan. Untuk aktivitas di luar sekolah, Ia aktif dalam kepramukaan sebagai pengurus.
Penyusunan SKP yang bersangkutan pada Januari 2018 untuk kegiatan tugas jabatan
yang dilaksanakan dan angka kreditnya adalah sebagai berikut.

Kegiatan tugas jabatan:

  • Unsur utama:
    • Pembelajaran (perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran) dengan asumsi PK Guru "Amat Baik" = 11,88
    • Tugas tambahan yang tidak mengurangi beban mengajar:
      • Melaksanakan pembimbingan pada kelas yang menjadi tanggung
      • jawabnya 
      • 5% x 11,88 = 0,60 
      • Pengawas penilaian dan evaluasi hasil belajar semester ganjil dan genap 2% x 11,88 x 2 = 0,48
      • Pembimbing kegiatan ekstrakurikuler 5% x 11,88 = 0,60
    • Pengembangan keprofesian berkelanjutan diperoleh dari:
      • Mengikuti 4 (empat) paket kegiatan di KKG @0,15 / kegiatan = 0,60
      • Membuat satu alat peraga IPA dalam kategori sederhana = 1
  • Unsur penunjang:
    • Menjadi pengurus aktif kepramukaan = 1

Tabel Sasaran Kerja Pegawai (SKP)

Dari uraian tugas jabatan di atas, dapat dibuatkan tabel SKP tahun 2018 berikut ini.
Contoh SKP Guru SD
*Klik gambar untuk memperjelas

Contoh Kasus #5 SKP Guru bimbingan konseling

Evi Wijayanti, S.Pd., adalah seorang guru bimbingan konseling pada SMPN 40 Singkawang. Yang bersangkutan mengajar sejak tahun 2004 dan saat ini berpangkat Penata tk I, golongan ruang III/d dengan jabatan Guru Muda. Untuk kenaikan pangkat ke pembina golongan ruang IV/a, Evi Wijayanti, S.Pd. harus mengumpulkan 100 angka kredit selama 4 tahun atau 25 angka kredit dalam satu tahun yang terdiri dari minimum 19,50 AK untuk unsur utama (di luar AK PKB) dan maksimum 2,50 AK untuk unsur penunjang. AK PKB wajib yang harus dipenuhi adalah 4 pada kegiatan pengembangan diri dan 8 untuk kegiatan publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif yang dikumpulkan dalam 4 tahun (min 1 PD, 2 PI/KI per tahun).
Pada Januari 2018, AK target yang dituangkan dalam SKP untuk pelaksanaan pembelajaran adalah dengan asumsi bahwa nilai PK Guru yang akan dicapai dengan sebutan “Baik”. Untuk pengembangan diri, Ia mengikuti diklat pengembangan kepribadian dan kecerdasan anak selama 96 JP. Ia juga sedang menulis buku tentang cara bijak menangani anak hiperaktif dan akan dicetak oleh penerbit serta ber ISBN.
Selain mengajar, Ia ikut dalam pengawas penilaian dan evaluasi hasil belajar semester ganjil dan genap, pengawas ujian sekolah dan nasional, serta dipercaya sebagai pembina OSIS. Untuk aktivitas di luar sekolah, Ia terdaftar sebagai anggota kepramukaan dan organisasi profesi IGI.
Penyusunan SKP yang bersangkutan pada Januari 2018 untuk kegiatan tugas jabatan yang dilaksanakan dan angka kreditnya adalah sebagai berikut.

Kegiatan tugas jabatan:

  • Unsur utama:
    • Bimbingan (perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran) dengan asumsi PK Guru "Baik" = 19,50
    • Tugas tambahan yang tidak mengurangi beban mengajar:
      • Menjadi pembina OSIS 5% x 19,50 = 0,98 
      • Pengawas penilaian dan evaluasi hasil belajar semester ganjil dan genap 2% x 19,50 x 2 = 0,78
    • Pengembangan keprofesian berkelanjutan diperoleh dari:
      • Diklat pengembangan kepribadian dan kecerdasan anak selama 96 JP = 2
      • Menulis buku dalam bidang pendidikan dicetak oleh penerbit dan ber-ISBN = 3
  • Unsur penunjang:
    • Pengawas ujian sekolah = 0,08
    • Pengawas ujian nasional = 0,08
    • Menjadi anggota aktif kepramukaan = 0,75
    • Menjadi anggota aktif organisasi profesi = 0,75

Tabel Sasaran Kerja Pegawai (SKP)

Dari uraian tugas jabatan di atas, dapat dibuatkan tabel SKP tahun 2018 berikut ini.
SKP Guru Bimbingan Konseling
*Klik gambar untuk memperjelas

Download contoh penyusunan SKP dalam bentuk pdf, klik di sini.
Read More
Rino Safrizal
Jejaring Kimia Updated at: Desember 07, 2017

Post Top Ad