Jejaring Kimia | Kumpulan Materi Kimia SMA

Hot

Post Top Ad

Post Top Ad

September 03, 2017

Sel Elektrolisis Larutan Elektrolit

September 03, 2017 0
sel elektrolisis pada larutan elektrolit

Sel Elektrolisis

Sel eletrolisis merupakan sel eletrokimia di mana energi listrik digunakan untuk menghasilkan reaksi reduksi dan oksidasi (redoks) tidak spontan. Prinsip kerja sel eketrolisis adalah dengan menghubungkan kutub negatif dari sumber listrik ke katode, dan kutub positif ke anode. Kutub negatif dari sumber listrik akan mendorong  elektron mengalir ke katode sehingga katode bermuatan negatif (-). Sementara kutub positif dari sumber listrik akan menarik elektron dari anode sehingga anode bermuatan positif (+). Katode yang bermuatan negatif akan menarik ion-ion positif dalam elektrolit, sehingga diperoleh setengah reaksi reduksi. Sedangkan anode yang bermuatan positif akan menarik ion-ion negatif dalam larutan elektrolit, sehingga diperoleh setengah reaksi oksidasi.

Komponen Sel Elektrolisis

Secara umum sel elektrolisis terdiri dari:
  • Sumber listrik, menyuplai arus listrik searah (DC) contohnya baterai
  • Katode, elektrode di mana reaksi reduksi terjadi. Karena elektron didorong oleh kutub negatif dari sumber listrik, maka katode menjadi bermuatan negatif
  • Anode, elektrode di mana rekasi oksidasi terjadi. Karena elektron dari anode ditarik oleh kutub positif dari sumber listrik, maka anode bermuatan positif
  • Elektrolit, zat yang dapat menghantar listrik yang akan diurai dalam sel elektrolisis
Baca juga, Faktor-faktor yang Mempengaruhi Korosi Logam

Ketentuan Elektrolisis pada Larutan Elektrolit

Sel elektrolisis pada larutan elektrolit melibatkan reaksi yang lumayan kompleks karena adanya reaksi-reaksi bersaing antara reaksi reduksi oksidasi (redoks) elektrolit dan reaksi reduksi oksidasi (redoks) pelarut air.

Reaksi bersaing di katode:
  • Reaksi reduksi kation
  • Reaksi reduksi air: 2H2O(l) + 2e --> H2(g) + 2OH-(aq)
  • Reaksi reduksi H+ (larutan elektrolit asam): 2H+(aq) + 2e --> H2(g)

Reaksi bersaing di anode:
  • Reaksi oksiadsi anion
  • Reaksi oksidasi air: 2H2O(l) --> O2(g) + 4H+(aq) + 4e
Oleh karena adanya reaksi-reaksi bersaing, maka untuk menentukan reaksi reduksi pada katode dan reaksi oksidasi pada anode dapat menggunakan kententuan elektolisis berikut:

Reaksi reduksi di katode

Perhatikan kereaktifan logam pada deret volta berikut ini.

  • Ion positif dari logam-logam di sebelah kanan hidrogen pada deret volta akan tereduksi dan #2 mengendap pada katode
  • Ion positif dari logam-logam di sebelah kiri hidrogen pada deret volta tidak akan tereduksi (kecuali untuk Fe, Ni, Sn, dan Pb). Hal ini disebabkan ion Hdari H2O lebih mudah tereduksi dibandingkan ion positif dari logam di sebelah kiri H melalui reaksi reduksi air berikut ini:
2H2O(l) + 2e --> H2(g) + 2OH-(aq)
  • Jika larutan elektrolit berupa asam, maka ion H+ dari asam yang akan tereduksi, dan bukan ion H+ dari H2O, seperti reaksi berikut ini:
2H+(aq) + 2e --> H2(g)

Reaksi oksidasi di anode

Jika anode tidak inert, makan logam anode akan teroksidasi
Jika anode inert, maka:
  • Ion negatif yang tidak mengandung oksigen seperti Cl-, Br-, dan I- akan teroksidasi, seperti contoh reaksi berikut ini:
2Cl-(aq) --> Cl2(g) + 2e
  • Ion negatif yang mengandung oksigen seperti SO42-, NO3-, dan PO43- tidak akan teroksidasi. Tetapi yang akan teroksidasi adalah Ion O2- dari H2O seperti reaksi berikut:
2H2O(l) --> O2(g) + 4H+(aq) + 4e

Contoh Reaksi Reduksi dan Oksidasi pada Sel Elektrolisis Elektrolit Larutan

Larutan NaCl dengan elektrode inert

Na terletak di sebelah kiri hidrogen pada deret volta sehingga Na+ tidak tereduksi. Maka, ion H+ dari H2O yang akan tereduksi Cl- adalah ion negatif yang tidak mengandung atom oksigen, maka ion Cl- akan teroksidasi. Jadi, ion OH- dari H2O tidak akan teroksidasi.

Reaksi sel elektrolisis:
Katode: 2H2O(l) + 2e --> H2(g) + 2OH-(aq)
Anode: 2Cl-(aq) --> Cl2(g) + 2e
-----------------------------------------------------
Sel: 2Cl-(aq) + 2H2O(l) --> 2OH-(aq) + H2(g) + Cl2(g)

Reaksi sel elektrolisis keseluruhan:
2NaCl(aq) + 2H2O(l) --> 2NaOH(aq) + H2(g) + Cl2(g)

Larutan Na2SO4 dengan elektrode inert

Na terletak di sebelah kiri hidrogen pada deret volta sehingga Na+ tidak tereduksi. Jadi, ion H+ dari H2O yang akan tereduksi SO42- adalah ion negatif yang mengandung oksigen, jadi tidak akan teroksidasi. Dengan demikian, ion OH- dari H2O akan teroksidasi.

Reaksi sel elektrolisis:
Katode: 2H2O(l) + 2e --> H2(g) + 2OH-(aq) |x2
Anode: 2H2O(l) --> O2(g) + 4H+(aq) + 4e
-----------------------------------------------------
Sel: 6H2O(l) --> 2H2(g) + O2(g) + 4OH-(aq) + 4H+(aq)

Reaksi sel elektrolisis keseluruhan:
2H2O(l) --> 2H2(g) + O2(g)

Sel Elektrolisis pada Elektrolit Lelehan

menyusul
Read More
Rino Safrizal
Jejaring Kimia Updated at: September 03, 2017

Agustus 31, 2017

Tata Nama Senyawa Hidrokarbon (Alkana, Alkena dan Alkuna)

Agustus 31, 2017 0
tata nama senyawa hidrokarbon

Senyawa Hidrokarbon 

Hidrokarbon merupakan salah satu senyawa organik yang penyusunnya terdiri atas atom unsur karbon (C) dan atom unsur hidrogen (H). Senyawa hidrokarbon paling sederhana adalah metana dengan satu atom karbon dan 4 (empat) atom hidrogen. Metana merupakan salah satu senyawa hidrokarbon yang masuk dalam golongan senyawa alkana.

Pembagian Hidrokarbon Berdasarkan Jenis Ikatan

Berdasarkan jenis ikatan, senyawa hidrokarbon dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu hidrokarbon jenuh dan hidrokarbon tak jenuh. Hidrokarbon jenuh merupakan senyawa hidrokarbon yang terbentuk dari ikatan kovalen tunggal antar atom C. Senyawa hidrokarbon jenuh merupakan senyawa hidrokarbon paling sederhana. Contohnya adalah senyawa alkana. Hidrokarbon tak jenuh merupakan senyawa hidrokarbon yang terbentuk dari minimal satu ikatan rangkap dua atau tiga antar atom C. Senyawa hidrokarbon tak jenuh rangkap dua disebut dengan senyawa hidrokarbon alkena, sedangkan hidrokarbon tak jenuh rangkap tiga disebut dengan senyawa hidrokarbon alkuna.
Baca juga, Tata Nama Senyawa Benzena dan Turunannya

Deret Homolog Senyawa Hidrokarbon

Sebelum membahas tata nama senyawa hidrokarbon alkana, alkena, dan alkuna, hal yang harus diketahui adalah deret homolog. Dalam senyawa hidrokarbon, rangkaian atau deret homolog adalah deret senyawa hidrokarbon dengan rumus umum yang sama, biasanya bervariasi menurut satu parameter - seperti panjang rantai karbon. Contoh deret senyawa hidrokarbon tersebut adalah alkana berantai lurus (parafin), senyawa hidrokarbon tak jenuh yaitu alkena dan alkuna. Contoh senyawa lain adalah turunan senyawa alkana seperti alkohol, eter, asam karboksilat, aldehida, keton, sikloalkana, maupun ester.

Berikut disajikan deret homolog senyawa hidrokarbon alkana, alkena, dan alkuna.

deret homolog alkana
Deret homolog alkana
deret homolog alkena
Deret homolog alkena

deret homolog alkuna
Deret homolog alkuna

Gugus Alkil Senyawa Hidrokarbon

Gugus alkil merupakan gugus yang terbentuk akibat dari alkana yang kehilangan satu atom hidrogen. Gugus alkil juga merupakan gugus yang terikat pada rantai utama senyawa hidrokarbon sehingga berpengaruh terhadap sistem penamaan senyawa hidrokarbon. Berikut beberapa gugus alkil yang wajib diketahui.
  • Gugus metil terbentuk dari metana yang kehilangan satu atom hidrogen
  • gugus etil terbentuk dari etana yang kehilangan satu atom hidrogen
  • gugus propil terbentuk dari propana yang kehilangan satu atom hidrogen
gugus alkil senyawa hidrokarbon
Gugus Alkil

Tata Nama Senyawa Hidrokarbon

Dalam tata nama senyawa maupun unsur kimia, dikenal dua sistem yaitu sistem tata nama IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry) dan sistem tata nama trivial. Sistem tata nama IUPAC merupakan sistem tata nama yang dilakukan secara sistematis dan beraturan serta mempertimbangkan prioritas-prioritas berdasarkan pertimbangan tertentu. Berikut dijelaskan sistem tata nama IUPAC untuk senyawa hidrokarbon alkana, alkena, dan alkuna yang mudah dipamahi.
Baca juga, Tata Nama Senyawa Ion

Tata Nama Senyawa Hidrokarbon Alkana

Adapun aturan tata nama senyawa hidrokarbon alkana adalah sebagai berikut:

  • Tentukan rantai utama/ induk, yaitu rantai dengan jumlah atom C paling banyak, seperti gambar rantai atom karbon berikut.
aturan tata nama senyawa hidrokarbon

  • Tentukan penomoran rantai induk, yaitu ujung yang dekat dengan cabang
aturan tata nama senyawa hidrokarbon

  • Tentukan posisi gugus alkil/ cabang (jika ada)
  • Tentukan jumlah gugus alkil/ cabang yang sama, jika terdapat dua cabang yang sama tambahkan di, tiga= tri, empat= tetra
  • Tentukan nama gugus alkil/ cabang 
Berikut rumus tata nama senyawa hidrokarbon alkana

rumus tata nama senyawa hidrokarbon alkana

Contoh tata nama senyawa hidrokarbon alkana
#1 Jika pada struktur alkana tidak ditemukan gugus alkil, maka cukup tambahkan n (normal), seperti contoh tata nama hidrokarbon berikut.

tata nama senyawa hidrokarbon alkana

#2 Penomoran dimulai dari ujung rantai induk yang dekat dengan gugus alkil/ cabang, seperti contoh tata nama senyawa hidrokarbon berikut.

tata nama senyawa hidrokarbon alkana

#3 Jika ditemukan dua gugus alkil/ cabang yang sama, maka tambahkan sesuai awalan di, tri, tetra, sebelum nama gugus alkil, seperti tata nama senyawa hidrokarbon berikut.

tata nama senyawa hidrokarbon alkana

#4 Jika terdapat gugus alkil/ cabang yang sama di atom karbon yang sama, ulangi posisi gugus alkil tersebut, seperti tata nama senyawa hidrokarbon berikut.

tata nama senyawa hidrokarbon alkana

#5 Jika gugus alkil berada di posisi yang sama di masing-masing ujung rantai induk, cari ujung yang gugus alkilnya paling banyak, seperti tata nama senyawa hidrokarbon berikut.

tata nama senyawa hidrokarbon alkana

Tata nama senyawa hidrokarbon yang salah untuk struktur di atas, seperti berikut ini.

tata nama senyawa hidrokarbon alkana

#6 Jika terdapat gugus alkil yang berbeda, prioritaskan gugus alkil yang huruf awal lebih dahulu dalam abjad, seperti tata nama senyawa hidrokarbon berikut.

tata nama senyawa hidrokarbon alkana

#7 Jika posisi gugus alkil yang berbeda, jaraknya sama dari ujung-ujung rantai induk, prioritaskan gugus alkil dengan atom karbon lebih banyak, seperti tata nama senyawa hidrokarbon berikut.

tata nama senyawa hidrokarbon alkana

#8 Contoh lain tata nama senyawa hidrokarbon dapat dilihat pada struktur berikut.

tata nama senyawa hidrokarbon alkana

tata nama senyawa hidrokarbon alkana


tata nama senyawa hidrokarbon alkana


tata nama senyawa hidrokarbon alkana

Tata Nama Senyawa Hidrokarbon Alkena dan Alkuna

Tata nama senyawa hidrokarbon alkena dan alkuna hampir sama dengan tata nama senyawa hidrokarbon alkana, cuma yang harus diprioritaskan terlebih dahulu adalah ikatan rangkap antar atom karbon, bukan lagi cabang. Kecuali posisi dua ikatan rangkap sama dari dua ujung rantai induk, maka barulah mempertimbangkan posisi gugus alkil.
Baca juga, Reaksi Senyawa Karbon
Berikut rumus tata nama senyawa hidrokarbon alkena dan alkuna

Adapun contoh tata nama senyawa hidrokarbon alkena adalah sebagai berikut
#1 Jika tidak ditemukan gugus alkil pada rantai induk, maka langsung ke posisi rangkap, seperti strutur senyawa hidrokarbon alkena berikut ini.

tata nama senyawa alkena

#2 Jika posisi rangkap dan gugus alkil jaraknya sama antar dua ujung rantai induk, maka prioritas utama adalah rangkap, seperti struktur senyawa hidrokarbon berikut ini.

tata nama senyawa alkena

Alternatif jawaban lain (salah)
tata nama senyawa alkena


#3 Jika terdapat dua ikatan rangkap pada rantai induk, tambahkan di, jika tiga=tri, empat=tetra, seperti struktur hidrokaron alkena berikut ini.

tata nama senyawa alkena

#4 Jika terdapat gugus alkil antara dua ikatan rangkap yang berjarak sama dari dua ujung rantai induk, maka prioritas berikutnya adalah posisi gugus alkil, seperti struktur hidrokarbon alkena berikut ini.

tata nama senyawa alkena

Alternatif jawaban lain (salah)
tata nama senyawa alkena


#5 Jika terdapat gugus alkil yang berbeda, prioritaskan gugus alkil yang huruf awal lebih dahulu dalam abjad, seperti tata nama senyawa hidrokarbon berikut berikut.

tata nama senyawa alkena

Adapun contoh tata nama senyawa hidrokarbon alkuna adalah sebagai berikut
#1 Jika tidak ditemukan gugus alkil pada rantai induk alkuna, maka langsung ke posisi rangkap, seperti strutur senyawa hidrokarbon alkuna berikut ini.

tata nama alkuna

#2 Jika terdapat gugus alkil pada rantai induk alkuna, maka prioritaskan posisi rangkap, seperti struktur hidrokarbon alkuna berikut.

tata nama alkuna


 #3 Jika terdapat dua ikatan rangkap pada rantai induk alkuna dengan jarak yang sama dari ujung-ujungnya, maka prioritas berikutnya adalah posisi alkil, seperti struktur hidrokarbon alkuna berikut.

tata nama alkuna

Alternatif jawaban lain (salah)

tata nama alkuna


Demikian pembahasan singkat terkait tata nama senyawa hidrokarbon yaitu alkana, alkena, dan alkuna. Semoga pembahasan materi ini dapat membantu para pembaca terutama siswa.
Read More
Rino Safrizal
Jejaring Kimia Updated at: Agustus 31, 2017

Agustus 28, 2017

Panduan Registrasi Program Keahlian Ganda Angkatan 2 Bagi Guru SMA/SMK

Agustus 28, 2017 0
Pendaftaran atau registrasi guru untuk mengikuti Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik (Keahlian Ganda) Angkatan 2 dilakukan melalui akun dasbor SIM PKB Kepala Sekolah yang menyediakan modul pengajuan. Modul tersebut tersedia bagi Kepala Sekolah yang telah tergabung dalam komunitas MKKS SMA atau SMK sesuai jenjang satuan pendidikan tempat bertugas, serta telah ditetapkan pula nama sekolah yang menjadi lokasi tugasnya.

Langkah-langkah pengajuan registrasi Program Keahlian Ganda angkatan 2 oleh kepala sekolah melalui SIM PKB dapat dijelaskan sebagai berikut:

  • Kepala Sekolah melakukan login ke layanan SIM PKB (http://simpkb.id) dengan username (nomor peserta UKG) dan password masing-masing.
  • Pilih modul Prog. Keahlian Ganda yang terletak pada beranda SIM PKB
registrasi keahlian ganda

  • Untuk mulai mendaftarkan guru, klik tombol Daftarkan Calon Peserta Baru 
registrasi keahlian ganda

  • Pada laman Pendaftaran Calon Peserta Baru, pilih guru dari daftar kandidat yang telah disediakan. Untuk mengetahui lebih detil profil guru yang akan dipilih, klik pada nama guru yang dimaksud dalam daftar yang tersedia.
registrasi keahlian ganda

  • Gunakan tombol > untuk mengajukan guru sesuai pilihan, atau gunakan tombol >> untuk mengajukan semua guru dalam daftar yang tersedia.
registrasi keahlian ganda

  • Klik tombol LANJUT untuk menyelesaikan pemilihan calon peserta. 
  • Pilih mata pelajaran yang akan diikuti berikut guru pendamping untuk setiap guru ayng diajukan. 
registrasi keahlian ganda

  • Mapel yang tersedia untuk dipilih, sesuai daftar mata pelajaran yang menjadi sasaran program. Sedangkan daftar guru pendamping, didasarkan pada mata pelajaran yang sedang diajukan. 
registrasi keahlian ganda

  • Klik tombol LANJUT untuk menyelesaikan pengajuan mata pelajaran dan guru pendamping. 
  • Periksa data guru, mata pelajaran, dan pendamping yang diajukan pada laman konfirmasi. Klik tombol SIMPAN. 
registrasi keahlian ganda

  • CETAK PAKTA INTEGRITAS PESERTA, untuk ditandatangani guru dan pendamping yang diajukan. Berkas ini nantinya dipindai dan diunggah pada tahap unggah dokumen. Klik tombol TUTUP untuk menutup laman pengajuan. 
registrasi keahlian ganda

  • Pada dasbor, akan dimunculkan riwayat pengajuan peserta yang memuat status masingmasing hingga saat ini. Untuk menyelesaikan pengajuan, dilakukan UNGGAH DOKUMEN untuk kebutuhan verifikasi data sesuai persyaratan program.
registrasi keahlian ganda

  • Klik tombol LANJUT hingga ditunjukkan laman untuk mengunggah dokumen verifikasi sesuai yang tercantum. Pastikan file yang diunggah memiliki kapasitas diatas 100KB untuk memudahkan keterbacaan dokumen. 
registrasi keahlian ganda

  • File yang sudah berhasil diunggah, akan muncul dalam bentuk tombol. Gunakan tombol X untuk membatalkan dan mengunggah dokumen yang baru. 
registrasi keahlian ganda

  • Bila ada dokumen pendukung lain yang ditambahkan, dapat diunggah pada laman Unggah Dokumen Pendukung. Klik tombol LANJUT hingga muncul laman konfirmasi data hasil unggahan.
registrasi keahlian ganda

  • Pada riwayat pengajuan, klik tombol KIRIM AJUAN untuk menyampaikan pengajuan peserta tersebut ke Admin Dinas Propinsi untuk verifikasi persyaratan peserta Keahlian Ganda.
  • Bukti pengajuan dapat dicetak Kepala Sekolah melalui tombol CETAK TANDA BUKTI pada laman berikutnya. 
  • Kepala Sekolah dapat memonitor capaian status pengajuan guru calon peserta baru pada riwayat pengajuan yang tersedia. Pengajuan peserta telah selesai dan terverifikasi jika semua indikator status ajuan telah hijau semua.

 Download panduan lengkap registrasi Program Keahlian Ganda Angkatan 2, klik di sini

Sumber: Singkat Registrasi Program Keahlian Ganda
Read More
Rino Safrizal
Jejaring Kimia Updated at: Agustus 28, 2017

Pedoman Rekrutmen Peserta Program Keahlian Ganda Angkatan 2 Bagi Guru SMA/SMK

Agustus 28, 2017 0
keahlian ganda
Menindaklanjuti Instruksi Presiden (INPRES) Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia Indonesia, pada tahun 2017 Ditjen GTK akan melaksanakan kembali Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA Angkatan 2 yang selanjutnya disebut dengan Program Keahlian Ganda. Program Keahlian Ganda diharapkan dapat memenuhi kekurangan guru produktif di SMK. Pedoman ini disusun agar Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda) dapat dilaksanakan secara efektif, efisien, dan sesuai dengan prosedur.

Berdasarkan hasil analisis kebutuhan guru SMA dan SMK diketahui terdapat kelebihan guru pada beberapa mata pelajaran umum di SMA dan mata pelajaran normatif dan adaptif di SMK. Sementara banyak kekurangan guru produktif di SMK pada beberapa paket keahlian. Oleh karena itu, kekurangan guru produktif tersebut dipenuhi melalui rekrutmen peserta program Keahlian Ganda (terlampir) guna penambahan kewenangan mengajar guru mata pelajaran di SMA dan adaptif/normatif di SMK ke produktif.

Baca pedoman registrasi Program Keahlian Ganda Angkatan 2, klik di sini.

Sasaran Peserta

Guru yang mengikuti program Keahlian Ganda diutamakan yang mempunyai minat terhadap salah satu kompetensi pada program keahlian tertentu, pada kelompok kemaritiman, pertanian, pariwisata, dan industri kreatif, serta teknologi dan rekayasa dengan kondisi sebagai berikut:
  • Guru mengampu mata pelajaran adaptif di SMK yang tidak tercantum dalam kurikulum 2013, yaitu guru mata pelajaran IPA, IPS, Kewirausahaan, dan KKPI;
  • Guru mengampu mata pelajaran normatif di SMK yang berlebih yaitu guru Matematika, PPKn, Penjas, dan Seni Budaya;
  • Guru SMA yang berlebih yaitu PPKn, Biologi, Fisika, Kimia, Geografi, Ekonomi, Antropologi, dan TIK.
  • Guru produktif SMK lebih yang berlebih (yang kekurangan jam mengajar) sesuai dengan sertifikat yang dimilikinya.
  • Guru produktif SMK yang paket/program keahlian yang diampunya tidak diselenggarakan lagi di sekolahnya.

Ketentuan Peserta

Hal-hal umum yang terkait dengan rekrutmen peserta secara garis besar dipaparkan sebagai berikut :
  • Pemetaan peserta program keahlian ganda di usulkan oleh kepala sekolah, diverifikasi dan disetujui oleh Dinas Provinsi, diverifikasi kemudian ditetapkan oleh GTK
  • Mengajar mapel yang linier dengan latar belakang pendidikannya
  • Mengajar mapel yang tidak linier dengan latar belakang pendidikannya minimal 5 tahun
  • Pemberkasan PPG dilakukan di awal sebelum program dimulai, hanya pemberkasan yang lengkap yang dapat diajukan mengikuti Program Keahlian Ganda

Persyaratan Peserta

  • Memiliki NUPTK
  • Memiliki kualifikasi akademik minimal S-1/D-4
  • Memiliki sertifikat pendidik
  • Guru tetap (PNS/Guru Tetap Yayasan), guru bukan PNS disekolah negeri harus memiliki SK Gubernur
  • Mengajar mata pelajaran : a) linier dengan latar belakang pendidikan; atau b) mengajar mapel sesuai dengan sertifikat pendidik; atau c) mengajar mapel yang tidak linier dengan latar belakang pendidikan minimal 5 tahun
  • Usia maksimal 45 atau 50 tahun sesuai dengan karakteristik kompetensi keahlian (lihat poin J. Latar Belakang Pendidikan Peserta).
  • Berbadan sehat: dibuktikan dengan surat keterangan dokter
  • Memiliki KIS/BPJS/Askes/asuransi kesehatan lainnya
  • Sanggup dan bersedia tidak mengikuti kegiatan lain selama menjadi peserta Program Keahlian Ganda
  • Bersedia menandatangani Pakta Integritas baik peserta dan pendamping
  • Tidak buta warna (untuk kompetensi keahlian tertentu)
Kalau membaca persyaratan calon peserta Keahlian Ganda Angkatan 2 di atas, terdapat beberapa penambahan terutama diwajibkan untuk memiliki sertifikat pendidik. Beda halnya dengan pesryatan peserta Keahlian Gandan Angkatan 1 seperti gambar berikut ini

keahlian ganda

Jika mengacu pada Juknis Konsep Program Alih Fungsi, pada akhir program Keahlian Ganda nanti akan akan dilakukan Uji Kompetensi Keahlian dan Uji Sertifikasi Pendidik, seperti ditampilkan pada gambar di bawah ini.

keahlian ganda

Setelah dilakukan proses verifikasi data oleh LPMP peserta Program Keahlian Ganda Angkatan 1 yang awalnya diikutsertakan dalam Program Sertifikasi Pendidik (PLPG 2017), namun pada akhirnya beberapa diantara peserta harus menelan pil pahit karena tidak dapat diikut sertakan atau dikeluarkan dari peserta PLPG 2017 dengan alasan masa kerja belum cukup 2 tahun per 1 Januari 2017.


Untuk itu, kami menyarankan kepada Bapak/Ibu yang ingin ikut dalam Program Keahlian Ganda Angkatan 2 ini, agar benar-benar mempelajari  Pedoman Rekrutmen ini..

Juknis lengkap Pedoman Rekrutmen Peserta Program Keahlian Ganda Angkatan 2 Bagi Guru SMA/SMK dapat di download di sini
Read More
Rino Safrizal
Jejaring Kimia Updated at: Agustus 28, 2017

Post Top Ad